- Yeti Nurhayti: Dari Dapur Rumah Makan ke Panggung Politik, Membawa Mimpi Besar untuk Ekonomi Cianjur
- Pemkab Cianjur Tegaskan Program JKN Berlanjut dan Perbaiki Data untuk Layanan Lebih Tepat
- Kolam Labuh Jayanti: Akhir Penantian Nelayan untuk Perlindungan Perahu
- Dinas Pangan Cianjur Aktif Dukung Siraman Rohani untuk Bangun SDM Berakhlak
- Perumdam Tirta Mukti Cianjur Tingkatkan Pelayanan saat Kemarau, Menjaga Pasokan Air
- DPUTR Cianjur Perkuat Pelayanan Publik lewat Keputusan Konseling Pelayanan
- Pemprov Jabar Kawal Pelaksanaan Program 3 Juta Rumah Agar Sejahterakan Rakyat
- Demo di Cianjur Memanas, KH Deni Saepul Rohman: LGBT Bukan Perbedaan Tapi Penyimpangan
- Polres Cianjur Kirim Truk Tangki 5.000 Liter untuk Warga Krisis Air di Kampung Cibolang
- BGN Tetapkan Batas 10 Agustus untuk SLHS Dapur MBG: Sanksi Tutup Permanen jika Tak Memenuhi
Wi-Fi Gratis untuk Sekolah Cianjur: Realisasi 50% di Tengah Tantangan Blank Spot

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Ruhli Solehudin.
Pinusnews.id - Di era digitalisasi pendidikan yang kian pesat, akses internet menjadi pondasi utama bagi transformasi pembelajaran. Kabupaten Cianjur, melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora), telah melangkah nyata mewujudkan program Wi-Fi gratis untuk sekolah-sekolah di wilayahnya. Klaim realisasi sekitar 50 persen ini bukan sekadar angka, melainkan bukti komitmen lokal yang didukung kolaborasi pusat-daerah, meski tantangan blank spot masih mengintai.
Kepala Disdikpora Cianjur, Ruhli Solehudin, menjelaskan bahwa pada akhir 2024, timnya telah mengidentifikasi zona-zona sekolah yang kekurangan akses internet. “Sesuai dengan program Pemkab Cianjur, sesuai visi dan misi, Alhamdulillah pada akhir tahun 2024 kita sudah memetakan zona sekolah blank spot, atau yang tidak bisa mengakses internet sama sekali,” katanya di Cianjur belum lama ini.
Tahun 2025 menjadi momentum eksekusi, dengan pemasangan akses internet di berbagai sekolah. “Tahun 2025 kemarin kita sudah memaping dan Alhamdulillah sudah setengahnya program yang sudah dicanangkan terealisasi untuk program Wi-Fi gratis,” ujarnya.
Baca Lainnya :
- Kapolsek Sukaluyu : Pencarian Aji Korban Tenggelam Akan Terjunkan Tim SAR Bandung
- Belum Ditemukan, Aji Prasetyo Tenggelam di Leuwi Lengsir, Sukaluyu
- Politisi Partai Nasdem, Rela Sisihkan Gaji Untuk Jompo dan Anak Yatim
- Dodit Ardian Penjabat Sekda Cianjur Gantikan Cecep Alamsyah
- Satpol PP Cianjur Gelar Operasi Yustisi
Kolaborasi lintas tingkat pemerintahan menjadi kunci sukses parsial ini. Disdikpora hanya menyediakan titik koordinat lokasi sekolah, sementara verifikasi dan penentuan kapasitas jaringan dilakukan pihak pusat setelah survei lapangan. “Adapun sumbernya kita telah berkoordinasi dan berkolaborasi dengan pemerintah pusat. Alhamdulillah untuk daerah Naringgul dan Cikadu itu sudah terlayani sebagian sekolah untuk mendapatkan akses internet,” jelas Ruhli.
Program ini menjangkau semua jenjang, dari SD, SMP, hingga pendidikan kesetaraan. “Tingkatannya semua, dari SD, SMP sampai kesetaraan,” imbuhnya. Rata-rata, setiap lokasi mendapat kapasitas sekitar 150 dari kementerian terkait, meski disesuaikan kondisi medan yang beragam.
“Untuk jumlahnya kemarin kalau tidak salah perhitungan, karena kita hanya memberikan titik koordinat kemudian mereka mengklarifikasi langsung ke lapangan, jadi mereka yang menentukan besar kecilnya. Karena setiap lokasi akan berbeda. Tapi rata-rata dari kementerian itu sekitar 150,” ungkapnya.
Manfaat Wi-Fi gratis ini tak ternilai, terutama ketika pendidikan bergantung pada aplikasi digital. “Tentu Wi-Fi gratis ini sangat penting sekali, karena sekarang dengan perkembangan era digitalisasi dan komunikasi, semua satuan pendidikan berbasis aplikasi,” tegas Ruhli.
Akses ini memungkinkan guru dan siswa mengikuti regulasi terkini, mengelola tata kelola sekolah, dan mengoptimalkan proses belajar mengajar. “Sehingga pelayanan di setiap satuan pendidikan bisa mengakses seluruh regulasi maupun tata kelola dan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan aturan,” tandasnya.
Ruhli juga menyampaikan apresiasi mendalam: “Kami sangat berterima kasih kepada program pemerintah pusat maupun kabupaten/kota untuk melaksanakan program internet gratis ini."
Meski begitu, perjalanan belum usai. Disdikpora berkomitmen memantau program ini, termasuk di wilayah rawan seperti Cianjur Selatan dan perbatasan Cipanas-Bogor. “Kita tetap memantau program ini, karena jangankan di Cianjur Selatan, kemarin saat kunjungan pak Menteri di daerah Cipanas yang berbatasan dengan Bogor itu juga masih ada wilayah blank spot,” jelasnya.
Keberhasilan 50 persen ini menjadi harapan baru bagi pendidikan Cianjur, sekaligus pengingat bahwa kolaborasi dan pemantauan berkelanjutan adalah kunci mengatasi kesenjangan digital di pelosok negeri. (dens).











