Pembangunan Jembatan Gantung Lancarkan Arus Ekomomi, Pendidikan dan Kegiatan Warga di Cibinong

19 Mei 2025, 08:52:57 WIB Cianjur
Pembangunan Jembatan Gantung Lancarkan Arus Ekomomi, Pendidikan dan Kegiatan Warga di Cibinong

Keterangan Gambar : Jembatan gantung di wilayah Cibinong Cianjur Selatan.


Pinusnews.id - Masyarakat di dua kampung Mekarwangi dan Kampung Tegal Panjang Desa Panyindangan, Kecamatan Cibinong, Cianjur Selatan, kini akan memiliki jembatan gantung yang menghubungkan antara kampung.

"Untuk mengakses pendidikan, ekonomi, pertanian, kesehatan dan lainnya, kami nekat dan bertaruh nyawa ketika menyeberangi sungai apalagi disaat musim hujan. Namun dengan dibangunnya jembatan baru ini kami tidak lagi kesulitan," ujar salah seorang warga Mekarwangi, Omis Rosadi," Sabtu 17 Mei 2025.

Menurutnya, pengerjaan jembatan yang dilaksanakan merupakan upaya pemdes Panyindangan untuk menjawab keinginan warga di dua kampung yang selama ini kesulitan aktivitas terlebih saat akan menyebrang ke kampung sebelah.

Baca Lainnya :

Dengan adanya jembatan baru tersebut, jalur transportasi menjadi mudah sehingga akan menunjang roda perekonomian.

"Kami tidak lagi kesulitan dan bertarung nyawa saat melewati sungai. Sekarang sudah ada jembatan baru yang memudahkan kami untuk aktivitas sehari-hari," jelasnya.

Kepala Desa Panyindangan Kecamatan Cibinong Deden Selamet mengatakan, pembangunan jembatan tersebut salah hasil musyawarah desa (Musdes).

Pembangunan jembatan, dianggarkan melalui dana desa (DD) tahap pertama senilai Rp 350 juta. Dengan panjang jembatan 42 meter, untuk menghubungkan antar dua kampung.

"Partisipasi warga dipadukan dengan tim teknis jembatan dapat memotong waktu pembangunan. Selain itu, warga juga akan timbul rasa memiliki, sehingga kedepan turut merawat baik jembatan yang dibangun," ujarnya.

Sebelumnya, pemdes telah mendapatkan laporan soal kebutuhan jembatan gantung di daerahnya karena terputusnya akses ekonomi, pendidikan dan pelayanan lainnya. Pembangunan jembatan bukan hanya membangun infrastruktur, namun juga etos yang selama ini ada di desa yakni gotong royong. (tim-dens).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment