- Dr. Euis Latifah, M.Pd. Raih Penghargaan sebagai Dosen Inovatif dalam ToT Perma Pendis 2026
- Rektor IAI Al-Azhary Raih Perma Pendis Award 2026 sebagai Rektor Visioner di Tengah Kegiatan ToT
- BAZNAS Cianjur Apresiasi UPZ IGTKI-PGRI Sukses Tingkatkan ZIS
- Koperasi Merah Putih: Jembatan Kemandirian Ekonomi Cianjur Menuju Kesejahteraan Nyata
- Bupati Wahyu dalam Rembug Warga Cianjur: Langkah Nyata Menuju Kesejahteraan Inklusif
- Cari Solusi Agar Gaji Guru Honorer Dibayar, KDM Segera Temui Menteri PAN-RB
- Panggil Kapolri, Presiden Prabowo Bahas Keamanan Nasional dan Program Strategis Polri
- Kesuksesan Bidang SMP Disdikpora Cianjur dalam Menggelar Tes Kemampuan Akademik 2026
- Bupati Wahyu: Koperasi Pilar Utama Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Cianjur
- Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) Siap Dibangun di Jawa Barat Mulai Juni 2026
Ketua BAZNAS Cianjur H. Tata: Realisasi Penghimpunan Zakat Non Fitrah Sudah Capai RP10,5 Miliar

Keterangan Gambar : Ketua BAZNAS Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, H. Tata.
Pinusnews.id - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cianjur optimistis target penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tahun 2025 dapat tercapai. Hingga Agustus 2024, realisasi penghimpunan zakat non-fitrah sudah mencapai 55 persen atau sekitar Rp10,5 miliar dari target Rp20 miliar.
Terkait hal itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Cianjur, H Tata, mengatakan, kebijakan BAZNAS RI memisahkan penghimpunan zakat fitrah dan non-zakat. Untuk zakat fitrah, pihaknya tidak menetapkan target nominal karena jumlahnya bervariasi setiap tahun. Namun, tahun ini terjadi peningkatan lima persen dibanding 2024 dengan surplus sekitar Rp1,2 miliar.
“Upaya BAZNAS saat ini adalah berkoordinasi dengan bupati yang akan mengajak para muzaki, kepala OPD, camat, dan masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui BAZNAS. Kami juga memberdayakan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di kecamatan, desa, dan tingkat DKM,” tutur H. Tata usai rapat di lingkungan Setda Cianjur kepada awak media, Rabu 13 Agustus 2025.
Baca Lainnya :
- Peranan PT. Bukit Naga Mas Kembangkan UMKM di Cianjur
- Ini Hasil Penghitungan Suara Pilkada Cianjur 2020
- Geger, Mayat Pria Ditemukan Meninggal  dalam Rumah
- BNN RI Intip Program Desa Bersih Narkoba di Cianjur
- LPM Sindangraja Pertanyakan SK Ada Dua, Ini Penjelasan Pemdes
Selain itu, H.Tata juga menyatakan, tingkat kepatuhan aparatur sipil negara (ASN) di Cianjur dalam membayar zakat cukup tinggi. Sekitar 90 persen ASN yang telah mencapai nisab membayar zakat sebesar 2,5 persen dari pendapatan bruto, termasuk gaji dan tunjangan.
Disebutkan, 10 persen ASN yang memiliki piutang atau kewajiban finansial pribadi tidak ditarik ZIS oleh BAZNAS. Dengan sisa empat bulan menuju akhir tahun, Tata optimistis target akan tercapai.
“Insya Allah, optimis bisa tercapai. Mari kita bersama-sama menghimpun ZIS melalui BAZNAS untuk mensejahterakan para mustahik di Kabupaten Cianjur, karena banyak fakir miskin yang perlu dibantu,” ungkap H. Tata. (dens).











