- BKAD Cianjur: Pakta Integritas Perkokoh Tata Kelola Keuangan Daerah yang Transparan dan Akuntabel
- Dari Apel Pagi ke Aksi Nyata: Disperkim Cianjur Tunjukkan Wajah Kemanusiaan
- DPMPTSP Cianjur Hadirkan Layanan Pendidikan, Percepat Izin Operasional Sekolah
- DPRD Cianjur Gelar Rapat Paripurna: Jawaban Eksekutif atas Pandangan Umum Fraksi
- Hilman Saukani: BAZNAS dan Dekopinda Merajut Sinergi Zakat yang Menggerakkan Umat
- Ruhli Solehudin: Sekolah Rakyat Cianjur Masih Pending, Lahan 10 Hektare Jadi Kendala Utama
- Dari Abu Menuju Harapan: Aksi Cepat PMI Cianjur Lindungi Warga di Tengah Hujan Vulkanik
- Disdikpora Cianjur: Imbau Warga Sekolah dari Abu Vulkanik dengan Pembelajaran Daring
- Lewat SADA Jabar, Sekda Herman Dorong Kepala Desa Aktif Tingkatkan IPM
- 282 Ruang Kelas yang Hilang: Potret Kesenjangan Infrastruktur SMP di Cianjur
Yusman Faisal: Kasus DBD, Sampai Bulan Nopember 2024 Tercatat 10 Orang Meninggal Dunia

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal.
Pinusnews.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, mencatat hingga bulan Nopember terdapat 2024 terdapat 10 orang yang meninggal dunia dari 1.720 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Cianjur.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinkes Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal, jumlah kasus DBD tersebut berdasarkan rekapitulasi data selama 10 bulan terakhir dan menilai jumlah kasusnya relatif cukup signifikan.
"Untuk kasus DBD tahun ini memang meningkat cukup tajam dibanding tahun sebelumnya. Kondisi ini dipicu karena perubahan iklim dari kemarau ke hujan. Sehingga kita harus tetap waspadai," ujar Yusman.
Baca Lainnya :
- Sehat Mahal Harganya, Penyebaran Covid-19 Bisa Dicegah Penerapan Disiplin 3M
- Arus Lalulintas Sempat Terganggu, Akibat Pohon Besar Tumbang di Pacet Cianjur
- Direktur Jendral PKTN Kunjungi Pasar Rakyat Cipanas Menuju sertifikasi SNI.
- Dudi Tegaskan ASN di Cianjur Harus Netral di Pilkada 2020
- Sejumlah Kampung di Agrabinta Cianjur Dikepung Banjir dan Longsor
Yusman Faisal juga mengatakan, peralihan dari musim kemarau ke musim hujan membuat kondisi suhu pun berubah.
"Tentunya patut waspada terhadap beberapa penyakit yang biasa muncul saat pancaroba, terlebih momen-momen panas ke musim hujan biasanya DBD cukup merebak," tegas Yusman Faisal.(dens).











