- DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Pimpinan Siap Mundur
- BAZNAS Cianjur Hadirkan Harapan Lewat Distribusi Air Bersih di Desa Sukamaju
- Buka Muktamar ke-35 NU, Presiden Prabowo: NU Institusi Bersejarah dan Berjasa Besar bagi Indonesia
- Bidang SMP Disdikpora Cianjur Gerak Cepat Antisipasi Kekurangan Guru Menjelang 2026–2027
- Disbudpar Cianjur: Strategi Promosi dan Revitalisasi untuk Menutup Kesenjangan Retribusi
- Gerakan Pramuka Diharapkan Mampu Ciptakan Indonesia Emas 2045
- Disdikpora Cianjur Setarakan Peluang Sekolah Swasta dalam SPMB 2026
- Disperkim Cianjur Tegakkan Ketertiban Lingkungan lewat Penataan dan Pelayanan
- Kepala Sekolah Diminta Wujudkan Perubahan Nyata Usai Pelatihan BCKS
- Kemenangan untuk Sesama: BAZNAS Cianjur Salurkan Donasi Karnaval untuk Korban Gempa NTT
PWI dan IJTI Cianjur Gelar Demo Protes Keras Maraknya Kekerasan Terhadap Wartawan

Keterangan Gambar : Puluhan wartawam dari PWI dan IJTI Cianjur melakukan gelar aksi demo maraknya kekerasan terhadap wartawan, di Tugu Tauhid Cianjur, Jumat 22 Agustus 2025.
Pinusnews.id - Puluhan wartawan dari berbagai media yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kabupaten Cianjur menggelar aksi solidaritas di Tugu Tauhid, Jumat (22/8/2025).
Aksi ini sebagai bentuk keprihatinan sekaligus protes keras atas maraknya tindak kekerasan terhadap jurnalis, termasuk insiden terbaru di Serang, Banten, yang dinilai mencederai kebebasan pers.
Dalam orasinya, para jurnalis menilai kekerasan yang menimpa rekan seprofesi di lapangan sudah berada pada titik darurat. Mereka menegaskan, bila dibiarkan, situasi bisa berujung pada pembungkaman pers.
Baca Lainnya :
- Inna lillahi, Empat Kadis Positif Covid-19, Satu Orang Meninggal Dunia
- Akibat Cuaca Buruk Nelayan Jayanti Gagal Cari Ikan, Kini Tanam Jagung
- Pemdes Tanjungsari Sukaluyu Bagikan BLT
- Peranan PT. Bukit Naga Mas Kembangkan UMKM di Cianjur
- Ini Hasil Penghitungan Suara Pilkada Cianjur 2020
Ketua PWI Cianjur, Moch Ikhsan, menyebut aksi ini lahir dari puncak kekecewaan.
“Wartawan sudah tidak dihargai, bahkan diperlakukan seperti binatang dengan dipukuli. Itu biadab!” tegas Ikhsan usai aksi.
Ikhsan pun meminta Presiden Prabowo Subianto turun tangan secara langsung.
“Kami menuntut pelaku segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya. Jangan biarkan wartawan terus jadi korban. Kalau negara diam, situasinya akan makin buruk,” ujarnya.
Senada, Ketua IJTI Cianjur, Rendra Gozali, menyebut kekerasan terhadap jurnalis adalah tamparan keras bagi demokrasi.
“Intimidasi, ancaman, dan kekerasan terhadap jurnalis adalah bentuk pelecehan terhadap kebebasan pers. Negara wajib hadir melindungi pekerja media, bukan membiarkan mereka jadi sasaran,” tegasnya.
PWI dan IJTI menegaskan, bila pemerintah dan aparat penegak hukum tidak menunjukkan keseriusan, aksi serupa akan terus digelar setiap pekan hingga tuntutan dipenuhi.
Mereka menekankan, kebebasan pers adalah salah satu pilar demokrasi yang tidak boleh diganggu gugat. Dengan aksi ini, wartawan Cianjur berharap pemerintah pusat hingga aparat daerah benar-benar bertindak tegas agar kekerasan terhadap jurnalis tidak lagi terulang kembali. (tim dens).











