- Epa Fatihah Dinobatkan Sebagai Menteri Kehebohan Wisata Keluarga Bani Asyari
- Perhutani KPH Cianjur Perkuat Sinergi dengan Kejari untuk Pengelolaan Hutan yang Akuntabel dan Berke
- BPBD Cianjur Percepat Distribusi Air Bersih: Respons Hadapi Kekeringan Musim Kemarau
- Bupati Cianjur: Art Space The Unreal Playroom, Kreativitas dan Ekonomi Kreatif Lokal
- Bagian Umum dan Keuangan Sekda Cianjur Gelar Rekonsiliasi Semester 2026
- Ramaikan Hari Anak Nasional, Dinas Pangan Cianjur Hadirkan Pangan Murah untuk Warga
- Kasus Pencemaran Nama Baik PWI Cianjur Terus Bergulir, Perkuat Dugaan Pihak Terlapor
- Bupati Cianjur Ajak Masyarakat Jadikan Keluarga Sekolah Utama pada Peringatan HAN ke-42
- SENJA Cianjur Diluncurkan: Sekolah untuk Membuat Lansia Sehat, Mandiri, dan Produktif
- Bupati Cianjur Ajak MUI Kolaborasi Perkuat Pembinaan Keagamaan dan Layanan Publik
Dinkes Cianjur Terjunkan Tim Investigasi ke Lokasi Penting Penyebab Siswa Keracunan

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal, saat berada di salah satu lokasi perawatan medis para siswa yang diduga keracunan MBG.
Pinusnews.id - Kepanikan melanda setelah belasan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Cianjur dan belasan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) PGRI dan SMP 5 Cianjur, diduga mengalami keracunan usai menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin 21 April 2025.
Pemerintah Kabupaten Cianjur bergerak cepat dengan membentuk tim investigasi khusus untuk menyelidiki penyebab pasti kejadian ini.
Kasus Dugaan Keracunan MBG Meluas, Bupati Cianjur Instruksikan Timkes dan Sekolah Lakukan Pendataan
Baca Lainnya :
- Tebing Hutan Ciuja Naringgul Diterjang Longsor, Jalan Bandung-Cianjur Terganggu
- Terdampak Covid-19, Penjualan Mesin Jahit Turun 50 Persen di Cianjur
- Peringati Hari Aids Sedunia, Puskesmas Sukaluyu Gelar pemeriksaan Triple E untuk Ibu Hamil
- Tukang Kebun Meninggal Tersengat Listrik
- Polres Cianjur Ringkus Pengedar Obat Terlarang
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur langsung menerjunkan tiga tim investigasi ke beberapa lokasi penting.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal menjelaskan, tim tersebut dibagi tugas untuk melakukan penelusuran di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang, Rumah Sakit Bhayangkara, serta dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Limbangan Sari, yang menjadi sumber makanan program MBG.
"Kami bagi tugas, ada dua tim yang fokus di rumah sakit untuk memantau kondisi siswa dan mengumpulkan informasi, serta satu tim lainnya melakukan investigasi di dapur SPPG Limbangan Sari, Kecamatan Cianjur," jelas Yusman Faisal, di Pemda Cianjur, Selasa, 22 April 2025.
Lebih lanjut, Yusman mengungkapkan bahwa sebelum dirujuk ke rumah sakit, beberapa korban sempat mendapatkan penanganan medis awal di Puskesmas terdekat sejak pukul 17.00 WIB. Namun, karena keterbatasan waktu pelayanan dan kondisi siswa yang memerlukan penanganan lebih lanjut, mereka kemudian dirujuk ke rumah sakit.
Pihak Dinkes Cianjur sendiri belum dapat memastikan secara definitif apakah keracunan massal ini disebabkan oleh makanan dari program MBG.
"Memang korbannya adalah siswa semua, yang notabene kemungkinan besar mengonsumsi makanan dari program MBG. Namun, perlu diingat bahwa program MBG ini menyediakan ribuan porsi makanan," katanya.
"Jika sumbernya tunggal dari MBG, kami memperkirakan jumlah siswa yang mengalami keluhan akan jauh lebih banyak, dan mungkin terjadi secara serentak. Kami juga perlu mempertimbangkan kemungkinan lain, apakah para siswa ini mengonsumsi makanan lain di luar program MBG," jelasnya.
Saat ini, tim investigasi dari Dinkes Cianjur tengah bekerja keras mengumpulkan berbagai sampel, termasuk sisa makanan dari dapur SPPG dan sampel muntahan dari para korban. Sampel-sampel ini akan segera dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) untuk dilakukan pengujian lebih lanjut guna mengetahui penyebab pasti keracunan.
"Proses investigasi ini masih terus berjalan dan kami belum menerima laporan perkembangan terbaru," pungkas Yusman Faisal. (dens).











