- Dr. Euis Latifah, M.Pd. Raih Penghargaan sebagai Dosen Inovatif dalam ToT Perma Pendis 2026
- Rektor IAI Al-Azhary Raih Perma Pendis Award 2026 sebagai Rektor Visioner di Tengah Kegiatan ToT
- BAZNAS Cianjur Apresiasi UPZ IGTKI-PGRI Sukses Tingkatkan ZIS
- Koperasi Merah Putih: Jembatan Kemandirian Ekonomi Cianjur Menuju Kesejahteraan Nyata
- Bupati Wahyu dalam Rembug Warga Cianjur: Langkah Nyata Menuju Kesejahteraan Inklusif
- Cari Solusi Agar Gaji Guru Honorer Dibayar, KDM Segera Temui Menteri PAN-RB
- Panggil Kapolri, Presiden Prabowo Bahas Keamanan Nasional dan Program Strategis Polri
- Kesuksesan Bidang SMP Disdikpora Cianjur dalam Menggelar Tes Kemampuan Akademik 2026
- Bupati Wahyu: Koperasi Pilar Utama Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Cianjur
- Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) Siap Dibangun di Jawa Barat Mulai Juni 2026
Hama Wereng Serang Sawah di Karangtengah Cianjur, Petani Rugi Ratusan Juta Rupiah

Keterangan Gambar : Hama wereng yang merusak ratusan hektar sawah di wilayah Kecamatan Karangtengah, Cianjur.
Pinusnews.id - Serangan hama wereng menghantam ratusan hektar lahan pertanian di Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Cianjur, hingga mengakibatkan gagal panen akibat serangan hama wereng tersebut, yang menyebar secara masif.
Akhirnya, serangan hama wereng membuat para petani menanggung kerugian hingga ratusan juta rupiah.
Memang kenyataannya serangan hama wereng ini terjadi dengan sangat cepat, menghancurkan tanaman padi dari daun hingga ke akar. Tanaman mengering bertahap dan bulir padi berubah menjadi kosong, sehingga tidak layak untuk dijual di pasaran.
Baca Lainnya :
- Laka Tunggal, Mobil Pick Up Terjun Bebas ke Jurang di Naringgul
- Gegerkan Warga, Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Ditemukan di Sungai Cikondang Cibeber Cianjur
- BPBD Cianjur : Tebing Pasir atau Hutan Rawan Longsor di Cianjur, Sudah Terakomodir 2021
- Rustiman KPU Cianjur : 99 Persen Masyarakat Tahu 9 Desember Ada Apa?
- Perlu Perhatian Serius, Tebing Pasir Cilumping di Cibeber Rawan LongsorÂ
“Hama wereng ini menyebar dengan sangat cepat. Tanaman kami menguning, batangnya kering, dan bulirnya kosong. Kalau tidak segera ditangani, ini bisa menyebar ke daerah pertanian lain di Cianjur,” ungkap Rosad, petani asal Desa Sukamanah, Karang Tengah, Minggu 15 Juni 2025.
Keadaan ini membuat para petani resah. Selain kerugian ekonomi yang mereka alami, kekhawatiran akan meluasnya serangan ke wilayah pertanian lain pun semakin besar, terlebih jika tidak segera diatasi.
Menyikapi hal tersebut, Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian menyatakan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan langkah cepat untuk mengatasi permasalahan ini.
“Pemkab akan segera mendistribusikan bantuan pestisida ke wilayah terdampak untuk menanggulangi penyebaran hama secara cepat. Kami juga akan mengerahkan tim dari Dinas Pertanian untuk melakukan pendampingan teknis kepada para petani,” ujar Bupati Wahyu.
Pemerintah Kabupaten Cianjur juga mengimbau agar kelompok tani aktif melaporkan bila ada gejala serangan serupa. Langkah ini penting agar penanganan bisa dilakukan sejak dini dan potensi kerugian lebih besar dapat dicegah.(tim-dens).











