- Dr. Euis Latifah, M.Pd. Raih Penghargaan sebagai Dosen Inovatif dalam ToT Perma Pendis 2026
- Rektor IAI Al-Azhary Raih Perma Pendis Award 2026 sebagai Rektor Visioner di Tengah Kegiatan ToT
- BAZNAS Cianjur Apresiasi UPZ IGTKI-PGRI Sukses Tingkatkan ZIS
- Koperasi Merah Putih: Jembatan Kemandirian Ekonomi Cianjur Menuju Kesejahteraan Nyata
- Bupati Wahyu dalam Rembug Warga Cianjur: Langkah Nyata Menuju Kesejahteraan Inklusif
- Cari Solusi Agar Gaji Guru Honorer Dibayar, KDM Segera Temui Menteri PAN-RB
- Panggil Kapolri, Presiden Prabowo Bahas Keamanan Nasional dan Program Strategis Polri
- Kesuksesan Bidang SMP Disdikpora Cianjur dalam Menggelar Tes Kemampuan Akademik 2026
- Bupati Wahyu: Koperasi Pilar Utama Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Cianjur
- Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) Siap Dibangun di Jawa Barat Mulai Juni 2026
Ketua DPRD Cianjur: Prihatin Atas Angka Pengangguran Terbuka di Cianjur

Keterangan Gambar : Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Ir.Hj. Metty Triantika, MT.
Pinusnews.id - Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Ir. Hj. Metty Triantika, MT, menyampaikan keprihatinannya atas angka pengangguran terbuka di Kabupaten Cianjur yang masih berada di angka 5,99 persen pada 2024, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
Angka tersebut mencerminkan bahwa sekitar 6 dari setiap 100 angkatan kerja di Cianjur belum memperoleh pekerjaan tetap, meski secara nasional tren pengangguran menunjukkan penurunan.
“Ini artinya, tantangan kita bukan hanya menciptakan lapangan kerja baru, tetapi juga memastikan kualitas tenaga kerja kita sesuai dengan kebutuhan dunia industri dan kewirausahaan saat ini,” ujar Metty kepada Wartawan di Gedung DPRD Cianjur, Kamis 3 Juli 2025.
Baca Lainnya :
- 4968 TPS Disemprot Cairan Disinfektan
- Cegah Penyebaran Covid-19, Forkopimda Cianjur Penyemprotan Disinfektan Hingga Bagikan Masker
- Tingkatkan Nilai Profesional, PWI Cianjur Gelar UKW 2020,Â
- Kerugian Rp10 Juta, Warung di Sidangbarang Cianjur Diamuk Api
- Laka Tunggal, Mobil Pick Up Terjun Bebas ke Jurang di Naringgul
Bendahara DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat itu menambahkan, masalah pengangguran tidak bisa diselesaikan secara sektoral, melainkan memerlukan sinergi lintas dinas, termasuk Dinas Tenaga Kerja, Dinas Pendidikan, hingga pelaku industri lokal.
Metty menekankan pentingnya penyelarasan kurikulum pendidikan vokasi dengan kebutuhan riil pasar kerja di Cianjur.
“Kita memiliki potensi besar di sektor pertanian, pariwisata, dan industri kreatif. Namun, jika tidak dibarengi dengan pelatihan dan penguatan keterampilan kerja, angka pengangguran akan tetap stagnan,” ujarnya.
Pihaknya kata dia, tengah mendorong pemerintah supaya kedepan ada alokasi anggaran untuk program pelatihan kerja berbasis kompetensi dan peningkatan akses bagi lulusan SMK serta pencari kerja muda.
Sebagai solusi jangka panjang, Ketua DPRD juga mengusulkan agar pemerintah daerah memperkuat kemitraan dengan dunia usaha melalui program pemagangan, inkubasi bisnis untuk wirausaha muda, dan penyediaan data ketenagakerjaan yang lebih akurat dan terintegrasi.
“Masa depan Cianjur bergantung pada kualitas sumber daya manusianya. Kita harus bergerak bersama agar pertumbuhan ekonomi benar-benar inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Metty. (dens).











