- Bupati Cianjur Minta Maaf Atas Gangguan Distribusi Air Bersih Akibat Banjir di Ciranjang
- Pendidikan Vokasi di Jabar Direvitalisasi Agar Sesuai Kebutuhan Industri
- Dr. Euis Latifah, M.Pd. Raih Penghargaan sebagai Dosen Inovatif dalam ToT Perma Pendis 2026
- Rektor IAI Al-Azhary Raih Perma Pendis Award 2026 sebagai Rektor Visioner di Tengah Kegiatan ToT
- BAZNAS Cianjur Apresiasi UPZ IGTKI-PGRI Sukses Tingkatkan ZIS
- Koperasi Merah Putih: Jembatan Kemandirian Ekonomi Cianjur Menuju Kesejahteraan Nyata
- Bupati Wahyu dalam Rembug Warga Cianjur: Langkah Nyata Menuju Kesejahteraan Inklusif
- Cari Solusi Agar Gaji Guru Honorer Dibayar, KDM Segera Temui Menteri PAN-RB
- Panggil Kapolri, Presiden Prabowo Bahas Keamanan Nasional dan Program Strategis Polri
- Kesuksesan Bidang SMP Disdikpora Cianjur dalam Menggelar Tes Kemampuan Akademik 2026
Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian Hadiri Rapat Konsolidasi dengan Menteri Sosial

Keterangan Gambar : Tampak Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat menghadiri rapat konsolidasi dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf.
Pinusnews.id - Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, bersama para Kepala Daerah lainnya se-Jawa Barat, menghadiri rapat konsolidasi dengan Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), dan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bertempat di Bogor, Kamis, 13 Maret 2025.
Pada rapat ini dibahas mengenai pendirian Sekolah Rakyat dengan konsep asrama. Sekolah Rakyat ini diharapkan menjadi sarana Pendidikan gratis bagi para siswa, yang berasal dari keluarga miskin dan berdomisili di dekat Sekolah Rakyat.
Sekolah Rakyat ini akan menerapkan Pendidikan karakter dan bela negara, kombinasi kurikulum Nasional dan Internasional, dan pendampingan pasca lulus.
Baca Lainnya :
- Kabar Baik, Pjs Bupati Cianjur Usulkan UMK 2021 Naik 6,51 Persen
- Tempat Limbah Mebel di Sukaluyu Musnah Terbakar
- 171 Anggota KPPS Tanjungsari Lakukan Rapid Tes
- Pjs. Bupati Cianjur. Pastikan APD dan SOP untuk Pilkada 9 Desember
- Hasil Survei LSI, Pasangan Herman Suherman - TB Mulyana Berada di Posisi Teratas
Menteri Sosial berharap para Kepala Daerah dapat mengusulkan aset dan tanah, yang akan diusulkan untuk dibangun menjadi Sekolah Rakyat, yang nantinya akan di periksa apakah sesuai kriteria atau tidak.
"Kita akan periksa mana yang memenuhi kriteria, insyaallah, kalau memungkinkan akan dibangun tahun ini," ujar Menteri Sosial.
Menteri Sosial juga menargetkan hingga 200 Sekolah Rakyat yang akan didirikan untuk tahap awal ini, dan khusus di Jawa Barat ditargetkan ada 30 Sekolah Rakyat yang dibangun.
Dalam Kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, juga menyambut baik program Sekolah Rakyat ini dan menjelaskan bahwa Pemerintah Prov. Jawa Barat, juga akan melaksanakan revolusi pendidikan dan diantaranya adalah dengan merubah jam masuk sekolah lebih pagi.
"Dari budaya nongkrong sampai jam 12 malam menjadi budaya tidur jam 9 malam," tegas Gubernur Jabar. (dens).











