- Dr. Euis Latifah, M.Pd. Raih Penghargaan sebagai Dosen Inovatif dalam ToT Perma Pendis 2026
- Rektor IAI Al-Azhary Raih Perma Pendis Award 2026 sebagai Rektor Visioner di Tengah Kegiatan ToT
- BAZNAS Cianjur Apresiasi UPZ IGTKI-PGRI Sukses Tingkatkan ZIS
- Koperasi Merah Putih: Jembatan Kemandirian Ekonomi Cianjur Menuju Kesejahteraan Nyata
- Bupati Wahyu dalam Rembug Warga Cianjur: Langkah Nyata Menuju Kesejahteraan Inklusif
- Cari Solusi Agar Gaji Guru Honorer Dibayar, KDM Segera Temui Menteri PAN-RB
- Panggil Kapolri, Presiden Prabowo Bahas Keamanan Nasional dan Program Strategis Polri
- Kesuksesan Bidang SMP Disdikpora Cianjur dalam Menggelar Tes Kemampuan Akademik 2026
- Bupati Wahyu: Koperasi Pilar Utama Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Cianjur
- Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) Siap Dibangun di Jawa Barat Mulai Juni 2026
Yusman Faisal: Kasus DBD, Sampai Bulan Nopember 2024 Tercatat 10 Orang Meninggal Dunia

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal.
Pinusnews.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, mencatat hingga bulan Nopember terdapat 2024 terdapat 10 orang yang meninggal dunia dari 1.720 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Cianjur.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinkes Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal, jumlah kasus DBD tersebut berdasarkan rekapitulasi data selama 10 bulan terakhir dan menilai jumlah kasusnya relatif cukup signifikan.
"Untuk kasus DBD tahun ini memang meningkat cukup tajam dibanding tahun sebelumnya. Kondisi ini dipicu karena perubahan iklim dari kemarau ke hujan. Sehingga kita harus tetap waspadai," ujar Yusman.
Baca Lainnya :
- Sehat Mahal Harganya, Penyebaran Covid-19 Bisa Dicegah Penerapan Disiplin 3M
- Arus Lalulintas Sempat Terganggu, Akibat Pohon Besar Tumbang di Pacet Cianjur
- Direktur Jendral PKTN Kunjungi Pasar Rakyat Cipanas Menuju sertifikasi SNI.
- Dudi Tegaskan ASN di Cianjur Harus Netral di Pilkada 2020
- Sejumlah Kampung di Agrabinta Cianjur Dikepung Banjir dan Longsor
Yusman Faisal juga mengatakan, peralihan dari musim kemarau ke musim hujan membuat kondisi suhu pun berubah.
"Tentunya patut waspada terhadap beberapa penyakit yang biasa muncul saat pancaroba, terlebih momen-momen panas ke musim hujan biasanya DBD cukup merebak," tegas Yusman Faisal.(dens).











