- Dinas TPHP Cianjur Hadirkan Sekolah Lapang Alsintan dan Traktor untuk Produktivitas Para Petani
- BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Jabar Alami Musim Kemarau Lebih Kering
- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
- Sinergi Kampus dan Desa: KKN UIN Bandung Wujudkan Pembangunan Partisipatif di Cianjur
- Metty Triantika: Gentengisasi Peluang Emas Ekonomi Lokal di Tengah Peningkatan Kualitas Hidup
- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
- Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Antariksa, hingga Pendidikan
- Transformasi Digital Cianjur: Pelatihan AI ASN untuk Layanan Publik yang Lebih Baik bagi Masyarakat
Jalan Rusak Agrabinta: Urat Nadi Perekonomian yang Terputus di Cianjur

Keterangan Gambar : Penampakan ruas jalan penghubung antar desa yang rusak parah di wilayah Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur.
Pinusnews.id - Kondisi jalan penghubung antar desa di Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur, kini memprihatinkan luar biasa. Kerusakan parah yang melanda hampir sepanjang ruas jalan telah melumpuhkan akses transportasi warga secara total. Jalan ini tidak lagi ramah bagi kendaraan roda dua maupun roda empat, terutama ketika musim hujan datang membawa banjir lumpur dan genangan yang tak terkendali.
Jalan desa sepanjang kurang lebih 5.000 meter ini merupakan akses vital yang menghubungkan Desa Neglasari dengan Desa Bunisari dan Desa Mulyasari. Melintasi beberapa kampung penting, seperti Kampung Citiis RT 01 RW 01, Kampung Cisaradat RT 04 RW 02, dan Kampung Cimapag RT 03 RW 02. Kerusakan juga merembet ke Kampung Pasirsireum, Sukamulya RT 12 RW 06 hingga Kampung Cikahuripan, Sukasari RT 14 RW 06. Kepala Desa Neglasari, Nasihin, menggambarkan kondisi ini dengan jelas saat berbicara pada Jumat (19/12/2025).
“Kerusakan jalan ini sudah sangat parah. Warga terpaksa memperlambat laju kendaraan, bahkan banyak yang memilih memutar jauh demi menghindari kecelakaan,” ujar Nasihin.
Baca Lainnya :
- Awas Hati-Hati, Ada Oknum Satpol PP Cianjur Lakukan Penipuan
- Kontes Burung Bergengsi di Pendopo Tumaritis Cianjur
- Dishub Cianjur Pasang CCTV di 8 Titik, 24 Jam Pantau Lalu-Lintas
- Geger, di Sebuah Kosan seorang Pria Meninggal, yang Wanita Kritis
- Meski Dananya Minim, Berani Rombak Kantor, Hasilnya..Wow Keren!
Dampaknya bukan sekadar ketidaknyamanan sehari-hari, melainkan pukulan telak bagi kehidupan warga. Saat hujan turun, jalan praktis tak bisa dilewati sama sekali, memicu insiden berulang yang mengancam keselamatan.
“Sudah sering motor jatuh, mobil pun banyak yang mogok. Kalau hujan, jalan benar-benar tidak bisa digunakan,” tambahnya.
Lebih dari itu, kerusakan ini melumpuhkan roda perekonomian masyarakat agraris. Para petani kesulitan mengangkut hasil panen ke pasar, sementara kendaraan logistik enggan melintas dan memilih rute memutar yang lebih panjang. Mobilitas terganggu, akses pendidikan dan kesehatan pun terhambat, menciptakan lingkaran setan kemiskinan di pedalaman Cianjur.
“Kerusakan jalan ini bukan hanya menghambat mobilitas, tapi juga memukul ekonomi masyarakat. Hasil pertanian sulit dipasarkan,” jelas Nasihin.
Pemerintah Desa Neglasari menyadari keterbatasan anggaran desa untuk menangani masalah ini. Perbaikan sementara sudah terbukti sia-sia, dan kini diperlukan intervensi serius dari tingkat kabupaten maupun provinsi.
“Kami meminta perhatian serius dari Pemkab Cianjur dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Jalan ini merupakan akses vital antar desa dan menjadi urat nadi perekonomian masyarakat,” tegasnya.
Hingga kini, belum ada kepastian jadwal perbaikan. Warga Agrabinta hanya bisa berharap pemerintah segera bertindak, bukan lagi menunda-nunda. Jalan rusak ini bukan hanya lubang di aspal, melainkan retakan dalam fondasi pembangunan pedesaan—sebuah pengingat bahwa infrastruktur yang terabaikan bisa memutus harapan seluruh komunitas. (tim dens).











