- Dr. Euis Latifah, M.Pd. Raih Penghargaan sebagai Dosen Inovatif dalam ToT Perma Pendis 2026
- Rektor IAI Al-Azhary Raih Perma Pendis Award 2026 sebagai Rektor Visioner di Tengah Kegiatan ToT
- BAZNAS Cianjur Apresiasi UPZ IGTKI-PGRI Sukses Tingkatkan ZIS
- Koperasi Merah Putih: Jembatan Kemandirian Ekonomi Cianjur Menuju Kesejahteraan Nyata
- Bupati Wahyu dalam Rembug Warga Cianjur: Langkah Nyata Menuju Kesejahteraan Inklusif
- Cari Solusi Agar Gaji Guru Honorer Dibayar, KDM Segera Temui Menteri PAN-RB
- Panggil Kapolri, Presiden Prabowo Bahas Keamanan Nasional dan Program Strategis Polri
- Kesuksesan Bidang SMP Disdikpora Cianjur dalam Menggelar Tes Kemampuan Akademik 2026
- Bupati Wahyu: Koperasi Pilar Utama Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Cianjur
- Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) Siap Dibangun di Jawa Barat Mulai Juni 2026
PWI dan IJTI Cianjur Gelar Demo Protes Keras Maraknya Kekerasan Terhadap Wartawan

Keterangan Gambar : Puluhan wartawam dari PWI dan IJTI Cianjur melakukan gelar aksi demo maraknya kekerasan terhadap wartawan, di Tugu Tauhid Cianjur, Jumat 22 Agustus 2025.
Pinusnews.id - Puluhan wartawan dari berbagai media yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kabupaten Cianjur menggelar aksi solidaritas di Tugu Tauhid, Jumat (22/8/2025).
Aksi ini sebagai bentuk keprihatinan sekaligus protes keras atas maraknya tindak kekerasan terhadap jurnalis, termasuk insiden terbaru di Serang, Banten, yang dinilai mencederai kebebasan pers.
Dalam orasinya, para jurnalis menilai kekerasan yang menimpa rekan seprofesi di lapangan sudah berada pada titik darurat. Mereka menegaskan, bila dibiarkan, situasi bisa berujung pada pembungkaman pers.
Baca Lainnya :
- Inna lillahi, Empat Kadis Positif Covid-19, Satu Orang Meninggal Dunia
- Akibat Cuaca Buruk Nelayan Jayanti Gagal Cari Ikan, Kini Tanam Jagung
- Pemdes Tanjungsari Sukaluyu Bagikan BLT
- Peranan PT. Bukit Naga Mas Kembangkan UMKM di Cianjur
- Ini Hasil Penghitungan Suara Pilkada Cianjur 2020
Ketua PWI Cianjur, Moch Ikhsan, menyebut aksi ini lahir dari puncak kekecewaan.
“Wartawan sudah tidak dihargai, bahkan diperlakukan seperti binatang dengan dipukuli. Itu biadab!” tegas Ikhsan usai aksi.
Ikhsan pun meminta Presiden Prabowo Subianto turun tangan secara langsung.
“Kami menuntut pelaku segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya. Jangan biarkan wartawan terus jadi korban. Kalau negara diam, situasinya akan makin buruk,” ujarnya.
Senada, Ketua IJTI Cianjur, Rendra Gozali, menyebut kekerasan terhadap jurnalis adalah tamparan keras bagi demokrasi.
“Intimidasi, ancaman, dan kekerasan terhadap jurnalis adalah bentuk pelecehan terhadap kebebasan pers. Negara wajib hadir melindungi pekerja media, bukan membiarkan mereka jadi sasaran,” tegasnya.
PWI dan IJTI menegaskan, bila pemerintah dan aparat penegak hukum tidak menunjukkan keseriusan, aksi serupa akan terus digelar setiap pekan hingga tuntutan dipenuhi.
Mereka menekankan, kebebasan pers adalah salah satu pilar demokrasi yang tidak boleh diganggu gugat. Dengan aksi ini, wartawan Cianjur berharap pemerintah pusat hingga aparat daerah benar-benar bertindak tegas agar kekerasan terhadap jurnalis tidak lagi terulang kembali. (tim dens).











