- Gunakan Dana Pribadi, Gubernur KDM Gelar Sayembara Tangkap Penjahat Jalanan di Jabar
- DPMPTSP Cianjur: Investasi Tembus Rp1,33 Triliun pada Semester Pertama 2026
- Bupati Wahyu Resmikan Peluncuran AMDK Perumdam Tirta Mukti Cianjur
- Bidang SMP Disdikpora Cianjur, Sukses Penerimaan Siswa Baru Sekolah Nasional Terintegrasi
- SEATRC 2026 di Cianjur: Lari Lintas Alam Bawa Atlet Asia Tenggara Dorong Pariwisata Lokal
- Epa Fatihah Dinobatkan Sebagai Menteri Kehebohan Wisata Keluarga Bani Asyari
- Perhutani KPH Cianjur Perkuat Sinergi dengan Kejari untuk Pengelolaan Hutan yang Akuntabel dan Berke
- BPBD Cianjur Percepat Distribusi Air Bersih: Respons Hadapi Kekeringan Musim Kemarau
- Bupati Cianjur: Art Space The Unreal Playroom, Kreativitas dan Ekonomi Kreatif Lokal
- Bagian Umum dan Keuangan Sekda Cianjur Gelar Rekonsiliasi Semester 2026
Batik Diera Digital, Mengapa Tidak?

Keterangan Gambar : Keterangan Gambar : Produk karya Rajafa Creations
pinusnews.id Cianjur -Perkembangan jaman semakin pesat, dari yang sifatnya tradisional maupun yang menggunakan teknologi digital.
Tidak bisa menapikan hal tersebut dan mau tak mau harus mengikuti kemajuan jaman dan perobahan peradaban, khususnya di bidang kreatifitas.
Baca Lainnya :
- Komunitas Colony Cianjur Gelar Bhakti Sosial
- BUNG KARNO SEBAGAI GURU SANGAT \"STRENG\"
- Bupati Cianjur Lantik Para Kepala Desa di Wilayah Kecamatan Karangtengah
- Koramil Jajaran Kodim 0608/Cianjur Pantau SPBU Pasca Kenaikan BBM
- Kiat Mudah Meningkatkan Kecintaan Literasi
Pada akhirnya, semuanya menjadi sebuah pilihan, masih menyukai dan menggunakan hasil produk tradisional maupun produk digital, karena hanya dua konsep memajukan kreatifitas seni dan budaya, yakni pelestarian dan pengembangan.
Kreatifitas itu salah sstunya adalah produk Batik, melalui proses manual yaitu batik tulis atau canting dan batik cap, yang merupakan bagian dari pelestarian seni budaya, dan tetap mempertahankan keasliannya dalam proses pembuatannya.
Kemajuan teknologi dan pengembangan produksi pun merambah dunia 'perbatikan' yang menggunakan proses handprinting atau machine printing (seperti sablon), dengan kelebihannya yaitu bisa memproduksi secara massal.
Saat ini memasuki era digital pun mempengaruhi prose produksi batik, yaitu batik digital melalui proses printing sublimasi, dimana ada beberapa kelebihan tersendiri yaitu kualitas warna yang bisa 'fullcolors' juga tak mudah luntur. Selain itu juga bisa produksi satuan atau secara massal.
Sebenarnya ini bukan masalah persaingan usaha dan kreatifitas, tapi pada akhirnya kembali lagi ke masyarakat, apakah mau tetap menggunakan produk tradisional ataukah produk digital?
Sementara masing-masing orang punya minat dan kesukaan serta disesuaikan dengan kondisi keuangan.
Dunia usaha dan kreatifitas akan terus semakin berkembang, tergantung kita menyikapinya. (Faluzia Julian).











