- Rektor IAI Al-Azhary Raih Perma Pendis Award 2026 sebagai Rektor Visioner di Tengah Kegiatan ToT
- BAZNAS Cianjur Apresiasi UPZ IGTKI-PGRI Sukses Tingkatkan ZIS
- Koperasi Merah Putih: Jembatan Kemandirian Ekonomi Cianjur Menuju Kesejahteraan Nyata
- Bupati Wahyu dalam Rembug Warga Cianjur: Langkah Nyata Menuju Kesejahteraan Inklusif
- Cari Solusi Agar Gaji Guru Honorer Dibayar, KDM Segera Temui Menteri PAN-RB
- Panggil Kapolri, Presiden Prabowo Bahas Keamanan Nasional dan Program Strategis Polri
- Kesuksesan Bidang SMP Disdikpora Cianjur dalam Menggelar Tes Kemampuan Akademik 2026
- Bupati Wahyu: Koperasi Pilar Utama Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Cianjur
- Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) Siap Dibangun di Jawa Barat Mulai Juni 2026
- Tanggung Jawab PT DMGP dalam Mengembangkan Energi Panas Bumi di Cipanas, Cianjur
Dinas Kesehatan Cianjur Himbau Agar Warga Waspadai Peningkatan Potensi Kasus DBD

Keterangan Gambar : Plt Kepala Dinas Kesehatan Cianjur, Jawa Barat, Made Setiawan.
Pinusnews.id - Pada saat sekarang ini wsrga masyarakat Cianjur, Jawa Barat, harus lebih mewaspadai potensi meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) seiring intensitas hujan yang tinggi belakangan ini.
Sehubungan dengan permasalahan itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Made Setiawan, mengatakan kondisi cuaca hujan berisiko menimbulkan banyak genangan air, yang dapat menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti, sebagai penyebab utama DBD.
“Kalau situasi seperti sekarang sering hujan, pasti ada peningkatan kasus. Karena itu yang harus kita lakukan adalah menjaga kesehatan lingkungan, meniadakan sarang nyamuk, jangan sampai ada genangan air tempat mereka bertelur,” kata Made kepada awak media di Cianjur, Senin 25 Agustus 2025.
Baca Lainnya :
- Kurangi Beban Petani Dimasa Pandemi Covid-19, Fraksi Partai Gerindra Serahkan Bantuan Benih
- Inna lillahi, Empat Kadis Positif Covid-19, Satu Orang Meninggal Dunia
- Akibat Cuaca Buruk Nelayan Jayanti Gagal Cari Ikan, Kini Tanam Jagung
- Pemdes Tanjungsari Sukaluyu Bagikan BLT
- Peranan PT. Bukit Naga Mas Kembangkan UMKM di Cianjur
Selain itu Made juga mengungkapkan pentingnya pola hidup bersih dengan menerapkan gerakan 3M, yakni menguras, menutup, dan mengubur barang-barang bekas, yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk. Bahkan, masyarakat juga dianjurkan untuk rajin melaksanakan kegiatan Jumat bersih di lingkungannya masing-masing.
“Rajin menggunakan anti nyamuk juga boleh. Yang terpenting menjaga kebersihan agar nyamuk tidak berkembang,” imbuh Made menegaskan.
Disebutkan juga oleh Made bahwa pihaknya telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh puskesmas, untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pemantauan rutin. Puskesmas juga diminta bekerja sama dengan rumah sakit dalam melacak kasus DBD melalui penyelidikan epidemiologi.
“Kadang informasi awal muncul dari rumah sakit, lalu kita telusuri. Tapi belum tentu sumber penularan ada di daerah itu,” katanya.
Dia menegaskan, penyemprotan (fogging) bukan solusi jangka panjang, melainkan hanya langkah darurat ketika ditemukan kasus. Solusi terbaik adalah memastikan lingkungan tetap bersih.
“Fogging boleh, tapi yang utama adalah menjaga lingkungan agar nyamuk tidak punya tempat bersarang,” jelas Made.
Pada bagian lain Made menyatakan, sebagian besar kasus ditemukan di wilayah perkotaan. Hal itu dipicu oleh banyaknya sampah plastik yang kerap menimbulkan genangan air setelah hujan. (dens).











