- DPPKBP3A Cianjur Dukung Gerakan Wakaf Buku untuk Perkuat Budaya Baca
- Harhubnas ke-55, Memperkuat Konektivitas Transportasi di Cianjur
- DPPKBP3A Cianjur Raih Penghargaan Kampung KB dan Rumah Data Kependudukan
- Jejak Hilman Saukani Membawa BAZNAS Cianjur Lebih Transparan dan Dipercaya
- Menabur Kepedulian, Menuai Kesiapsiagaan: Ribuan Pelajar Cianjur Ikuti Pelatihan dan Pelantikan PMR
- DPPKBP3A Cianjur Kukuhkan SD Ibu Jenab 2 sebagai Sekolah Ramah Anak
- Syukuran dan Komitmen Disbudpar Cianjur Menumbuhkan Kampung Budaya Padi Pandanwangi
- SIROJA, Ikhtiar Camat Mande Memperkuat Ketakwaan dan Kebersamaan
- DLH Cianjur Ajak Warga Bersihkan Sampah untuk Lingkungan yang Nyaman dan Sehat
- DPRD Cianjur Sepakati Perubahan APBD 2026: Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Rakyat
dr Yusman Faisal: Cianjur Masih Kekurangan Tenaga Medis, Khususnya dokter Spesialis

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dr Yusman Faisal.
Pinusnews.id - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dr Yusman Faisal mengungkapkan, masih mengalami kekurangan tenaga medis, khususnya dokter spesialis. Saat ini, setidaknya dibutuhkan tambahan 10 hingga 15 orang dokter spesialis untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan di rumah sakit milik pemerintah daerah.
Selain itu, dr Yusman Faisal juga mengatakan, meskipun pihaknya telah membuka kuota penerimaan melalui jalur CPNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) pada tahun 2024, minat dari kalangan dokter spesialis untuk bertugas di Cianjur masih sangat rendah.
“Cianjur ini salah satu kabupaten yang kurang diminati oleh dokter spesialis, padahal kita termasuk daerah yang masih memiliki banyak persoalan di sektor kesehatan. Terbukti dari peringkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) bidang kesehatan, Cianjur berada di tiga peringkat terbawah di Jawa Barat,” katanya kepada wartawan, Rabu 2 Juli 2025.
Baca Lainnya :
- Cegah Penyebaran Covid-19, Forkopimda Cianjur Penyemprotan Disinfektan Hingga Bagikan Masker
- Tingkatkan Nilai Profesional, PWI Cianjur Gelar UKW 2020,Â
- Kerugian Rp10 Juta, Warung di Sidangbarang Cianjur Diamuk Api
- Laka Tunggal, Mobil Pick Up Terjun Bebas ke Jurang di Naringgul
- Gegerkan Warga, Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Ditemukan di Sungai Cikondang Cibeber Cianjur
dr Yusman Faisal menuturkan, kebutuhan terbesar saat ini adalah untuk dokter spesialis penunjang, sedangkan kebutuhan untuk dokter spesialis dasar mulai sedikit terpenuhi.
"Secara keseluruhan kekurangan dokter spesialis di Cianjur diperkirakan masih berada di kisaran 30 hingga 40 persen dari total kebutuhan," tuturnya.
“Untuk rumah sakit kelas B seperti RSUD Sayang, memang butuh banyak dokter spesialis. Tapi untuk rumah sakit kelas D, minimal dibutuhkan empat spesialis dasar dan tiga spesialis penunjang. Jadi total kebutuhan prioritas kami saat ini sekitar 10 sampai 15 orang dokter,” sambung Yusman.
Sebagai langkah solusi, lanjut Yusman, Dinkes Cianjur mendorong rumah sakit daerah yang berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) untuk merekrut langsung dokter spesialis sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
“Kami sudah minta kepada direktur rumah sakit untuk aktif dalam pemenuhan kebutuhan dokter spesialis ini. Karena status BLUD memungkinkan mereka merekrut langsung tenaga medis. Tujuannya agar pelayanan kepada masyarakat bisa maksimal,” ungkapnya. (dens).











