- Dr. Euis Latifah, M.Pd. Raih Penghargaan sebagai Dosen Inovatif dalam ToT Perma Pendis 2026
- Rektor IAI Al-Azhary Raih Perma Pendis Award 2026 sebagai Rektor Visioner di Tengah Kegiatan ToT
- BAZNAS Cianjur Apresiasi UPZ IGTKI-PGRI Sukses Tingkatkan ZIS
- Koperasi Merah Putih: Jembatan Kemandirian Ekonomi Cianjur Menuju Kesejahteraan Nyata
- Bupati Wahyu dalam Rembug Warga Cianjur: Langkah Nyata Menuju Kesejahteraan Inklusif
- Cari Solusi Agar Gaji Guru Honorer Dibayar, KDM Segera Temui Menteri PAN-RB
- Panggil Kapolri, Presiden Prabowo Bahas Keamanan Nasional dan Program Strategis Polri
- Kesuksesan Bidang SMP Disdikpora Cianjur dalam Menggelar Tes Kemampuan Akademik 2026
- Bupati Wahyu: Koperasi Pilar Utama Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Cianjur
- Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) Siap Dibangun di Jawa Barat Mulai Juni 2026
Eri Rihandiar: 30 Titik Ruas Jalan Terdampak Bencana Diperbaiki Secara Bertahap

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Eri Rihandiar.
Pinusnews.id - Sedikitnya 30 titik ruas jalan terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Cianjur, yang kebanyakan berada di wilayah selatan, terus diperbaiki oleh pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Cianjur.
Upaya perbaikan yang dilaksankan oleh Dinas PUTR tersebut, hingga saat ini perbaikannya hampir rampung, dan dikerjakan secara bertahap.
Terkait hal itu, Kepala Dinas PUTR Kabupaten Cianjur, Eri Rihandiar, mengatakan dari 30 titik, sebanyak 23 titik sudah selesai diperbaiki. Lokasinya tersebar di Kecamatan Agrabinta, Tanggeung, Kadupandak dan Takokak.
Baca Lainnya :
- Cegah Penyebaran Covid-19, Forkopimda Cianjur Penyemprotan Disinfektan Hingga Bagikan Masker
- Tingkatkan Nilai Profesional, PWI Cianjur Gelar UKW 2020,Â
- Kerugian Rp10 Juta, Warung di Sidangbarang Cianjur Diamuk Api
- Laka Tunggal, Mobil Pick Up Terjun Bebas ke Jurang di Naringgul
- Gegerkan Warga, Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Ditemukan di Sungai Cikondang Cibeber Cianjur
Sedangkan tujuh titik lainnya masih dalam proses. Dengan begitu aktivitas perekonomian dan pendidikan mulai berangsur normal.
“Kalau ditotal, panjang ruas jalan yang masih dalam proses perbaikan tak lebih dari 4 kilometer. Rata-rata jalan rusak akibat pergerakan tanah yang terjadi beberapa waktu lalu,” kata Eri, di Cianjur, belum lama ini.
Eri tak memungkiri, upaya perbaikan jalan memakan waktu yang cukup lama. “Perbaikannya sudah kami lakukan sejak beberapa bulan lalu,” jelasnya.
Eri berharap masyarakat bisa besama-sama membantu pemerintah menjaga kualitas jalan agar tidak mudah rusak. “Mari kita sama-sama jaga kondisi jalan yang telah diperbaiki,” pungkasnya. (dens).











