- Bupati Cianjur Minta Maaf Atas Gangguan Distribusi Air Bersih Akibat Banjir di Ciranjang
- Pendidikan Vokasi di Jabar Direvitalisasi Agar Sesuai Kebutuhan Industri
- Dr. Euis Latifah, M.Pd. Raih Penghargaan sebagai Dosen Inovatif dalam ToT Perma Pendis 2026
- Rektor IAI Al-Azhary Raih Perma Pendis Award 2026 sebagai Rektor Visioner di Tengah Kegiatan ToT
- BAZNAS Cianjur Apresiasi UPZ IGTKI-PGRI Sukses Tingkatkan ZIS
- Koperasi Merah Putih: Jembatan Kemandirian Ekonomi Cianjur Menuju Kesejahteraan Nyata
- Bupati Wahyu dalam Rembug Warga Cianjur: Langkah Nyata Menuju Kesejahteraan Inklusif
- Cari Solusi Agar Gaji Guru Honorer Dibayar, KDM Segera Temui Menteri PAN-RB
- Panggil Kapolri, Presiden Prabowo Bahas Keamanan Nasional dan Program Strategis Polri
- Kesuksesan Bidang SMP Disdikpora Cianjur dalam Menggelar Tes Kemampuan Akademik 2026
Di Cianjur Masih Ada Siswa ke Sekolah Pertaruhkan Nyawa Lintasi Jembatan Rusak Parah

Keterangan Gambar : Para siswa tampak tengah menyebrangi jembatan yang keadaannya rusak parah, hingga dapat membahayakan nyawanya.
Pinusnews.id - Kondisi memprihatinkan dialami sejumlah siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) 3 Cibinong yang tinggal di Kampung Panyindangan, Desa Panyindangan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur.
Demi menuntut ilmu, mereka setiap hari harus mempertaruhkan nyawa dengan melintasi jembatan Ciselang yang kondisinya sangat tidak layak pakai.
Jembatan sepanjang 57 meter tersebut merupakan satu-satunya akses penghubung antara Desa Panyindangan dan Desa Wargaluyu di Kecamatan Cibinong.
Baca Lainnya :
- Penipu Berkedok Paket Kurban Dijebloskan ke Penjara
- Logistik Pemilihan Mulai Besok Didistribusikan KPU
- Warga Karangnunggal Cibeber Keluhkan Pemotongan Bantuan Rutilahu, Lalu Ini Jelas Kades
- Tebing Hutan Ciuja Naringgul Diterjang Longsor, Jalan Bandung-Cianjur Terganggu
- Terdampak Covid-19, Penjualan Mesin Jahit Turun 50 Persen di Cianjur
Kepala Desa Panyindangan, Deden Selamet, mengungkapkan bahwa anak-anak sekolah terpaksa menyeberangi jembatan itu dengan ekstra hati-hati mengingat kerusakannya yang parah.
Lebih lanjut, Deden menjelaskan bahwa saat hujan deras dan banjir, akses bagi seluruh warga di dua desa tersebut terputus total.
"Tidak ada jalan alternatif lain bagi anak-anak sekolah dan warga kami selain melewati jembatan ini untuk mencapai tujuan mereka. Ini adalah satu-satunya penghubung," ujar Deden belum lama ini.
Ia menambahkan, warga yang ingin menjual hasil bumi mereka pun harus menggunakan jembatan berbahaya ini.
Deden menyampaikan harapan besar masyarakatnya kepada pemerintah setempat untuk segera membangun jembatan baru yang lebih memadai dan aman.
"Masyarakat saya sangat mengharapkan alternatif jembatan yang baru kepada pemerintah setempat agar akses dapat ditempuh dan dilalui dengan aman," tegasnya.
Ia menekankan pentingnya pembangunan jembatan permanen agar perbaikan jembatan yang bersifat sementara tidak terus berulang. Saat ini, jembatan rusak tersebut masih menjadi satu-satunya jalur lalu lintas bagi anak sekolah dan warga.
"Saya berharap tidak ada lagi rasa was-was bagi anak sekolah dan warga saya dengan adanya jembatan baru. Karena jembatan baru sangat kami butuhkan," pungkasnya. (tim-dens).











