- BAZNAS Cianjur Ringankan Beban Korban Bencana di NTT
- Isfhan Anggota DPR RI ke Naringgul: Mengawal 5 Pilar HAM agar Nyata dirasakan Warga
- Berhasil Kawal Program 3 Juta Rumah, Pemprov Jabar Terima Apresiasi dari Kemendagri
- DLH Cianjur Pimpin Operasi Bersih Sungai Cisarua: Gotong Royong Pulihkan Aliran, Cegah Banjir
- Diskumdagin Cianjur Tegaskan Integritas: Langkah Nyata Perbaiki Pelayanan Publik
- Siapkan Tenaga Kerja Kompeten di Pasar Global, 1.280 Lulusan SMA, SMK, MA Jabar Diberi Pelatihan Ker
- DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Pimpinan Siap Mundur
- BAZNAS Cianjur Hadirkan Harapan Lewat Distribusi Air Bersih di Desa Sukamaju
- Buka Muktamar ke-35 NU, Presiden Prabowo: NU Institusi Bersejarah dan Berjasa Besar bagi Indonesia
- Bidang SMP Disdikpora Cianjur Gerak Cepat Antisipasi Kekurangan Guru Menjelang 2026–2027
Eri Rihandiar: 30 Titik Ruas Jalan Terdampak Bencana Diperbaiki Secara Bertahap

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Eri Rihandiar.
Pinusnews.id - Sedikitnya 30 titik ruas jalan terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Cianjur, yang kebanyakan berada di wilayah selatan, terus diperbaiki oleh pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Cianjur.
Upaya perbaikan yang dilaksankan oleh Dinas PUTR tersebut, hingga saat ini perbaikannya hampir rampung, dan dikerjakan secara bertahap.
Terkait hal itu, Kepala Dinas PUTR Kabupaten Cianjur, Eri Rihandiar, mengatakan dari 30 titik, sebanyak 23 titik sudah selesai diperbaiki. Lokasinya tersebar di Kecamatan Agrabinta, Tanggeung, Kadupandak dan Takokak.
Baca Lainnya :
- Cegah Penyebaran Covid-19, Forkopimda Cianjur Penyemprotan Disinfektan Hingga Bagikan Masker
- Tingkatkan Nilai Profesional, PWI Cianjur Gelar UKW 2020,Â
- Kerugian Rp10 Juta, Warung di Sidangbarang Cianjur Diamuk Api
- Laka Tunggal, Mobil Pick Up Terjun Bebas ke Jurang di Naringgul
- Gegerkan Warga, Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Ditemukan di Sungai Cikondang Cibeber Cianjur
Sedangkan tujuh titik lainnya masih dalam proses. Dengan begitu aktivitas perekonomian dan pendidikan mulai berangsur normal.
“Kalau ditotal, panjang ruas jalan yang masih dalam proses perbaikan tak lebih dari 4 kilometer. Rata-rata jalan rusak akibat pergerakan tanah yang terjadi beberapa waktu lalu,” kata Eri, di Cianjur, belum lama ini.
Eri tak memungkiri, upaya perbaikan jalan memakan waktu yang cukup lama. “Perbaikannya sudah kami lakukan sejak beberapa bulan lalu,” jelasnya.
Eri berharap masyarakat bisa besama-sama membantu pemerintah menjaga kualitas jalan agar tidak mudah rusak. “Mari kita sama-sama jaga kondisi jalan yang telah diperbaiki,” pungkasnya. (dens).











