- Rektor IAI Al-Azhary Raih Perma Pendis Award 2026 sebagai Rektor Visioner di Tengah Kegiatan ToT
- BAZNAS Cianjur Apresiasi UPZ IGTKI-PGRI Sukses Tingkatkan ZIS
- Koperasi Merah Putih: Jembatan Kemandirian Ekonomi Cianjur Menuju Kesejahteraan Nyata
- Bupati Wahyu dalam Rembug Warga Cianjur: Langkah Nyata Menuju Kesejahteraan Inklusif
- Cari Solusi Agar Gaji Guru Honorer Dibayar, KDM Segera Temui Menteri PAN-RB
- Panggil Kapolri, Presiden Prabowo Bahas Keamanan Nasional dan Program Strategis Polri
- Kesuksesan Bidang SMP Disdikpora Cianjur dalam Menggelar Tes Kemampuan Akademik 2026
- Bupati Wahyu: Koperasi Pilar Utama Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Cianjur
- Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) Siap Dibangun di Jawa Barat Mulai Juni 2026
- Tanggung Jawab PT DMGP dalam Mengembangkan Energi Panas Bumi di Cipanas, Cianjur
Jelang Musim Hujan, Masyarakat Diimbau Waspada Ancaman Demam Berdarah Dengue
Oleh : tim-dens

Keterangan Gambar : Nyamuk DBD (Aedes Aegypti), foto istimewa.
Pinusnews.id - Memasuki musim penghujan, Puskesmas DPT Sindangbarang mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti.
Jenis nyamuk ini diketahui sangat mudah berkembang biak di genangan air yang kerap muncul saat curah hujan tinggi.
Kepala Puskesmas DPT Sindangbarang, Nanang Priatna, menekankan pentingnya gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui pola 3M yakni, Menguras, Menutup, dan Mengubur.
Baca Lainnya :
- Potensi Anak Didik SSB Yudhistira Cianjur Butuh Dilirik
- Paslon Toha-Ade (Hade) : Selamat, Hasil Quick Count Versi Cyrus Network BHS-M Unggul
- Hitungan Sementara Suara Pilkada 2020 di Cianjur
- Cyrus Network: Hasil Quick Count Sementara BHS-M Unggul Disusul Pilar
- Warga Lima Kecamatan di Cianjur Keluhkan Listrik Mati, Ini Disampaikan PLN
Ia mengimbau warga untuk menjaga kebersihan lingkungan, khususnya menghindari tumpukan sampah yang dapat menjadi sarang nyamuk.
“Masyarakat harus menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Lingkungan yang kumuh dan banyak genangan air berisiko tinggi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti,” kata Nanang, Jumat (18/7/2025).
Meskipun kasus DBD di wilayah Kecamatan Sindangbarang belum menunjukkan lonjakan signifikan, Nanang memastikan pihaknya siap merespons cepat apabila ada laporan kasus. Petugas Puskesmas akan melakukan penanganan langsung di lokasi, baik dari sisi medis maupun penanggulangan lingkungan.
"Bekas genangan air, saluran mampet, atau wadah yang terbuka adalah tempat favorit nyamuk DBD bertelur. Masyarakat harus lebih peduli, terutama di masa pancaroba seperti sekarang ini," tegasnya.
Puskesmas juga mengajak warga aktif melapor jika menemukan gejala DBD di lingkungan sekitar, agar pencegahan dan penanganan bisa dilakukan secepat mungkin.











