- Dari 90 Gerai ke 203 Bangunan: Diskumdagin Cianjur Gerakkan Verifikasi Koperasi Merah Putih
- Kinerja Dinas PUTR Cianjur Hadirkan Infrastruktur untuk Kepentingan Masyarakat
- Mewakili Bupati Cianjur, Kabag Kesra Hadiri Maulid Nabi Muhammad SAW di Cikalongkulon
- Ruhli Solehudin: Senyum Sehat dari Cianjur, 2.000 Pelajar Diajak Sikat Gigi Bersama
- Efisiensi Anggaran, KDM Berencana Lakukan Penggabungan Sejumlah OPD
- Diskumdagin Cianjur Tumbuhkembangkan UMKM lewat Hibah Peralatan Usaha
- Di Tengah Abu Krakatau, Doa dan Kemanusiaan BAZNAS Cianjur untuk 5 Pewarta yang Hilang
- Melayani dengan Integritas: PUTR Cianjur Tunjukkan Komitmen Bersih dan Profesional
- Pasar Muka Cianjur Bersiap Naik Kelas, Diskumdagin Dorong Wajah Baru Perdagangan
- Disdikpora Cianjur Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Pererat Ukhuwah Islamiyah
BPBD Cianjur Tingkatkan Kewaspadaan dan Respons di Tengah Ancaman Hujan Lebat
.jpg)
Keterangan Gambar : Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Samudra Wira Purnama.
Pinusnews.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur kembali menguatkan peran sentralnya saat cuaca ekstrem mengancam beberapa wilayah di kabupaten Cianjur. Berdasarkan peringatan dini dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan terjadi pada Selasa 23 Juni 2026 hingga Rabu 24 Juni 2026.
Menyikapi informasi ini, BPBD Cianjur segera mengambil tindakan cepat dengan menggerakkan langkah-langkah preventif untuk meminimalkan dampak dan risiko terhadap masyarakat.
Kesiapsiagaan BPBD terlihat dari upaya cepat menyalurkan imbauan kepada warga, khususnya mereka yang tinggal di daerah rawan bencana. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cianjur, Samudra Wira Purnama, menegaskan pentingnya kewaspadaan.
Baca Lainnya :
- Oknum Wartawan Resahkan Pondok Pesantren di Cianjur
- Kasus Positif Covid-19 di Cianjur Meningkat, Rakyat Ngantri Swab Test
- Astakira Jemput Pekerja Migran yang Depresi di Arab Saudi
- Wilman Singawinata, Wakil Ketua DPRD Cianjur : Pilih BUMDes Jadi Supplier
- Hujan Es Diiringi Angin Kencang Hantam Rumah Penduduk
"Dalam peringatan cuaca dini cuaca potensi hujan di Cianjur diperkirakan pada Selasa 23 Juni 2026 hingga Rabu 24 Juni 2026 dengan intensitas sedang sampai lebat," ujarnya.
Selain penyampaian peringatan, BPBD aktif melakukan pemetaan lokasi rawan serta koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk menyiapkan jalur evakuasi dan posko bencana. Fokus utama mereka adalah wilayah Cianjur selatan, yang sering terdampak banjir, longsor, dan pergerakan tanah.
Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa BPBD tidak hanya memberi peringatan, tetapi juga menyiapkan langkah operasional yang konkret untuk mengurangi kerentanan komunitas.
Samudra menjelaskan wilayah-wilayah prioritas yang mendapat perhatian khusus, antara lain Kecamatan Kadupandak, Sukanagara, Cidaun, Pagelaran, hingga Cijati. Pernyataan tersebut memperlihatkan upaya berbasis data dan pengalaman lokal, sehingga bantuan dan mitigasi bisa diarahkan pada titik-titik yang benar-benar berisiko tinggi.
Upaya BPBD Cianjur ini tujuannya meningkatkan efektivitas respons dan memperkecil kemungkinan korban serta kerugian material.
BPBD juga mengedukasi masyarakat mengenai kondisi musim saat ini. Menurut rilis BMKG yang dikutip BPBD, sebagian wilayah Indonesia tengah memasuki kemarau basah, sehingga hujan masih berpotensi terjadi sebelum puncak kemarau yang diprediksi pada Agustus—September 2026.
"Untuk itu kita terus melakukan imbauan bagi masyarakat agar selalu waspada dengan potensi bencana alam," jelas Samudra, menegaskan bahwa komunikasi risiko menjadi bagian penting dari tugas BPBD Cianjur.
BPBD Cianjur telah melakukan pemantauan cuaca, pemetaan risiko, logistik kesiapsiagaan, dan komunikasi publik. Meski tidak ada bencana besar yang terjadi saat ini, langkah-langkah proaktif menjadi kunci perlindungan masyarakat. Sinergi antara BPBD, BMKG, pemerintah daerah, dan warga akan menentukan seberapa baik Cianjur mampu menahan dampak cuaca ekstrem yang masih berpotensi berlangsung. (dens).











