- Cianjur Jadi Tuan Rumah Sekolah Nasional Terintegrasi: Bukti Kinerja Disdikpora yang Proaktif
- Kementerian HAM Ajak Pelajar Jabar Jadi Pelopor Nilai Kemanusiaan
- Presiden Prabowo: Swasembada Pangan Perkuat Ketahanan Bangsa
- Perhutani KPH Cianjur Perkuat Keamanan Hutan lewat Sinergi Lapangan dengan Bhabinkamtibmas
- Cianjur Gandeng BBPVP Bandung Perkuat Pelatihan Vokasi untuk Redam Pengangguran
- Isfhan Taufik Munggaran: Relawan Kebajikan Pancasila Kembalikan Nilai ke Kehidupan
- Menunggu Rumah Aman: Warga Waringinsari Bertahan di Antara Reruntuhan dan Janji Relokasi
- BAZNAS Cianjur Apresiasi Penyaluran Beasiswa Rp22 Miliar untuk Mahasiswa Palestina
- Disdikpora Cianjur Percepat Perbaikan 2.334 Ruang Kelas SD dalam 2 Tahun
- BAZNAS Cianjur Gerak Cepat: Ambulans dan Perawatan untuk Ibu Kurnia Terkena Kanker Serviks
Di Cianjur Masih Ada Siswa ke Sekolah Pertaruhkan Nyawa Lintasi Jembatan Rusak Parah

Keterangan Gambar : Para siswa tampak tengah menyebrangi jembatan yang keadaannya rusak parah, hingga dapat membahayakan nyawanya.
Pinusnews.id - Kondisi memprihatinkan dialami sejumlah siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) 3 Cibinong yang tinggal di Kampung Panyindangan, Desa Panyindangan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur.
Demi menuntut ilmu, mereka setiap hari harus mempertaruhkan nyawa dengan melintasi jembatan Ciselang yang kondisinya sangat tidak layak pakai.
Jembatan sepanjang 57 meter tersebut merupakan satu-satunya akses penghubung antara Desa Panyindangan dan Desa Wargaluyu di Kecamatan Cibinong.
Baca Lainnya :
- Penipu Berkedok Paket Kurban Dijebloskan ke Penjara
- Logistik Pemilihan Mulai Besok Didistribusikan KPU
- Warga Karangnunggal Cibeber Keluhkan Pemotongan Bantuan Rutilahu, Lalu Ini Jelas Kades
- Tebing Hutan Ciuja Naringgul Diterjang Longsor, Jalan Bandung-Cianjur Terganggu
- Terdampak Covid-19, Penjualan Mesin Jahit Turun 50 Persen di Cianjur
Kepala Desa Panyindangan, Deden Selamet, mengungkapkan bahwa anak-anak sekolah terpaksa menyeberangi jembatan itu dengan ekstra hati-hati mengingat kerusakannya yang parah.
Lebih lanjut, Deden menjelaskan bahwa saat hujan deras dan banjir, akses bagi seluruh warga di dua desa tersebut terputus total.
"Tidak ada jalan alternatif lain bagi anak-anak sekolah dan warga kami selain melewati jembatan ini untuk mencapai tujuan mereka. Ini adalah satu-satunya penghubung," ujar Deden belum lama ini.
Ia menambahkan, warga yang ingin menjual hasil bumi mereka pun harus menggunakan jembatan berbahaya ini.
Deden menyampaikan harapan besar masyarakatnya kepada pemerintah setempat untuk segera membangun jembatan baru yang lebih memadai dan aman.
"Masyarakat saya sangat mengharapkan alternatif jembatan yang baru kepada pemerintah setempat agar akses dapat ditempuh dan dilalui dengan aman," tegasnya.
Ia menekankan pentingnya pembangunan jembatan permanen agar perbaikan jembatan yang bersifat sementara tidak terus berulang. Saat ini, jembatan rusak tersebut masih menjadi satu-satunya jalur lalu lintas bagi anak sekolah dan warga.
"Saya berharap tidak ada lagi rasa was-was bagi anak sekolah dan warga saya dengan adanya jembatan baru. Karena jembatan baru sangat kami butuhkan," pungkasnya. (tim-dens).











