- Demo di Cianjur Memanas, KH Deni Saepul Rohman: LGBT Bukan Perbedaan Tapi Penyimpangan
- Polres Cianjur Kirim Truk Tangki 5.000 Liter untuk Warga Krisis Air di Kampung Cibolang
- BGN Tetapkan Batas 10 Agustus untuk SLHS Dapur MBG: Sanksi Tutup Permanen jika Tak Memenuhi
- Audensi dengan Bupati Wahyu, Disdukcapil Cianjur Perkuat Data Pembangunan lewat Sinergi dengan BPS
- BAZNAS RI Raih Top Brand Award 2026 dan Peran BAZNAS Cianjur dalam Membangun Kepercayaan Publik
- KDM Targetkan Seluruh Tanah Milik Pemerintah Bersertifikat Paling Lambat Tiga Tahun ke Depan
- Dinas Pangan Cianjur Salurkan 24,7 Ton Beras CPPD, Perkuat Ketahanan Pangan di 10 Desa Rawan
- Kembali dari Rantau yang Gagal: BAZNAS Cianjur Pulihkan Nasib Dua Warga Sukajadi
- Cianjur Kirim 337 Pekerja Migran ke Jepang dan Taiwan, Dorong Penempatan ke Sektor Formal
- LKBH Abdullah Bin Nuh Resmi Berdiri, IAI Al-Azhary Perkuat Pengabdian kepada Masyarakat
Operator Alat Berat Tewas Tertimbun Material Longsor

Keterangan Gambar : Proses evakuasi operator alat berat yang tertimbun longsor galian C
Pinusnews.id - Seorang operator alat berat (Beckhoe), Maman Suryaman (35) alias Ujang tewas tertimbun longsoran batu dan pasir berikut beckhoe yang tengah dioperasikannya di lokasi galian C Kp. Pasir Malanding Neglasari, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Sabtu, 14/09/2024.
Menurut informasi yang dapat dihimpun di lokasi kejadian, galian C tersebut beroperasi setiap hari siang dan malam.
Namun pagi itu nasib naas menimpa Ujang, karena ketika sang operator beckhoe itu akan mengakhiri pekerjaannya tiba-tiba tebing setinggi 10 - 15 meter yang ada di belakangnya mengalami longsor dan menimpa Ujang berikut beckhoe yang tengah dioperasikannya.
Baca Lainnya :
Seluruh rekan Ujang yang menyaksikan terjadinya longsor itu sontak menjerit minta tolong, namun apa daya saat itu di lokasi kejadian hanya ada beberapa orang pekerja dan tidak ada alat untuk menyingkirkan material reruntuhan yang menutupi korban. Rekan kerja Ujang langsung melaporkan kejadian itu kepada pihak yang berkompeten.
Tak lama kemudian datang Tim Gabungan yang terdiri dari unsur Polres Cianjur, Polsek Sukaluyu, Pemerintah Desa setempat, Koramil, PMI, BPBD, Damkar dan Basarnas, mereka bahu membahu mengevakuasi Jasad Ujang dari dalam beckho yang tertimbun reruntuhan material pasir dan batu dengan mendatangkan alat berat.
"Ujang operator Backhoe hendak berhenti bekerja karena waktunya sudah pukul 05.00 WIB, baru juga mau diparkir seketika tebing galian C setinggi kurang lebih 10-15 meter ambruk menutupi backhoe berikut operatornya, ”tutur Nyanyang alias Abah Abrag (45), anggota Retana Kecamatan Sukaluyu.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Basarnas Kabupaten Cianjur, Andika (40) menjelaskan, setelah menerima laporan dari warga dan pihak Pemerintah Kecamatan Sukaluyu, tim SAR beserta tim BPBD, Damkar, jajaran Kepolisian dan anggota Koramil segera mendatangi lokasi kejadian dan langsung melakukan evakuasi jasad Ujang.
Proses evakuasi korban terbilang cukup alot hingga memakan waktu cukup lama, karena selain jasad korban berada di dalam backhoe, serta material longsor cukup dalam hingga menggunakan alat berat dan alat las listrik untuk membongkar pintu backhoe yang di dalamnya ada jasad korban.
Berdasarkan pemantauan di lokasi kejadian, kurang lebih 3 jam, tim gabungan jasad operator bachhoe itu bisa dievakuasi dan langsung dibawa ke RSUD Cianjur guna pemeriksaan lebih lanjut.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut andil membantu proses evakuasi jasad korban,” ujar Andika. (AI).











