- Pasar Muka Cianjur Bersiap Naik Kelas, Diskumdagin Dorong Wajah Baru Perdagangan
- Disdikpora Cianjur Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Pererat Ukhuwah Islamiyah
- Wagub Jabar Targetkan Seluruh Masyarakat Jabar Terdaftar Perlindungan Sosial Digital pada 2027
- Bapperida Cianjur Gerakkan Reformasi Birokrasi 2026 Lewat Desk Verifikasi dan Monitoring
- Semangat Sportivitas, Perumdam Tirta Mukti Cianjur Apresiasi HAORNAS 2026
- Menyambung Harapan: Kinerja Dinas PUTR Cianjur Wujudkan Jalan Padasuka–Cireundeu untuk Masyarakat
- BKAD Cianjur: Pakta Integritas Perkokoh Tata Kelola Keuangan Daerah yang Transparan dan Akuntabel
- Dari Apel Pagi ke Aksi Nyata: Disperkim Cianjur Tunjukkan Wajah Kemanusiaan
- DPMPTSP Cianjur Hadirkan Layanan Pendidikan, Percepat Izin Operasional Sekolah
- DPRD Cianjur Gelar Rapat Paripurna: Jawaban Eksekutif atas Pandangan Umum Fraksi
Y.B Mangunwijaya Tokoh Penulis Indonesia

Keterangan Gambar : Salah satu karya tulisan J.B. Mangunwijaya.
pinusnews.id Cianjur- Beliau lahir pada 6 Mei 1929 di Ambararawa, Jawa Tengah. Dan tamat belajar di Institut Filsafat dan Theologi 'Sancti Pauli' Yogyakarta pada tahun 1959. Kemudian beliau menerima Diploma-Ingenieur dari Sekolah Teknik Rhein-Westfalen, Aachen, Jerman tahun 1966. Disamping itu, tokoh penulis ini juga pernah mengikuti Fellowship Aspen Institut for Humanistic Studies di Aspen, Corolado, Amerika Syarikat.
Adapun hasil karya beliau ialah Romo Raherdi, Burung-burung Manyar, Roro Mendut, Ikan-ikan Hiu, Ido, Homa, Balada Becak, Cenduk Duku, Lusi Lindri, dan Burung-burung Rantau. Selain itu kumpulan eseinya ialah Patung-patung Roro Mendut, Di Bawah Bayang-bayang Adikuasa, Menumbuhkan Sikap Religius Anak, Putri Duyung yang Mendamba, Renungan Filsafat Hidup Manusia Modern, dan Esei-esei Orang Republik. Bukunya yang lain ialah Pasal Penghantar Fisikal Bangunan, Wasrucitra, Estetika Arsitektural dan Teknologi dan Dampak Kebudayaan I dan II, selaku editor pada tahun 1983 hingga tahun 1985.
Novelnya yang paling banyak mendapat perhatian ialah Burung-burung Manyar. Novel ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang, Arasi no Naka no Manyar pada tahun 1987, bahasa Belanda, Het Boek van de Weverogel tahun 1987, dan bahasa Inggris, The Weaverbirds pada tahun 1991.
Baca Lainnya :
- Presiden Joko Widodo Bertandang ke Istana Laeken, Brussels
- Kepala BNPB : 8 Korban Belum Ditemukan, Kondisi Logistik Menipis
- Kadis Perkim Cianjur Terima Kunjungan Komisi C DPRD
- Kadiskoperindagin Dampingi Bupati Survei Harga Komoditas di Pasar
- Babinsa Masuk Dapur Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Y.B Mangunwijaya menerima beberapa anugerah. Diantaranya hadiah hiburan Sayembara Kincir Emas Radio Nederland Wereldomroep pada tahun 1975 melalui cerpennya 'Kapten Tahir.' Hadiah Sastra Dewan Kesenian Jakarta tahun 1982 melalui kumpulan eseinya, Sastra dan Religiositas dan novelnya, Burung-burung Manyar pada tahun 1981 pun memenangi Hadiah Sastra ASEAN pada tahun 1983. (Habidah Hj Nordin-Sejaran dan Peristiwa).











