- AMAM IBNU Al-MUSHTLOPA *PILAR KEADILAN PADA HARTA YANG DITITIPKAN* _Catatan Awal Menjemput Amanat Ba
- Beras 30 Kilogram untuk 389 Ribu Warga: Bulog Sukses Salurkan Bantuan Pangan di Cianjur
- Diskominfo Cianjur Perkuat Dampak Digital Menuju Pelayanan Publik yang Lebih Baik
- Revitalisasi SMP PGRI Cikalongkulon: Sekolah Baru, Semangat Belajar Baru
- DPPKBP3A Cianjur Dukung Gerakan Wakaf Buku untuk Perkuat Budaya Baca
- Harhubnas ke-55, Memperkuat Konektivitas Transportasi di Cianjur
- DPPKBP3A Cianjur Raih Penghargaan Kampung KB dan Rumah Data Kependudukan
- Jejak Hilman Saukani Membawa BAZNAS Cianjur Lebih Transparan dan Dipercaya
- Menabur Kepedulian, Menuai Kesiapsiagaan: Ribuan Pelajar Cianjur Ikuti Pelatihan dan Pelantikan PMR
- DPPKBP3A Cianjur Kukuhkan SD Ibu Jenab 2 sebagai Sekolah Ramah Anak
Kejari Cianjur: Tidak Ada Pemerasaan dan Kriminilisasi pada Penanganan Dugaan Korupsi PJU

Keterangan Gambar : Pada jumpa pers Kejari Cianjur menyampaikan bantahan terkait pemberitaan dugaan aksi pemerasan dan kriminalisasi pada penanganan kasus PJU.
Pinusnews.id - Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur membantah terjadi dugaan pemerasan dan kriminalisasi pada penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) senilai Rp40 miliar di lingkup Dinas Perhubungan (Dishub). Saat ini kasus dugaan kerugian negara itu dalam tahap penyidikan.
Bantahan itu menyusul pernyataan kuasa hukum PT KPA, Fadlin Avisenna Nasution, yang dihadiri mantan Kadishub Dadan Ginanjar saat menggelar koferensi pers di Kantor JMB Law Firm di Jakarta. Pada rilisnya, JMB Law Firm menilai Kejaksaan Negeri Cianjur telah melakukan kebohongan publik saat menggelar konferensi pers pada 8 Juli 2025.
Fadlin juga mengungkapkan jika uang sejumlah Rp1 miliar yang ditampilkan Kejaksaan Negeri Kabupaten Cianjur yang diduga sebagai uang sitaan dari dugaan hasil tindak pidana korupsi pengadaan PJU Dishub Kabupaten Cianjur telah berkurang nominalnya sebesar Rp500 juta.
Baca Lainnya :
- Cyrus Network: Hasil Quick Count Sementara BHS-M Unggul Disusul Pilar
- Warga Lima Kecamatan di Cianjur Keluhkan Listrik Mati, Ini Disampaikan PLN
- 4968 TPS Disemprot Cairan Disinfektan
- Cegah Penyebaran Covid-19, Forkopimda Cianjur Penyemprotan Disinfektan Hingga Bagikan Masker
- Tingkatkan Nilai Profesional, PWI Cianjur Gelar UKW 2020,Â
Disampaikannya jika uang tersebut merupakan uang diduga dari aktivitas pemerasan yang dilakukan oknum APH berinisial RH kepada saudara Purbo dari PT KPA.
Kepala Kejari Cianjur Kamin mengatakan, tudingan gratifikasi yang disampaikan tersebut tidak benar. Hingga kini jajaran Kejari Cianjur belum pernah berkomunikasi hingga menggelar pertemuan dengan yang bersangkutan.
"Saya sampaikan, kami bersama tim tidak pernah berkomunikasi atau ada pertemuan dengan Purbo, bahkan untuk meminta uang," kata Kamin kepada wartawan saat jumpa pers di kantor Kejari Cianjur, Jumat, 11 Juli 2025.
Kamin menegaskan akan menindak tegas jajarannya kalau memang melakukan dugaan aksi pemerasan dan kriminalisasi pada kasus tersebut.
"Kami akan menindak tegas jika ada dari Kejari Cianjur yang bermain dalam kasus ini," tegas Kamin. (dens).











