SPIRIT HIJRAH MELAWAN KEBODOHAN

30 Jun 2025, 06:43:35 WIB PERISTIWA
SPIRIT HIJRAH MELAWAN KEBODOHAN

Keterangan Gambar : Unang Margana.


Oleh : Unang Margana

Pinusnews.id - Memasuki Abad 21, Fenomena adanya  distabiltas baik di bidang hukum, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan, baik didalam negeri (usulan pemakzulan Gibran oleh para purnawirawan, penyerobotan lahan oleh oligarki, dugaan ijazah palsu Presiden RI ke-7, dll), dan juga berbagai konflik dibelahan dunia (genoside warga Gaza, perang Ukranìa vs Rusia,  perang Iran vs Israel,dll),  menimbulkan serba kekhawatiran, kepanikan  dan ketidakpastian.

Dalam realita kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di bumi Pancasila (Indonesia),  mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, masih menjadi PR yang berat.  Kondisi diatas, salahsatunya karena faktor kebodohan. Kita harus jujur, kerja keras, dan belajar dari sejarah. Kebodohan seringkali dipelihara, baik oleh yang berkuasa, maupun masyarakat itu sendiri, dengan memgabaikan sisi kemanusian, aturan hukum, moral dan etika, guna memenuhi nafsu, ambisi dan syahwat kekuasan semata.

Baca Lainnya :

Pengertian "bodoh" adalah istilah yang dapat memiliki beberapa makna, tergantung pada konteksnya. Berikut beberapa pengertian bodoh : Kurangnya pengetahuan atau pemahaman ; Bodoh dapat merujuk pada seseorang yang tidak memiliki pengetahuan atau pemahaman yang cukup tentang suatu topik atau bidang tertentu. Kurangnya kecerdasan atau kemampuan berpikir ; Bodoh juga dapat merujuk pada seseorang yang memiliki kemampuan berpikir yang terbatas atau tidak dapat memahami konsep-konsep yang kompleks. Perilaku yang tidak bijak ; Bodoh dapat juga merujuk pada perilaku yang tidak bijak atau tidak masuk akal, seperti melakukan sesuatu yang berbahaya atau tidak bermanfaat.

Secara epistemologis, bodoh dapat diartikan sebagai kekurangan atau ketidakmampuan dalam memperoleh, memahami, dan mengolah pengetahuan. Bodoh tidak hanya merujuk pada kekurangan intelektual atau kemampuan kognitif, tetapi juga pada ketidakmampuan untuk memahami dan mengkritisi pengetahuan. Bodoh dapat diartikan sebagai : Pertama, Kekurangan pengetahuan ; Tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang suatu topik atau bidang tertentu. Kedua, Ketidakmampuan mengkritisi ; Tidak dapat mengkritisi atau mengevaluasi pengetahuan yang diterima. Ketiga, Ketergantungan pada dogma ; Mengikuti dogma atau kepercayaan tanpa mempertanyakan atau mengkritisi.

Adapun pengertian "bodoh" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), memiliki arti : Tidak cerdas, tidak pintar, tidak tahu, Tidak mengerti, tidak paham, Kurang akal, kurang bijak Dalam KBBI, kata "bodoh" memiliki konotasi negatif dan digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tidak memiliki kemampuan berpikir yang baik atau tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang suatu hal.

Sedangksn definisi kebodohan menurut para ahli : Psikologi ; Kebodohan dapat didefinisikan sebagai kekurangan kemampuan kognitif atau intelektual yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk memahami dan mengolah informasi. Pendidikan ; Kebodohan dapat didefinisikan sebagai kekurangan pengetahuan atau keterampilan yang diperlukan untuk mencapai tujuan pendidikan atau karir. Sosiologi ;  Kebodohan dapat didefinisikan sebagai hasil dari faktor-faktor sosial dan ekonomi yang mempengaruhi akses ke pendidikan dan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan kognitif. Filsafat ; Kebodohan dapat didefinisikan sebagai kekurangan kebijaksanaan atau kemampuan untuk memahami dan menghargai nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang lebih tinggi.

Beberapa ahli juga membedakan antara kebodohan sebagai kekurangan kemampuan kognitif dan kebodohan sebagai perilaku atau sikap yang tidak bijak. Alfred Binet, (psikolog Perancis) ; kebodohan adalah kekurangan kemampuan untuk memahami dan mengolah informasi yang kompleks. Menurut 

Howard Gardner, (psikolog Amerika) ; kebodohan dapat didefinisikan sebagai kekurangan kemampuan untuk memahami dan menghargai berbagai jenis kecerdasan, seperti kecerdasan linguistik, logis-matematis, dan lain-lain.

Spirit Hijrah Melawan Kebodohan

Spirit hijrah melawan kebodohan, bisa dijadikan suplemen sebagai semangat untuk berubah dan meningkatkan diri dari keadaan tidak tahu atau tidak mengerti menjadi lebih tahu dan lebih mengerti. Hijrah dalam konteks ini bukan hanya tentang meninggalkan sesuatu yang buruk, tetapi juga tentang menuju kepada sesuatu yang lebih baik.

Hijrah dari kebodohan dapat diartikan sebagai proses perubahan atau transformasi dari keadaan tidak tahu atau tidak mengerti menjadi lebih tahu dan lebih mengerti. Hijrah dalam konteks ini bukan hanya tentang meninggalkan sesuatu yang buruk, tetapi juga tentang menuju kepada sesuatu yang lebih baik.

Beberapa upaya Hijrah dari kebodohan dapat dilakukan dengan : Pertama, Menjaga integritas dan menjungjung moraliti, Kedua, Mencari ilmu ; Membaca buku, mengikuti kursus, atau mencari informasi tentang topik yang ingin dipelajari. Ketiga, Mengembangkan kemampuan ; Melatih kemampuan kognitif, seperti memecahkan masalah, berpikir kritis, dan lain-lain. Keempat, Mengubah perilaku ; Mengubah perilaku yang tidak bijak menjadi lebih bijak dan bertanggung jawab. Kelima, Membangun kesadaran ; Membangun kesadaran tentang pentingnya pengetahuan dan kemampuan dalam mencapai tujuan hidup.

Upaya Hijrah dari kebodohan memerlukan kemauan dan komitmen yang kuat untuk berubah, serta kesabaran dan ketekunan dalam proses pembelajaran. Dengan hijrah dari kebodohan, seseorang dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuannya, baik berpikir maupun bersikap, serta menjadi lebih bijak, berani dan bertanggung jawab dalam menghadapi tantangan hidup.

Dengan memiliki spirit hijrah melawan kebodohan, seseorang dapat : Pertama, Menjaga akal sehat dan moraliti, Kedua, Meningkatkan kemampuan dan pengetahuan. Ketiga, Meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab. Keempat, Mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Kelima, Mencapai tujuan hidup dengan lebih efektif dan beradab.

Penutup

Bodoh bukan hanya sebagai kekurangan intelektual, tetapi juga sebagai ketidakmampuan untuk memahami dan mengkritisi pengetahuan. Oleh karena itu, penting untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis untuk mengatasi kebodohan dan meningkatkan pengetahuan.

Kita juga harus hati-hati dengan penyebutan istilah "bodoh", karena dapat memiliki konotasi negatif dan dapat menyinggung perasaan orang lain. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan istilah ini dengan cara yang bijak dan tidak menyalahgunakannya untuk menghina atau merendahkan orang lain.

Spirit hijrah melawan kebodohan dapat menjadi motivasi kita untuk selalu intropeksi, menjaga integritas dan moraliti, juga terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri, sehingga seseorang dapat mencapai kedamaian, kesuksesan dan kebahagiaan dalam kehidupan yang dinamis.

Ketika kita cukup  memahami kompleksitas isu kebodohan dengan variabelnya, tinggal  bagaimana kebodohan dapat diatasi, diataranya melalui cara ; selalu bersikap kritis, menjaga akal waras, juga aktifitas  berbagai kegiatan pendidikan, pelatihan, dan pengembangan kemampuan kognitif. (Unang Margana).

Cianjur 29 Juni 2025/1447 H.

Pemerhati di Bengkel Politik Cianjur (BPC).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment