- DPPKBP3A Cianjur Raih Penghargaan Kampung KB dan Rumah Data Kependudukan
- Jejak Hilman Saukani Membawa BAZNAS Cianjur Lebih Transparan dan Dipercaya
- Menabur Kepedulian, Menuai Kesiapsiagaan: Ribuan Pelajar Cianjur Ikuti Pelatihan dan Pelantikan PMR
- DPPKBP3A Cianjur Kukuhkan SD Ibu Jenab 2 sebagai Sekolah Ramah Anak
- Syukuran dan Komitmen Disbudpar Cianjur Menumbuhkan Kampung Budaya Padi Pandanwangi
- SIROJA, Ikhtiar Camat Mande Memperkuat Ketakwaan dan Kebersamaan
- DLH Cianjur Ajak Warga Bersihkan Sampah untuk Lingkungan yang Nyaman dan Sehat
- DPRD Cianjur Sepakati Perubahan APBD 2026: Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Rakyat
- Revitalisasi SMPS Karakter Daarul Arsyad: Wajah Baru Sekolah dan Bangkitkan Semangat Belajar
- BAZNAS Cianjur dan Sholat Istisqo: Dari Doa dan Sedekah Harapkan Hujan di Cianjur
Ketua BAZNAS Cianjur H. Tata: Realisasi Penghimpunan Zakat Non Fitrah Sudah Capai RP10,5 Miliar

Keterangan Gambar : Ketua BAZNAS Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, H. Tata.
Pinusnews.id - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cianjur optimistis target penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tahun 2025 dapat tercapai. Hingga Agustus 2024, realisasi penghimpunan zakat non-fitrah sudah mencapai 55 persen atau sekitar Rp10,5 miliar dari target Rp20 miliar.
Terkait hal itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Cianjur, H Tata, mengatakan, kebijakan BAZNAS RI memisahkan penghimpunan zakat fitrah dan non-zakat. Untuk zakat fitrah, pihaknya tidak menetapkan target nominal karena jumlahnya bervariasi setiap tahun. Namun, tahun ini terjadi peningkatan lima persen dibanding 2024 dengan surplus sekitar Rp1,2 miliar.
“Upaya BAZNAS saat ini adalah berkoordinasi dengan bupati yang akan mengajak para muzaki, kepala OPD, camat, dan masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui BAZNAS. Kami juga memberdayakan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di kecamatan, desa, dan tingkat DKM,” tutur H. Tata usai rapat di lingkungan Setda Cianjur kepada awak media, Rabu 13 Agustus 2025.
Baca Lainnya :
- Peranan PT. Bukit Naga Mas Kembangkan UMKM di Cianjur
- Ini Hasil Penghitungan Suara Pilkada Cianjur 2020
- Geger, Mayat Pria Ditemukan Meninggal  dalam Rumah
- BNN RI Intip Program Desa Bersih Narkoba di Cianjur
- LPM Sindangraja Pertanyakan SK Ada Dua, Ini Penjelasan Pemdes
Selain itu, H.Tata juga menyatakan, tingkat kepatuhan aparatur sipil negara (ASN) di Cianjur dalam membayar zakat cukup tinggi. Sekitar 90 persen ASN yang telah mencapai nisab membayar zakat sebesar 2,5 persen dari pendapatan bruto, termasuk gaji dan tunjangan.
Disebutkan, 10 persen ASN yang memiliki piutang atau kewajiban finansial pribadi tidak ditarik ZIS oleh BAZNAS. Dengan sisa empat bulan menuju akhir tahun, Tata optimistis target akan tercapai.
“Insya Allah, optimis bisa tercapai. Mari kita bersama-sama menghimpun ZIS melalui BAZNAS untuk mensejahterakan para mustahik di Kabupaten Cianjur, karena banyak fakir miskin yang perlu dibantu,” ungkap H. Tata. (dens).











