- Dr. Euis Latifah, M.Pd. Raih Penghargaan sebagai Dosen Inovatif dalam ToT Perma Pendis 2026
- Rektor IAI Al-Azhary Raih Perma Pendis Award 2026 sebagai Rektor Visioner di Tengah Kegiatan ToT
- BAZNAS Cianjur Apresiasi UPZ IGTKI-PGRI Sukses Tingkatkan ZIS
- Koperasi Merah Putih: Jembatan Kemandirian Ekonomi Cianjur Menuju Kesejahteraan Nyata
- Bupati Wahyu dalam Rembug Warga Cianjur: Langkah Nyata Menuju Kesejahteraan Inklusif
- Cari Solusi Agar Gaji Guru Honorer Dibayar, KDM Segera Temui Menteri PAN-RB
- Panggil Kapolri, Presiden Prabowo Bahas Keamanan Nasional dan Program Strategis Polri
- Kesuksesan Bidang SMP Disdikpora Cianjur dalam Menggelar Tes Kemampuan Akademik 2026
- Bupati Wahyu: Koperasi Pilar Utama Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Cianjur
- Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) Siap Dibangun di Jawa Barat Mulai Juni 2026
Kadis Kesehatan Cianjur Jelaskan Kematian Warga Akibat Pengobatan Gratis ke Komisi D DPRD Cianjur

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur Yusman Faisal (keempat dari ujung), saat menjelaskan kronologi meninggalnya orang akibat pengobatan gratis di Naringgul ke Komisi D DPRD Kabupaten Cianjur.
Pinusnews.id - Kasus meninggalnya seorang warga asal Desa Sukamulya, Naringgul usai mengikuti acara pengobatan gratis yang digelar Paslon nomer urut 2 Wahyu-Ramzi ternyata berbuntut panjang.
Komisi D DPRD Cianjur, memanggil Kapala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal untuk meminta penjelasan kenapa peristiwa tersebut bisa terjadi.
Yusman Faisal menjelaskan, kronologis kejadian sesuai informasi yang ia dapatkan. Selain itu ia juga menyampaikan dugaan-dugaan hal yang mungkin menjadi pemicu dan mengakibatkan kematian, berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya sebagai dokter.
Baca Lainnya :
- Sejumlah Kampung di Agrabinta Cianjur Dikepung Banjir dan Longsor
- Panwascam Sukaluyu Lantik 170 Anggota PTPS
- Dinas Pertanian Buka Bazar Murah untuk Umum
- Jasad Nelayan Tengelam di Pantai Cigebang Cianjur Ditemukan
- Ratusan Minuman Beralkohol Roso-Roso Diamankan Polres Cianjur di Rumah Kontrakan
"Jadi untuk penyebab kematiannya sendiri itu kita masih mendalami,kita analisis, dan mengundang dari PB IDI kemudian dari PC IBI dan dari PPNI untuk dilakukan analisis dan kemungkinan-kemungkinan. Kita juga mendiskusikan ke depan ketika ada kegiatan bakti sosial seperti ini harus seperti apa," Yusman Faisal menjelaskan kepada Komisi D DPRD Cianjur, belum lama berselang.
Yusman Faisal juga menegaskan, pengobatan gratis ini tidak ada sama sekali pemberitahuan, tidak ada pemberitahuan akan diadakan pengobatan masal atau bakti sosial.
"Kami juga tidak menerima izin apapun dari pihak yang bersangkutan, sehingga kami juga tidak tahu bahwa pada hari itu akan diadakan kegiatan tersebut di Naringgul," paparnya.
"Jadi memang kalau SOP kami sudah sangat jelas, dan yang sering dan menanggapi SOP kami itu biasanya dari IDI, IBI atau PPNI ataupun dari puskesmas-puskesmas, itu selalu ada laporannya. Tetapi untuk pengobatan dari luar seperti ini memang jarang sekali ada laporan kepada kami," tegas Yusman Faisal. (dens).











