- Dr. Euis Latifah, M.Pd. Raih Penghargaan sebagai Dosen Inovatif dalam ToT Perma Pendis 2026
- Rektor IAI Al-Azhary Raih Perma Pendis Award 2026 sebagai Rektor Visioner di Tengah Kegiatan ToT
- BAZNAS Cianjur Apresiasi UPZ IGTKI-PGRI Sukses Tingkatkan ZIS
- Koperasi Merah Putih: Jembatan Kemandirian Ekonomi Cianjur Menuju Kesejahteraan Nyata
- Bupati Wahyu dalam Rembug Warga Cianjur: Langkah Nyata Menuju Kesejahteraan Inklusif
- Cari Solusi Agar Gaji Guru Honorer Dibayar, KDM Segera Temui Menteri PAN-RB
- Panggil Kapolri, Presiden Prabowo Bahas Keamanan Nasional dan Program Strategis Polri
- Kesuksesan Bidang SMP Disdikpora Cianjur dalam Menggelar Tes Kemampuan Akademik 2026
- Bupati Wahyu: Koperasi Pilar Utama Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Cianjur
- Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) Siap Dibangun di Jawa Barat Mulai Juni 2026
Penanggulangan Kusta Pesan KDM: Perawat Harus Telaten, Pasien Wajib Taat Minum Obat
Oleh : tim dens

Keterangan Gambar : Foto Istimewa.
Pinusnews.id - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendampingi Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam kunjungan kerja meninjau pelaksanaan Program Penanggulangan Kusta di Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Rabu (23/7/2025).
Gubernur Dedi Mulyadi menyebut terdapat sejumlah hal penting dalam menghadapi penanggulangan penyakit kusta, di antaranya deteksi dini, pengobatan, dan perawatan secara telaten.
"Pasiennya harus mau minum obat dan perawat pendamping harus telaten," kata Dedi Mulyadi, yang biasa disapa KDM di gedung serbaguna kantor Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi.
Baca Lainnya :
- Pom Mini Hangus Terbakar dan Meledak di Sukaluyu
- Manajemen Qoha Ajak Patuhi Prokes 3M dan Konsumsi Air Minum Sehat
- Potensi Anak Didik SSB Yudhistira Cianjur Butuh Dilirik
- Paslon Toha-Ade (Hade) : Selamat, Hasil Quick Count Versi Cyrus Network BHS-M Unggul
- Hitungan Sementara Suara Pilkada 2020 di Cianjur
"Perawat pendamping dapat melakukan kunjungan rutin tiap waktu memberikan edukasi, juga motivasi untuk minum obat," tambahnya.
Dengan demikian, sambungnya, kolaborasi lintas sektor mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi hingga pusat diperlukan agar pendampingan terhadap pasien kusta semakin optimal.
"Maka Pak Bupati, atau nanti Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat memberi stimulus untuk perawat pendamping. Kalau pasien sembuh, perawat pendamping dikasih bonus," ucapnya.
Sementara itu Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang mengajak para kepala desa di Kecamatan Serang Baru agar senantiasa memperhatikan lingkungan.
Apalagi, ujar Ade, dengan adanya perhatian khusus dari Kementerian Kesehatan, maka isu kesehatan harus semakin diperhatikan, khususnya terkait dengan kusta.
"Kabupaten Bekasi komitmen mendorong kesejahteraan masyarakat, di antaranya di sektor kesehatan, pendidikan, sarana prasarana, dan sektor lainnya," kata Ade.
Menteri Kesehatan (Kemenkes) RI Budi Gunadi Sadikin menuturkan bahwa Pemerintah Indonesia terus mempercepat langkah eliminasi Penyakit Tropis Terabaikan (Neglected Tropical Diseases/NTDs), khususnya kusta dan filariasis, dengan target bebas dari kedua penyakit ini pada 2030.
Karenanya, Kemenkes mengakselerasi berbagai program pengendalian, pencegahan, dan edukasi di wilayah endemis sehingga kunjungan ke Kabupaten Bekasi menjadi momentum penting dalam upaya menanggulangi penyakit kusta.
Diberi obat teratur
Senada KDM, Menteri Budi Gunadi juga menyebut jika penyakit kusta sangat bisa disembuhkan apabila penderita segera ditemukan dan diberikan obat secara teratur.
Tak kalah penting stigma dan diskriminasi terhadap penderita kusta perlu ditiadakan karena berpengaruh terhadap pengobatan.
Pasalnya, tak jarang pandangan negatif terhadap penderita kusta membuat pengidap kusta enggan untuk berobat karena takut dijauhi masyarakat.
"Masyarakat untuk tidak takut terhadap penderita kusta sebab pengobatan yang tepat mampu menekan penularan," tutur Budi.
"Kusta memang penyakit menular, tapi menularnya juga tidak mudah," ucapnya.











