- Dr. Euis Latifah, M.Pd. Raih Penghargaan sebagai Dosen Inovatif dalam ToT Perma Pendis 2026
- Rektor IAI Al-Azhary Raih Perma Pendis Award 2026 sebagai Rektor Visioner di Tengah Kegiatan ToT
- BAZNAS Cianjur Apresiasi UPZ IGTKI-PGRI Sukses Tingkatkan ZIS
- Koperasi Merah Putih: Jembatan Kemandirian Ekonomi Cianjur Menuju Kesejahteraan Nyata
- Bupati Wahyu dalam Rembug Warga Cianjur: Langkah Nyata Menuju Kesejahteraan Inklusif
- Cari Solusi Agar Gaji Guru Honorer Dibayar, KDM Segera Temui Menteri PAN-RB
- Panggil Kapolri, Presiden Prabowo Bahas Keamanan Nasional dan Program Strategis Polri
- Kesuksesan Bidang SMP Disdikpora Cianjur dalam Menggelar Tes Kemampuan Akademik 2026
- Bupati Wahyu: Koperasi Pilar Utama Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Cianjur
- Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) Siap Dibangun di Jawa Barat Mulai Juni 2026
Ombak Pantai Apra Ngamuk Robohkan Gazebo di Cianjur Selatan

Keterangan Gambar : Tampak Gazebo yang runtuh diterjang ombak Pantai Apra, Sindangbarang, di Cianjur Selatan.
Pinusnews.id - Ombak raksasa setinggi 5 meter mengamuk di Pantai Apra, Desa Saganten, Kecamatan Sindangbarang, Cianjur Selatan, Jawa Barat.
Amukan laut ini memporak-porandakan sejumlah gazebo dan merobohkan fondasi penahan ombak milik warga yang sehari-hari mencari nafkah di pesisir.
Dodo Rusiadi (59), pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Apra, mengungkapkan bahwa fenomena gelombang tinggi ini memang sering menghantui wilayah tersebut. Namun kali ini, intensitasnya membuat banyak warga khawatir.
Baca Lainnya :
- Ini Hasil Penghitungan Suara Pilkada Cianjur 2020
- Geger, Mayat Pria Ditemukan Meninggal  dalam Rumah
- BNN RI Intip Program Desa Bersih Narkoba di Cianjur
- LPM Sindangraja Pertanyakan SK Ada Dua, Ini Penjelasan Pemdes
- PLN ULP Tanggeung: Hindari Cuaca Ekstrem dan Jauhi Jaringan Listrik
“Setiap menjelang akhir Agustus, gelombang besar selalu datang, bisa mencapai 4 sampai 5 meter. Kali ini kejadian sekitar pukul 07.45 WIB, dan sudah menghantam bangunan di pinggir pantai,” ungkap Dodo, Senin (11/8/2025).
BMKG memprediksi gelombang tinggi akan terus terjadi hingga Kamis mendatang. Potensi angin kencang yang menyertainya menjadi ancaman tambahan bagi warga, pengunjung, dan nelayan.
“Kami imbau semua orang untuk menjauh dari bibir pantai demi keselamatan,” tambahnya.
Kapolsek Sindangbarang, AKP Dadang Rustandi, juga menegaskan pentingnya kewaspadaan ekstra.
“Pengelola pantai harus intensif memantau situasi. Jangan sampai ada korban akibat mengabaikan peringatan,” tegasnya.
Dengan laut yang sedang murka, Pantai Apra kini bukan lagi surga wisata sementara, melainkan medan yang harus diwaspadai. (tim dens).











