- SENJA Cianjur Diluncurkan: Sekolah untuk Membuat Lansia Sehat, Mandiri, dan Produktif
- Bupati Cianjur Ajak MUI Kolaborasi Perkuat Pembinaan Keagamaan dan Layanan Publik
- Kejar Target Angka Harapan Hidup, Jabar Siap Sukseskan Program KITA SEHAT
- Cianjur Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan 3 Bulan, BPBD Tangkas Koordinasi Mitigasi dan Bantuan
- BAZNAS Cianjur Perbaiki Rutilahu: Dua Keluarga Terima Bantuan Rp25 Juta
- Disdikpora Cianjur Perkuat Pengawasan BOS Kinerja, 210 Kepala Sekolah Ikuti Sosialisasi
- Perumdam Tirta Mukti Cianjur: Musim Kemarau Panjang, Pasokan Air Bersih Menipis
- DPUTR Cianjur Perkuat Integritas: Sosialisasi Anti-Gratifikasi untuk Pelayanan Publik yang Bersih
- Kerja Skala Besar di Mekarmukti: Progres TMMD Ke-129 Kodim 0608/Cianjur Capai Banyak Titik
- Relokasi SDN Pasirkelewih Bikin Akses Belajar Lebih Dekat dan Nyaman
Dinkes Cianjur Imbau Warga Tidak Sembarangan Konsumsi Zat Berbahaya

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Yusman Faisal.
Pinusnews.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur mengingatkan masyarakat tak sembarangan mengonsumsi bahan atau zat berbahaya. Imbauan itu menyusul kasus meninggal dunianya 9 orang warga Desa Kademangan Kecamatan Mande usai mengonsumi alkohol murni berkadar 96 persen.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal, mengatakan tewasnya 9 orang warga diduga karena terjadi reaksi kimia dari alkohol berkadar tinggi. Apalagi, alkohol itu bukan untuk dikonsumsi tapi obat luar.
“Masyarakat harus lebih memperhatikan kembali bahan mana yang memang boleh dikonsumsi atau tidak. Cairan kimia tertentu agar digunakan sesuai dengan peruntukannya. Setiap bahan sudah tertera keamanannya sehingga diketahui diperbolehkan dikonsumsi atau tidak,” tutur Yusman Faisal, Selasa, 11 Februari 2025.
Baca Lainnya :
- Mobil Muatan Ikan Terjun Bebas ke Jurang, Tiga Orang Luka-Luka
- Aktivis Migran Jabar Sambangi Rumah Pekerja Migran yang Dibuang Majikan dan Mengalami Lumpuh
- Begini Nasib Pedagang Keliling Cemilan di Masa Pandemi Covid-19
- Miris, Jalan Penghubung Beberapa Desa di Naringgul Ibarat Kubangan Kerbau
- Polisi Amankan Empat Pemuda Pemalak Santri
Tak hanya masyarakat, Yusman Faisal juga mengimbau agar apotek hingga toko penjual bahan kimia lebih selektif menjual kepada masyarakat. Kalaupun ada yang membeli, sejatinya ditanya peruntukkannya.
“Untuk apotek atau toko bahan kimia yang menjual produk alkohol harus lebih selektif melihat siapa konsumennya. Jika mencurigakan sebaiknya tidak diberikan,” imbuh Yusman Faisal.
Diberitakan sebelumnya, kejadian diawali salah seorang pemuda berinisial N yang merupakan rekan kedua korban meninggal dunia memesan alkohol murni melalui toko online pada Selasa, 3 Februari 2025.
Tiga hari kemudian, pesanan alkohol tersebut tiba. Lalu, N mengajak rekan-rekannya meminum alkohol berkadar tinggi itu yang dioplos dengan minuman bersoda. (dens).











