- Dr. Euis Latifah, M.Pd. Raih Penghargaan sebagai Dosen Inovatif dalam ToT Perma Pendis 2026
- Rektor IAI Al-Azhary Raih Perma Pendis Award 2026 sebagai Rektor Visioner di Tengah Kegiatan ToT
- BAZNAS Cianjur Apresiasi UPZ IGTKI-PGRI Sukses Tingkatkan ZIS
- Koperasi Merah Putih: Jembatan Kemandirian Ekonomi Cianjur Menuju Kesejahteraan Nyata
- Bupati Wahyu dalam Rembug Warga Cianjur: Langkah Nyata Menuju Kesejahteraan Inklusif
- Cari Solusi Agar Gaji Guru Honorer Dibayar, KDM Segera Temui Menteri PAN-RB
- Panggil Kapolri, Presiden Prabowo Bahas Keamanan Nasional dan Program Strategis Polri
- Kesuksesan Bidang SMP Disdikpora Cianjur dalam Menggelar Tes Kemampuan Akademik 2026
- Bupati Wahyu: Koperasi Pilar Utama Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Cianjur
- Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) Siap Dibangun di Jawa Barat Mulai Juni 2026
Dinkes Cianjur Imbau Warga Tidak Sembarangan Konsumsi Zat Berbahaya

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Yusman Faisal.
Pinusnews.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur mengingatkan masyarakat tak sembarangan mengonsumsi bahan atau zat berbahaya. Imbauan itu menyusul kasus meninggal dunianya 9 orang warga Desa Kademangan Kecamatan Mande usai mengonsumi alkohol murni berkadar 96 persen.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal, mengatakan tewasnya 9 orang warga diduga karena terjadi reaksi kimia dari alkohol berkadar tinggi. Apalagi, alkohol itu bukan untuk dikonsumsi tapi obat luar.
“Masyarakat harus lebih memperhatikan kembali bahan mana yang memang boleh dikonsumsi atau tidak. Cairan kimia tertentu agar digunakan sesuai dengan peruntukannya. Setiap bahan sudah tertera keamanannya sehingga diketahui diperbolehkan dikonsumsi atau tidak,” tutur Yusman Faisal, Selasa, 11 Februari 2025.
Baca Lainnya :
- Mobil Muatan Ikan Terjun Bebas ke Jurang, Tiga Orang Luka-Luka
- Aktivis Migran Jabar Sambangi Rumah Pekerja Migran yang Dibuang Majikan dan Mengalami Lumpuh
- Begini Nasib Pedagang Keliling Cemilan di Masa Pandemi Covid-19
- Miris, Jalan Penghubung Beberapa Desa di Naringgul Ibarat Kubangan Kerbau
- Polisi Amankan Empat Pemuda Pemalak Santri
Tak hanya masyarakat, Yusman Faisal juga mengimbau agar apotek hingga toko penjual bahan kimia lebih selektif menjual kepada masyarakat. Kalaupun ada yang membeli, sejatinya ditanya peruntukkannya.
“Untuk apotek atau toko bahan kimia yang menjual produk alkohol harus lebih selektif melihat siapa konsumennya. Jika mencurigakan sebaiknya tidak diberikan,” imbuh Yusman Faisal.
Diberitakan sebelumnya, kejadian diawali salah seorang pemuda berinisial N yang merupakan rekan kedua korban meninggal dunia memesan alkohol murni melalui toko online pada Selasa, 3 Februari 2025.
Tiga hari kemudian, pesanan alkohol tersebut tiba. Lalu, N mengajak rekan-rekannya meminum alkohol berkadar tinggi itu yang dioplos dengan minuman bersoda. (dens).











