- DPRD Cianjur Gelar Rapat Paripurna: Jawaban Eksekutif atas Pandangan Umum Fraksi
- Hilman Saukani: BAZNAS dan Dekopinda Merajut Sinergi Zakat yang Menggerakkan Umat
- Ruhli Solehudin: Sekolah Rakyat Cianjur Masih Pending, Lahan 10 Hektare Jadi Kendala Utama
- Dari Abu Menuju Harapan: Aksi Cepat PMI Cianjur Lindungi Warga di Tengah Hujan Vulkanik
- Disdikpora Cianjur: Imbau Warga Sekolah dari Abu Vulkanik dengan Pembelajaran Daring
- Lewat SADA Jabar, Sekda Herman Dorong Kepala Desa Aktif Tingkatkan IPM
- 282 Ruang Kelas yang Hilang: Potret Kesenjangan Infrastruktur SMP di Cianjur
- Presiden Prabowo: Tertibkan Kawasan Hutan SecaraTegas, Transparan, dan Akuntabel
- Sanroh BAZNAS Cianjur: Menyegarkan Hati, Mengokohkan Amanah
- Sekolah di Ujung Kampung: Janji Bupati Cianjur untuk Pendidikan yang Layak
Disdikpora Cianjur Revitalisasi 800 Ruang Kelas untuk Pendidikan Berkualitas

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Ruhli Solehudin.
Pinusnews.id - Pendidikan merupakan pondasi utama kemajuan suatu daerah, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menunjukkan keseriusannya melalui perencanaan anggaran masif sebesar 100 miliar 100 juta untuk pembangunan sarana dan prasarana sekolah SD serta SMP. Inisiatif ini mencerminkan visi jangka panjang untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi ribuan siswa. Di balik angka tersebut, terdapat upaya matang dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Cianjur yang telah melakukan verifikasi lapangan secara teliti, memetakan kebutuhan hingga 300 Ruang Kelas Baru (RKB) dan rehabilitasi 500 ruang kelas existing.
Kepala Disdikpora Cianjur, Ruhli Solehudin, memimpin timnya dengan strategi terfokus yang menyesuaikan kondisi geografis daerah. “Untuk RKB membutuhkan 300 ruang kelas, terkonsentrasi di wilayah bagian utara. Untuk rehab SD dan SMP sekitar 500 ruang kelas, rehab ini kebanyakan di wilayah bagian selatan,” katanya pada Jumat, 27 Februari 2026. Pendekatan ini tidak hanya efisien, tapi juga menunjukkan pemahaman mendalam terhadap disparitas wilayah, di mana utara memerlukan pembangunan baru sementara selatan lebih butuh perbaikan darurat.
Rincian anggaran yang direncanakan Disdikpora begitu presisi yakni Rp100 miliar dialokasikan khusus untuk RKB, sementara Rp100 juta untuk rehabilitasi. Kinerja ini lahir dari survei intensif yang dilakukan sepanjang tahun, memastikan setiap rupiah tepat sasaran. Bukan sekadar angka, ini adalah bukti bagaimana Disdikpora Cianjur bertransformasi menjadi motor penggerak pendidikan, mengubah data lapangan menjadi proposal actionable yang siap diajukan ke tingkat nasional.
Baca Lainnya :
- Dodit Ardian Penjabat Sekda Cianjur Gantikan Cecep Alamsyah
- Satpol PP Cianjur Gelar Operasi Yustisi
- BPNT di Desa Sukamulya, Dikelola BUMDes Secara Mandiri
- 8 Kades Ontrog Kantor Camat Warungkondang, Ada Apa?
- Naringgul Cianjur Dilanda Banjir
Tahun ini, Disdikpora tak tinggal diam dimana telah mengusulkan seluruh program revitalisasi ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). “Untuk layak rehab atau pembangunan ruang kelas baru itu hasil verifikasi Kementrian dan sudah kami usulkan,” papar Ruhli dengan optimisme. Langkah proaktif ini menonjolkan dedikasi Disdikpora dalam membangun jejaring dengan pusat, mempercepat realisasi yang sebelumnya sering terhambat birokrasi.
Faktor penyebab kerusakan infrastruktur pun telah diantisipasi secara komprehensif oleh Disdikpora. “Diantaranya terdampak bencana gempa bumi tahun 2022 dan pergerakan tanah longsor tahun 2024 dan sudah lamanya masa bangunan sekolahnya,” ungkap Ruhli. Alih-alih mengeluh, dinas ini justru menggunakan pengalaman bencana sebagai pelajaran untuk merancang bangunan tahan bencana, menjadikan Cianjur sebagai contoh ketangguhan di tengah risiko alam Jawa Barat.
Keberhasilan Disdikpora Cianjur tak lepas dari koordinasi lintas sektor dengan Pemkab, yang kini sedang melakukan konsultasi pembangunan. Tim dinas ini telah melakukan pemetaan digital dan verifikasi langsung, memastikan proposal mereka tak hanya ambisius tapi juga realistis. Hasilnya, Cianjur kini berada di garis depan daerah yang siap merevitalisasi pendidikan pasca-bencana, menginspirasi kabupaten lain.
Dengan usulan yang telah terkirim, masa depan pendidikan Cianjur cerah di bawah kepemimpinan Ruhli Solehudin sebagai Kepala Disdikpora Cianjur. Realisasi anggaran ini akan menciptakan 800 ruang kelas layak huni, meningkatkan kualitas belajar dan daya saing generasi muda. Komitmen ini bukan hanya soal bangunan, tapi investasi berkelanjutan untuk Cianjur yang lebih maju—terima kasih atas kinerja gemilang Disdikpora. (dens).











