- Gunakan Dana Pribadi, Gubernur KDM Gelar Sayembara Tangkap Penjahat Jalanan di Jabar
- DPMPTSP Cianjur: Investasi Tembus Rp1,33 Triliun pada Semester Pertama 2026
- Bupati Wahyu Resmikan Peluncuran AMDK Perumdam Tirta Mukti Cianjur
- Bidang SMP Disdikpora Cianjur, Sukses Penerimaan Siswa Baru Sekolah Nasional Terintegrasi
- SEATRC 2026 di Cianjur: Lari Lintas Alam Bawa Atlet Asia Tenggara Dorong Pariwisata Lokal
- Epa Fatihah Dinobatkan Sebagai Menteri Kehebohan Wisata Keluarga Bani Asyari
- Perhutani KPH Cianjur Perkuat Sinergi dengan Kejari untuk Pengelolaan Hutan yang Akuntabel dan Berke
- BPBD Cianjur Percepat Distribusi Air Bersih: Respons Hadapi Kekeringan Musim Kemarau
- Bupati Cianjur: Art Space The Unreal Playroom, Kreativitas dan Ekonomi Kreatif Lokal
- Bagian Umum dan Keuangan Sekda Cianjur Gelar Rekonsiliasi Semester 2026
Kebangkitan Pariwisata Cianjur: Lonjakan Kunjungan Wisatawan pada Libur Lebaran 2026

Keterangan Gambar : Waduk Jangari di Cianjur.
Pinusnews.id - Libur Lebaran selalu menjadi momen yang dinantikan masyarakat untuk beristirahat, bersilaturahmi, sekaligus berwisata bersama keluarga. Pada tahun 2026, fenomena ini kembali terlihat di Kabupaten Cianjur, di mana sejumlah destinasi wisata mengalami peningkatan kunjungan yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini menjadi sinyal positif bagi kebangkitan sektor pariwisata daerah yang sempat mengalami perlambatan.
Salah satu destinasi yang menunjukkan peningkatan adalah objek wisata air di kawasan Jangari, Kecamatan Mande. Pada libur Lebaran tahun ini, jumlah kunjungan tercatat meningkat sekitar 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap wisata lokal mulai kembali tumbuh, meskipun belum sepenuhnya mencapai puncaknya.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Jangari, Hendra Hendrawan, mengungkapkan bahwa tren positif tersebut sudah mulai terasa sejak awal masa libur. Ia menyatakan, “Kalau dibandingkan tahun sebelumnya, tingkat kunjungan wisatawan ke Jangari saat ini ada peningkatan meski tidak besar.” Pernyataan ini menegaskan bahwa pemulihan sektor wisata berjalan secara bertahap, namun tetap menjanjikan.
Baca Lainnya :
- Rapat Forkopimda dan Evaluasi Penanganan Covid-19 di Cianjur
- 97 SD dan 54 SMP di Cianjur Dapat Bantuan 55 Miliar
- Dinkes Cianjur Gelar Simulasi Vaksin Covid-19
- Soal Data KPM, Komisi D Siap Panggil TKSK dan Camat Warungkondang
- Kapolsek Sukaluyu : Pencarian Aji Korban Tenggelam Akan Terjunkan Tim SAR Bandung
Meski demikian, karakteristik wisatawan yang datang masih didominasi oleh pengunjung lokal. Hendra menambahkan, “Mayoritas wisatawan lokal yang datang.” Hal ini menunjukkan bahwa pergerakan wisata masih berpusat pada mobilitas regional, sementara wisatawan dari luar daerah belum sepenuhnya kembali dalam jumlah besar.
Di sisi lain, peningkatan yang lebih mencolok terjadi di Pantai Apra, Kecamatan Sindangbarang. Jika pada hari biasa kawasan ini relatif sepi, pada hari kedua Lebaran jumlah pengunjung melonjak hingga lebih dari 2.000 orang. Lonjakan ini menggambarkan bahwa destinasi wisata alam, khususnya pantai, tetap menjadi daya tarik utama bagi masyarakat dalam mengisi waktu libur.
Pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur juga mengakui adanya tren peningkatan kunjungan tersebut. Sekretaris dinas, Yudha Azwar, menyampaikan, “Peningkatan kunjungan wisatawan di sejumlah objek destinasi wisata di Cianjur memang ada pada momen libur Lebaran tahun 2026 ini. Tapi untuk total pastinya kami masih menunggu rekapitulasi data.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa meskipun data resmi belum dirilis, indikasi kebangkitan sektor pariwisata sudah terlihat jelas di lapangan.
Peningkatan kunjungan wisatawan selama libur Lebaran 2026 menjadi momentum penting bagi kebangkitan pariwisata di Cianjur. Antusiasme masyarakat yang kembali berwisata menunjukkan adanya peluang besar bagi pengembangan sektor ini ke depan. Oleh karena itu, pemerintah daerah diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas fasilitas, aksesibilitas, serta pelayanan di setiap destinasi wisata agar pertumbuhan ini dapat berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat setempat. (dens).











