- DPRD Cianjur Pimpin Refleksi dan Akselerasi Pembangunan pada Hari Jadi ke-349
- Bupati Cianjur Sambut Korban TPPO, Ingatkan Warga Urus TKI Secara Legal
- Cianjur Masih di Bawah: Tantangan IPM dan Upaya Perbaikan Bersama
- Peringati Milangkala Ke-349 Kabupaten Cianjur, KDM akan Tingkatkan Kualitas Pendidikan
- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
Gandeng Dinas Pertanian, Reforma Agraria Harus Menyentuh Aspek Pemberdayaan

Keterangan Gambar : Para pihak terkait dari Kantor Pertanahan Cianjur, Pertanian, Diskumdagin, dan para petani di Desa Muaracikadu, Sindangbarang, Cianjur Selatan.
Pinusnews.id - Program Reforma Agraria di Kabupaten Cianjur kini memasuki tahap pemanfaatan lahan yang lebih konkret.
Bukan lagi sekadar pembagian tanah, melainkan bagaimana lahan itu benar-benar produktif dan mampu menjadi sumber penghidupan masyarakat desa.
Kasi Penataan dan Pemberdayaan Kantor Pertanahan Kabupaten Cianjur, Andi Hardiana, menegaskan bahwa Reforma Agraria harus menyentuh aspek pemberdayaan.
Baca Lainnya :
- Kurangi Beban Petani Dimasa Pandemi Covid-19, Fraksi Partai Gerindra Serahkan Bantuan Benih
- Inna lillahi, Empat Kadis Positif Covid-19, Satu Orang Meninggal Dunia
- Akibat Cuaca Buruk Nelayan Jayanti Gagal Cari Ikan, Kini Tanam Jagung
- Pemdes Tanjungsari Sukaluyu Bagikan BLT
- Peranan PT. Bukit Naga Mas Kembangkan UMKM di Cianjur
“Tanah yang dibagikan harus bisa ditanami, menghasilkan, dan memberi nilai tambah. Karena itu kami kawal bersama pemda, OPD terkait, dan mitra pemasaran agar hasil panen punya pasar yang jelas,” ujarnya, belum lama ini.
Pengawalan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan Dinas Pertanian, Dinas UMKM dan Perdagangan, serta offtaker sebagai penjamin harga. Para petani penerima manfaat diberi penyuluhan teknik budidaya jagung hibrida dan semangka, hingga manajemen usaha kecil agar mereka tidak hanya bisa menanam, tapi juga mengembangkan usaha.
Kepala Desa Muaracikadu melalui Ketua BPD, Deden Hidayat, menilai pendampingan itu sangat penting.
“Kalau dibiarkan tanpa pola jelas, tanah bisa kembali terlantar. Dengan adanya pengawalan, petani bisa lebih terarah, dari cara mengelola lahan sampai memastikan hasil panen terserap pasar,” kata Deden.
Warga desa pun menyambut positif langkah ini. Mereka berharap pendampingan tidak berhenti di tahap awal, melainkan berkelanjutan agar lahan hasil Reforma Agraria benar-benar menjadi modal usaha dan sumber kesejahteraan. (tim dens).











