- Peletakan Batu Pertama Pembangunan Sekolah Khusus SLB Bina Asih Cianjur Resmi Dimulai
- Jejak Sejarah Istana Cipanas: Istura Kembali Mengundang Rakyat
- Program Orang Tua Asuh Kepala Sekolah: Langkah Inspiratif Bupati Cianjur untuk Pendidikan Merata
- KDM Ajak Pihak Terkait Dukung Kemudahan Pembayaran Pajak Kendaraan
- Presiden RI: Rp31,3 Triliun Uang Negara Diselamatkan, Bisa untuk Perbaikan Sekolah dan Rumah Rakyat
- Inovasi TKA Bidang SMP Disdikpora Cianjur dalam Mengukur dan Meningkatkan Kualitas Belajar Siswa
- BAZNAS Cianjur: Sinergi Zakat untuk Rutilahu, Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem di Cianjur
- KDM Tandatangani Kesepakatan Bersama tentang Penanganan Sampah Menjadi Energi Listrik
- Zmart BAZNAS Cianjur: Mengukir Kemandirian Ekonomi Mustahik Melalui Warung Shara Yuliana
- Lebih Mudah, Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Cukup STNK Tanpa KTP Pemilik Pertama
Ramadan 2026: Empati dan Semangat Berbagi Takjil Dirtek Perumdam Tirta Mukti Cianjur

Keterangan Gambar : Direktur Teknik Perumdam Tirta Mukti Kabupaten Cianjur, Yudi Haryadi beserta staf, saat berbagi takjil dengan pengguna jalan, pada Senin, 9 Maret 2026.
Pinusnews.id - Sore hari di tengah keramaian Jalan Siliwangi, Cianjur, pada Senin, 9 Maret 2026, suasana bulan Ramadan terasa begitu hangat. Direktur Teknik Perumdam Tirta Mukti Kabupaten Cianjur, Yudi Haryadi, beserta jajaran stafnya, menggelar pembagian takjil gratis dengan penuh semarak.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan panggilan hati untuk berbagi kebaikan di bulan suci, di mana setiap paket takjil menjadi jembatan empati bagi pejalan kaki dan pengendara yang lelah menahan dahaga seharian.
Empati menjadi inti dari aksi ini, di mana Perumdam Tirta Mukti Cianjur tidak hanya menyediakan air bersih sebagai tugas utama, tapi juga kehangatan sosial. Bayangkan para pengendara motor yang terjebak macet, atau pejalan kaki yang buru-buru menuju rumah—mereka sering kali lupa membawa bekal berbuka.
Baca Lainnya :
- Soal Data KPM, Komisi D Siap Panggil TKSK dan Camat Warungkondang
- Kapolsek Sukaluyu : Pencarian Aji Korban Tenggelam Akan Terjunkan Tim SAR Bandung
- Belum Ditemukan, Aji Prasetyo Tenggelam di Leuwi Lengsir, Sukaluyu
- Politisi Partai Nasdem, Rela Sisihkan Gaji Untuk Jompo dan Anak Yatim
- Dodit Ardian Penjabat Sekda Cianjur Gantikan Cecep Alamsyah
Dengan membagikan takjil berisi air mineral, dan makanan ringan, tim Yudi Haryadi menunjukkan bahwa kepedulian bisa lahir dari hal sederhana, mempererat ikatan antarwarga di tengah kesibukan kota.
Menurut Yudi Haryadi, kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kepedulian sosial dan silaturahmi. "Paket takjil ini untuk pengguna jalan, tujuannya meningkatkan empati, kepedulian sosial dan mempertebal keimanan," ujarnya usai langsung membagikan paket-paket tersebut kepada ratusan penerima.
Pembagian takjil mencerminkan visi seorang pemimpin yang memadukan tugas profesional dengan nilai spiritual, menjadikan berbagi sebagai sarana memperkuat iman bersama.
Lebih lanjut, Yudi Haryadi menekankan manfaat praktis dari inisiatif ini. Ia berharap takjil tersebut bisa membantu masyarakat, khususnya mereka yang belum sempat membeli makanan berbuka karena kesibukan atau keterbatasan.
Rasa empati ini terasa nyata saat staf berinteraksi langsung, tersenyum, dan berbincang singkat dengan penerima, menciptakan momen kebersamaan yang langka di jalan raya yang biasanya dingin dan impersonal.
Sedekah takjil di bulan Ramadan memang memiliki nilai ibadah yang istimewa. Dalam ajaran Islam, memberi makan orang yang berpuasa dianggap setara dengan pahala besar, bahkan seperti memberi makan sepuluh orang yang berpuasa.
Aksi Perumdam Tirta Mukti Cianjur ini menjadi contoh bagaimana amalan sederhana bisa melipatgandakan kebaikan, terutama bagi yang kurang mampu atau terlupakan di tengah arus lalu lintas.
Kegiatan semacam ini juga memperkuat citra Perumdam Tirta Mukti Cianjur sebagai lembaga yang peduli masyarakat. Di luar fungsi penyediaan air, inisiatif sosial seperti ini membangun kepercayaan dan rasa memiliki dari warga Cianjur.
Empati yang ditunjukkan bukan hanya simbolis, tapi nyata—setiap paket takjil adalah doa untuk kemudahan orang lain, sekaligus pengingat bahwa Ramadan adalah waktu untuk saling menguatkan.
Semangat berbagi takjil ala Yudi Haryadi dan timnya mengajak kita semua merefleksikan peran kita di masyarakat. Di era yang semakin individualis, aksi empati seperti ini menjadi obat bagi jiwa yang haus akan kebersamaan. Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi, agar Jalan Siliwangi dan setiap sudut negeri dipenuhi kebaikan serupa di Ramadan mendatang. (dens).











