- Menunggu Rumah Aman: Warga Waringinsari Bertahan di Antara Reruntuhan dan Janji Relokasi
- BAZNAS Cianjur Apresiasi Penyaluran Beasiswa Rp22 Miliar untuk Mahasiswa Palestina
- Disdikpora Cianjur Percepat Perbaikan 2.334 Ruang Kelas SD dalam 2 Tahun
- BAZNAS Cianjur Gerak Cepat: Ambulans dan Perawatan untuk Ibu Kurnia Terkena Kanker Serviks
- Nelayan Pantai Jayanti Kembali Melaut, Satpolairud Ingatkan Utamakan Keselamatan
- Gandeng KPK, Pemprov Jabar Bentengi Pejabat dan Keluarga dari Praktik Korupsi
- Presiden Prabowo Instruksikan BMKG Perkuat Kesiapan Hadapi Kemarau dan El Nino
- BAZNAS Cianjur Gerak Cepat: Ambulans dan Perawatan untuk Ibu Kurnia Terkena Kanker Serviks
- Nelayan Pantai Jayanti Kembali Melaut, Satpolairud Ingatkan Utamakan Keselamatan
- Gandeng KPK, Pemprov Jabar Bentengi Pejabat dan Keluarga dari Praktik Korupsi
Ketua BAZNAS Cianjur H. Tata: Realisasi Penghimpunan Zakat Non Fitrah Sudah Capai RP10,5 Miliar

Keterangan Gambar : Ketua BAZNAS Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, H. Tata.
Pinusnews.id - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cianjur optimistis target penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tahun 2025 dapat tercapai. Hingga Agustus 2024, realisasi penghimpunan zakat non-fitrah sudah mencapai 55 persen atau sekitar Rp10,5 miliar dari target Rp20 miliar.
Terkait hal itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Cianjur, H Tata, mengatakan, kebijakan BAZNAS RI memisahkan penghimpunan zakat fitrah dan non-zakat. Untuk zakat fitrah, pihaknya tidak menetapkan target nominal karena jumlahnya bervariasi setiap tahun. Namun, tahun ini terjadi peningkatan lima persen dibanding 2024 dengan surplus sekitar Rp1,2 miliar.
“Upaya BAZNAS saat ini adalah berkoordinasi dengan bupati yang akan mengajak para muzaki, kepala OPD, camat, dan masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui BAZNAS. Kami juga memberdayakan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di kecamatan, desa, dan tingkat DKM,” tutur H. Tata usai rapat di lingkungan Setda Cianjur kepada awak media, Rabu 13 Agustus 2025.
Baca Lainnya :
- Peranan PT. Bukit Naga Mas Kembangkan UMKM di Cianjur
- Ini Hasil Penghitungan Suara Pilkada Cianjur 2020
- Geger, Mayat Pria Ditemukan Meninggal  dalam Rumah
- BNN RI Intip Program Desa Bersih Narkoba di Cianjur
- LPM Sindangraja Pertanyakan SK Ada Dua, Ini Penjelasan Pemdes
Selain itu, H.Tata juga menyatakan, tingkat kepatuhan aparatur sipil negara (ASN) di Cianjur dalam membayar zakat cukup tinggi. Sekitar 90 persen ASN yang telah mencapai nisab membayar zakat sebesar 2,5 persen dari pendapatan bruto, termasuk gaji dan tunjangan.
Disebutkan, 10 persen ASN yang memiliki piutang atau kewajiban finansial pribadi tidak ditarik ZIS oleh BAZNAS. Dengan sisa empat bulan menuju akhir tahun, Tata optimistis target akan tercapai.
“Insya Allah, optimis bisa tercapai. Mari kita bersama-sama menghimpun ZIS melalui BAZNAS untuk mensejahterakan para mustahik di Kabupaten Cianjur, karena banyak fakir miskin yang perlu dibantu,” ungkap H. Tata. (dens).











