- SENJA Cianjur Diluncurkan: Sekolah untuk Membuat Lansia Sehat, Mandiri, dan Produktif
- Bupati Cianjur Ajak MUI Kolaborasi Perkuat Pembinaan Keagamaan dan Layanan Publik
- Kejar Target Angka Harapan Hidup, Jabar Siap Sukseskan Program KITA SEHAT
- Cianjur Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan 3 Bulan, BPBD Tangkas Koordinasi Mitigasi dan Bantuan
- BAZNAS Cianjur Perbaiki Rutilahu: Dua Keluarga Terima Bantuan Rp25 Juta
- Disdikpora Cianjur Perkuat Pengawasan BOS Kinerja, 210 Kepala Sekolah Ikuti Sosialisasi
- Perumdam Tirta Mukti Cianjur: Musim Kemarau Panjang, Pasokan Air Bersih Menipis
- DPUTR Cianjur Perkuat Integritas: Sosialisasi Anti-Gratifikasi untuk Pelayanan Publik yang Bersih
- Kerja Skala Besar di Mekarmukti: Progres TMMD Ke-129 Kodim 0608/Cianjur Capai Banyak Titik
- Relokasi SDN Pasirkelewih Bikin Akses Belajar Lebih Dekat dan Nyaman
Yusman Faisal: Kasus DBD, Sampai Bulan Nopember 2024 Tercatat 10 Orang Meninggal Dunia

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal.
Pinusnews.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, mencatat hingga bulan Nopember terdapat 2024 terdapat 10 orang yang meninggal dunia dari 1.720 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Cianjur.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinkes Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal, jumlah kasus DBD tersebut berdasarkan rekapitulasi data selama 10 bulan terakhir dan menilai jumlah kasusnya relatif cukup signifikan.
"Untuk kasus DBD tahun ini memang meningkat cukup tajam dibanding tahun sebelumnya. Kondisi ini dipicu karena perubahan iklim dari kemarau ke hujan. Sehingga kita harus tetap waspadai," ujar Yusman.
Baca Lainnya :
- Sehat Mahal Harganya, Penyebaran Covid-19 Bisa Dicegah Penerapan Disiplin 3M
- Arus Lalulintas Sempat Terganggu, Akibat Pohon Besar Tumbang di Pacet Cianjur
- Direktur Jendral PKTN Kunjungi Pasar Rakyat Cipanas Menuju sertifikasi SNI.
- Dudi Tegaskan ASN di Cianjur Harus Netral di Pilkada 2020
- Sejumlah Kampung di Agrabinta Cianjur Dikepung Banjir dan Longsor
Yusman Faisal juga mengatakan, peralihan dari musim kemarau ke musim hujan membuat kondisi suhu pun berubah.
"Tentunya patut waspada terhadap beberapa penyakit yang biasa muncul saat pancaroba, terlebih momen-momen panas ke musim hujan biasanya DBD cukup merebak," tegas Yusman Faisal.(dens).











