- Diskumdagin Cianjur Akselerasi UMKM Naik Kelas: Bantuan Alat Usaha 2026 Jadi Katalis Produktivitas
- Bupati Cianjur Kukuhkan H. Denny Saeful Rohman Jadi Ketua BAZNAS Periode 2026-2031
- AMAM IBNU Al-MUSHTLOPA *PILAR KEADILAN PADA HARTA YANG DITITIPKAN* _Catatan Awal Menjemput Amanat Ba
- Beras 30 Kilogram untuk 389 Ribu Warga: Bulog Sukses Salurkan Bantuan Pangan di Cianjur
- Diskominfo Cianjur Perkuat Dampak Digital Menuju Pelayanan Publik yang Lebih Baik
- Revitalisasi SMP PGRI Cikalongkulon: Sekolah Baru, Semangat Belajar Baru
- DPPKBP3A Cianjur Dukung Gerakan Wakaf Buku untuk Perkuat Budaya Baca
- Harhubnas ke-55, Memperkuat Konektivitas Transportasi di Cianjur
- DPPKBP3A Cianjur Raih Penghargaan Kampung KB dan Rumah Data Kependudukan
- Jejak Hilman Saukani Membawa BAZNAS Cianjur Lebih Transparan dan Dipercaya
Bobroknya Akhlak Oknum Dishub Kabupaten Bogor

Keterangan Gambar : Penulis artikel, Torik Imanurdin.
Pinusnews.id - Akhir-akhir ini, publik dikejutkan dengan kabar memalukan dari Kabupaten Bogor. Program mulia yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), untuk memberikan kompensasi kepada para sopir angkot agar tidak beroperasi selama masa mudik demi kelancaran lalu lintas, justru dicederai oleh ulah oknum tak bermoral dari Dinas Perhubungan (Dishub).
Dana yang seharusnya diterima penuh oleh sopir, dipotong secara sepihak. Tidak tanggung-tanggung, aduan langsung dari para sopir kepada KDM membuat beliau murka dan berjanji akan menuntaskan kasus ini hingga ke akar-akarnya.
Ironis dan menyakitkan. Bantuan langsung dari Gubernur pun tega dikorupsi, apalagi dana-dana yang tidak terpantau. Ini bukan sekadar soal uang yang dipotong, tapi cermin dari akhlak bobrok dan mental korup yang telah menjalar hingga ke urat nadi birokrasi.
Baca Lainnya :
- Polres Cianjur Ringkus Pengedar Obat Terlarang
- Resmi, Forum Komunikasi Komite Sekolah Cianjur Gelar Deklarasi
- Ecky Bersama Tim Relawan Salurkan Bantuan Sembako dan Penyuluhan di Cianjur
- Ini Harapan Pjs Bupati Cianjur, Saat Menghadiri Konfercab HMI ke XIII
- Razia ke Karaoke, Polres Cianjur Amankan Enam Orang Pemakai Narkoba
Di saat rakyat kecil bertahan hidup dari setoran harian, oknum ini tega menggerogoti hak mereka demi beberapa lembar rupiah. Demi rupiah, dia gadaikan rasa malunya. Otaknya tidak dipakai, dan hatinya tertutup rapat oleh kerak kerakusan.
Lebih ironis lagi, ini adalah program yang diawasi netizen, disorot media, dan diviralkan oleh masyarakat karena tujuannya baik dan dampaknya nyata: mengurai kemacetan saat mudik. Bila program seviral ini saja berani dia korupsi, bisa dibayangkan bagaimana kelakuannya terhadap program-program yang luput dari perhatian publik.
Inilah potret nyata dari penyakit akut birokrasi: mental korup, akhlak minus, dan integritas nol. Sudah saatnya pejabat semacam ini tidak hanya dipecat, tapi juga diproses secara hukum dengan tegas.
Memang harus diproses secara hukum agar menjadi pelajaran bagi semua, bahwa mengkhianati amanah publik bukan sekadar pelanggaran administratif, tapi penghianatan terhadap kepercayaan rakyat dan kehormatan jabatan.
Jangan biarkan uang haram mengalir dari tangan-tangan yang harusnya mengabdi. Karena jika yang dibayar adalah pengkhianatan, maka harga dirinya sudah tak bersisa. (Torik Imanurdin).











