- Dr. Euis Latifah, M.Pd. Raih Penghargaan sebagai Dosen Inovatif dalam ToT Perma Pendis 2026
- Rektor IAI Al-Azhary Raih Perma Pendis Award 2026 sebagai Rektor Visioner di Tengah Kegiatan ToT
- BAZNAS Cianjur Apresiasi UPZ IGTKI-PGRI Sukses Tingkatkan ZIS
- Koperasi Merah Putih: Jembatan Kemandirian Ekonomi Cianjur Menuju Kesejahteraan Nyata
- Bupati Wahyu dalam Rembug Warga Cianjur: Langkah Nyata Menuju Kesejahteraan Inklusif
- Cari Solusi Agar Gaji Guru Honorer Dibayar, KDM Segera Temui Menteri PAN-RB
- Panggil Kapolri, Presiden Prabowo Bahas Keamanan Nasional dan Program Strategis Polri
- Kesuksesan Bidang SMP Disdikpora Cianjur dalam Menggelar Tes Kemampuan Akademik 2026
- Bupati Wahyu: Koperasi Pilar Utama Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Cianjur
- Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) Siap Dibangun di Jawa Barat Mulai Juni 2026
Tahun 2024 Dinkes Cianjur Catat Ribuan Pasien TBC Sembuh Berobat di Rumah Sakit dan Puskesmas

Keterangan Gambar : Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Frida Laila Yahya.
Pinusnews.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat sepanjang tahun 2024 sekitar 6.598 pasien dengan kasus Tuberkulosis (TBC) dinyatakan sembuh setelah menjalani pengobatan secara rutin di rumah sakit atau puskesmas.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Cianjur Frida Laila Yahya di Cianjur, belum lama ini, mengatakan pengobatan pasien TBC ditanggung negara sehingga tidak dikenakan biaya, selama penanganan dijamin Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
"Pengentasan TBC masuk dalam program strategis nasional melalui Temukan TBC Obati Sampai Sembuh (TOSS TB), obatnya gratis ketika menjalani pengobatan di rumah sakit atau puskesmas, yang memiliki pelayanan TBC," tuturnya.
Baca Lainnya :
- Akibat Sosialisasi Kurang Gencar, Ada Warga Pinggiran Cianjur Tak Tahu Pilkada
- Kini di Cianjur Hadir Layanan Virtual Grab Driver Center
- Polsek Mande Semangati Warga Ajakan 3M, Ini Tujuannya
- Waduh, Warga Dua Desa di Naringgul Cianjur Keluhkan Proyek Jalan Mangkrak
- Masa Pandemi Corona, Ini Kepedulian Sosial Anggota Komisi XI DPR RI Ecky
Pasien akan menerima obat secara rutin selama enam bulan sampai sembuh, mereka diberikan fixed-dose combination antituberculosis, yang mengandung empat macam jenis obat dalam satu tablet.
Sehingga dalam waktu tertentu, selama menjalani pengobatan pasien akan mendapat evaluasi kesehatan dengan cara diperiksa dahaknya, setelah rutin mengkonsumsi obat setiap harinya tanpa terlewat, hingga tidak mengalami resisten.
"Kalau pasien mengalami resisten, maka obat yang diberikan selanjutnya akan berubah menjadi TBC resisten, yang jumlahnya lebih banyak dan durasi pengobatan akan menjadi sangat lama," imbuhnya.
Pihaknya juga mencatat selama beberapa tahun terakhir tingkat kesembuhan pasien TBC meningkat, seperti pada tahun 2023 dimana jumlah angka kesembuhan mencapai 7.798 pasien, sedangkan pasien meninggal 133. Sementara pada tahun 2024 pasien meninggal karena TB 110 orang.
"Harapannya tahun ini tidak ada peningkatan, namun kesembuhan terus bertambah seiring sosialisasi, yang digencarkan guna menekan angka penularan TBC, termasuk melakukan pemeriksaan secara acak terhadap orang terdekat, terutama keluarga," jelasnya.
Frida pun menambahkan, TBC mudah menular karena penyebaran bakteri Mycobacterium tuberculosis dapat melalui udara atau airbone seperti bersin, batuk, atau faktor lainnya, sehingga pasien dalam masa pengobatan diminta selalu menggunakan masker. (dens).











