- SENJA Cianjur Diluncurkan: Sekolah untuk Membuat Lansia Sehat, Mandiri, dan Produktif
- Bupati Cianjur Ajak MUI Kolaborasi Perkuat Pembinaan Keagamaan dan Layanan Publik
- Kejar Target Angka Harapan Hidup, Jabar Siap Sukseskan Program KITA SEHAT
- Cianjur Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan 3 Bulan, BPBD Tangkas Koordinasi Mitigasi dan Bantuan
- BAZNAS Cianjur Perbaiki Rutilahu: Dua Keluarga Terima Bantuan Rp25 Juta
- Disdikpora Cianjur Perkuat Pengawasan BOS Kinerja, 210 Kepala Sekolah Ikuti Sosialisasi
- Perumdam Tirta Mukti Cianjur: Musim Kemarau Panjang, Pasokan Air Bersih Menipis
- DPUTR Cianjur Perkuat Integritas: Sosialisasi Anti-Gratifikasi untuk Pelayanan Publik yang Bersih
- Kerja Skala Besar di Mekarmukti: Progres TMMD Ke-129 Kodim 0608/Cianjur Capai Banyak Titik
- Relokasi SDN Pasirkelewih Bikin Akses Belajar Lebih Dekat dan Nyaman
dr. Yusman Faisal: 4 Rumah Sakit di Cianjur Kekurangan 15 dokter Spesialis

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dr. Yusman Faisal.
Pinusnews.id - Empat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) milik Pemerintah Kabupaten Cianjur masih menghadapi krisis tenaga medis, khususnya dokter spesialis.
Hingga pertengahan tahun 2025, kebutuhan akan tenaga spesialis di empat rumah sakit tersebut belum terpenuhi, dengan kekurangan mencapai sekitar 15 orang dokter.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, dr. Yusman Faisal, membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, kekurangan ini menjadi hambatan serius dalam upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan di wilayahnya.
Baca Lainnya :
- Warga Lima Kecamatan di Cianjur Keluhkan Listrik Mati, Ini Disampaikan PLN
- 4968 TPS Disemprot Cairan Disinfektan
- Cegah Penyebaran Covid-19, Forkopimda Cianjur Penyemprotan Disinfektan Hingga Bagikan Masker
- Tingkatkan Nilai Profesional, PWI Cianjur Gelar UKW 2020,Â
- Kerugian Rp10 Juta, Warung di Sidangbarang Cianjur Diamuk Api
“Sejak tahun 2024 kami sudah membuka rekrutmen. Namun hingga kini, pemenuhan tenaga dokter spesialis belum optimal,” ungkap dr Yusman Faisal kepada awak media di lingkungan Pendopo, Senin 7 Juli 2025.
Sebagai solusi, pihak Dinkes mendorong kebijakan desentralisasi rekrutmen tenaga medis dengan memberikan kewenangan penuh kepada masing-masing RSUD, terutama yang telah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), untuk melakukan perekrutan secara mandiri.
“Kami meminta RSUD yang sudah BLUD agar proaktif merekrut dokter spesialis sesuai kebutuhan. Jangan menunggu. Ini penting untuk mempercepat pemenuhan layanan kesehatan,” tegas dr Yusman Faisal. (dens).











