Bapenda Cianjur dan Strategi Pepeling: Permudah Pembayaran, Genjot Pendapatan

31 Agu 2026, 10:54:34 WIB Cianjur
Bapenda Cianjur dan Strategi Pepeling: Permudah Pembayaran, Genjot Pendapatan

Keterangan Gambar : Para petugas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Cianjur, saat melakukan sosialisasi kepada masyarakat. (Foto: Dok. Bapenda Cianjur).


Pinusnews.id - Bapenda Cianjur tak sekadar menunggu wajib pajak datang ke kantor. Dengan program Pelayanan Pajak Keliling, atau yang akrab disebut Pepeling, institusi ini memilih mendekat, tepatnya hadir di lingkungan warga pada hari libur. Ide sederhananya efektif bagi banyak orang yang bekerja di hari kerja sulit mengurus pajak, maka pelayanan dipindahkan ke waktu mereka luang, yaitu Sabtu dan Minggu.

Sekretaris Bapenda Kabupaten Cianjur, Dendi Kristanto, menjelaskan bahwa tujuan Pepeling dua sisi sekaligus. Pertama, memberi kemudahan layanan bagi masyarakat, khususnya para pekerja yang hanya punya waktu di akhir pekan.

"Pelayanan Pajak Keliling (Pepeling) ini dilakukan di hari libur kerja, dalam rangka mendekatkan pelayanan pajak kepada masyarakat, khususnya masyarakat pekerja yang hanya memiliki waktu di hari Sabtu dan/atau Minggu untuk mengurus dan/atau pembayaran pajak," ujarnya.

Baca Lainnya :

Kedua, program ini diarahkan untuk mengoptimalkan realisasi pendapatan daerah, terutama dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Upaya Bapenda Cianjur menunjukkan pemahaman praktis terhadap kebutuhan warga yakni pelayanan publik yang baik sering kali adalah pelayanan yang mudah diakses pada waktu yang tepat. Dengan hadir pada akhir pekan, Pepeling membuka akses bagi wajib pajak yang selama ini terkendala jam kerja, sehingga potensi tunggakan atau penundaan pembayaran bisa diminimalkan.

Berkaitan dengan persoalan tersebut Dendi menegaskan harapan itu, "Pepeling ini dilakukan dalam rangka meningkatkan capaian realisasi pendapatan pajak daerah dari sektor PBB."

Sejauh ini, Bapenda Cianjur memilih strategi realistis soal target seperti tidak memasang angka kaku untuk setiap kegiatan Pepeling, melainkan mengoptimalkan potensi di lokasi pelayanan.

"Targetnya seoptimal mungkin, namun tidak ada angka tertentu," kata Dendi. Sikap ini mengindikasikan fleksibilitas manajerial yang fokus pada pelayanan dan pemanfaatan peluang, daripada mengejar target bulat yang kadang kontraproduktif.

Soal hasil, capaian penerimaan dari setiap pelaksanaan Pepeling bervariasi, namun tetap menjanjikan. Menurut Dendi, rata‑rata penerimaan sekitar Rp15 juta per kegiatan; beberapa kali angka itu melampaui Rp25 juta, sementara pada kesempatan lain turun di bawah Rp10 juta. 

Fluktuasi ini wajar mengingat lokasi, waktu pelaksanaan, dan profil wajib pajak yang dilayani berbeda-beda. Namun angka rata‑rata tersebut memperlihatkan bahwa inisiatif ini bukan sekadar simbolik, namun Pepeling memberi kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah.

Dengan langkah seperti Pepeling, Bapenda Cianjur menunjukkan dua hal penting yaitu komitmen pada pelayanan publik yang ramah waktu dan tempat, serta keberanian untuk bereksperimen dengan model layanan yang menyesuaikan pola hidup warga. Program ini relevan bagi daerah lain yang ingin meningkatkan kepatuhan dan realisasi pajak tanpa menambah beban administratif bagi masyarakat. 

Pepeling membuktikan bahwa kesederhanaan hadir ketika dan di mana warga butuh bisa menjadi alat efektif untuk meningkatkan penerimaan daerah sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pelayanan pemerintahan. (dens).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment