- Rektor IAI Al-Azhary Raih Perma Pendis Award 2026 sebagai Rektor Visioner di Tengah Kegiatan ToT
- BAZNAS Cianjur Apresiasi UPZ IGTKI-PGRI Sukses Tingkatkan ZIS
- Koperasi Merah Putih: Jembatan Kemandirian Ekonomi Cianjur Menuju Kesejahteraan Nyata
- Bupati Wahyu dalam Rembug Warga Cianjur: Langkah Nyata Menuju Kesejahteraan Inklusif
- Cari Solusi Agar Gaji Guru Honorer Dibayar, KDM Segera Temui Menteri PAN-RB
- Panggil Kapolri, Presiden Prabowo Bahas Keamanan Nasional dan Program Strategis Polri
- Kesuksesan Bidang SMP Disdikpora Cianjur dalam Menggelar Tes Kemampuan Akademik 2026
- Bupati Wahyu: Koperasi Pilar Utama Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Cianjur
- Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) Siap Dibangun di Jawa Barat Mulai Juni 2026
- Tanggung Jawab PT DMGP dalam Mengembangkan Energi Panas Bumi di Cipanas, Cianjur
Dinkes Cianjur Investigasi Pastikan Penyebab 12 Santri Keracunan Makanan

Keterangan Gambar : Plt Kepala Dinas Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Made Setiawan.
Pinusnews.id - Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melakukan investigasi guna memastikan penyebab keracunan 12 santriwati di Kecamatan Cidaun, dengan mengambil sampel Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menjadi penyebab keracunan tersebut.
Terkait kasus itu Plt Kepala Dinkes Kabupaten Cianjur Made Setiawan mengatakan, rangkaian kegiatan itu termasuk memeriksa sampel bahan baku dan makanan yang ada di menu MBG. Tim masih melakukan investigasi sesuai prosedur penanganan.
"Saat ini tim sudah mengambil sampel makanan yang diduga menjadi penyebab guna dilakukan uji laboratorium, dalam beberapa hari ke depan baru dapat diketahui hasilnya," Tutur Made Setiawan, di Pemda Cianjur, Jumat 22 Agustus 2025.
Baca Lainnya :
- Kurangi Beban Petani Dimasa Pandemi Covid-19, Fraksi Partai Gerindra Serahkan Bantuan Benih
- Inna lillahi, Empat Kadis Positif Covid-19, Satu Orang Meninggal Dunia
- Akibat Cuaca Buruk Nelayan Jayanti Gagal Cari Ikan, Kini Tanam Jagung
- Pemdes Tanjungsari Sukaluyu Bagikan BLT
- Peranan PT. Bukit Naga Mas Kembangkan UMKM di Cianjur
Adapun belasan santriwati di Yayasan Pendidikan Islam Assatinem Desa Kertajadi, Kecamatan Cidaun yang sempat menjalani perawat di Puskesmas Cidaun, sudah kembali ke pondok karena kondisinya sudah membaik dan tetap mendapat pengawasan.
Tenaga kesehatan dari puskesmas setempat akan memantau terus kondisi kesehatan mereka selama beberapa hari ke depan dengan harapan terus membaik dan kembali beraktivitas normal.
Sebelumnya, pihak Puskesmas Cidaun mengatakan 12 santriwati usai makan MBG, sempat menjalani perawatan medis dengan keluhan gejala keracunan, mual, muntah, dan pusing selama satu hari saat ini sudah kembali ke pondok dan mendapat pengawasan petugas.
Namun, tim dari Dinkes Cianjur sudah mengambil sampel makanan untuk diperiksa kandungannya di laboratorium.
"Belum dapat dipastikan karena belasan siswa sebelumnya makan pagi dan makan siang menu MBG, sedangkan pada petang hari mengalami gejala keracunan," imbuhnya.
Keterangan dari sejumlah santriwati yang menjalani perawatan di puskesmas, mengaku mengalami pusing, mual, dan muntah setelah menyantap salah satu menu dari MBG mi spageti, dengan saus yang mengeluarkan bau tidak sedap. (dens).











