- Dr. Euis Latifah, M.Pd. Raih Penghargaan sebagai Dosen Inovatif dalam ToT Perma Pendis 2026
- Rektor IAI Al-Azhary Raih Perma Pendis Award 2026 sebagai Rektor Visioner di Tengah Kegiatan ToT
- BAZNAS Cianjur Apresiasi UPZ IGTKI-PGRI Sukses Tingkatkan ZIS
- Koperasi Merah Putih: Jembatan Kemandirian Ekonomi Cianjur Menuju Kesejahteraan Nyata
- Bupati Wahyu dalam Rembug Warga Cianjur: Langkah Nyata Menuju Kesejahteraan Inklusif
- Cari Solusi Agar Gaji Guru Honorer Dibayar, KDM Segera Temui Menteri PAN-RB
- Panggil Kapolri, Presiden Prabowo Bahas Keamanan Nasional dan Program Strategis Polri
- Kesuksesan Bidang SMP Disdikpora Cianjur dalam Menggelar Tes Kemampuan Akademik 2026
- Bupati Wahyu: Koperasi Pilar Utama Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Cianjur
- Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) Siap Dibangun di Jawa Barat Mulai Juni 2026
Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Puluhan Siswa MAN Cianjur Dilarikan ke Rumah Sakit

Keterangan Gambar : Para siswa MAN Cianjur 1 Cianjur yang tengah berobat berada di rumah sakit.
Pinusnews.id - Puluhan siswa Sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Cianjur diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin 21 April 2025.
Para korban yang mengalami gejala mual, muntah, dan pusing kini tengah mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur dan Rumah Sakit Bhayangkara Cianjur.
Informasi mengenai dugaan keracunan ini mencuat setelah salah satu orang tua siswa, Cucu, menerima kabar bahwa anaknya, PA (16), mengalami muntah-muntah setelah mengikuti program makan bergizi gratis di sekolah.
Baca Lainnya :
- Tebing Hutan Ciuja Naringgul Diterjang Longsor, Jalan Bandung-Cianjur Terganggu
- Terdampak Covid-19, Penjualan Mesin Jahit Turun 50 Persen di Cianjur
- Peringati Hari Aids Sedunia, Puskesmas Sukaluyu Gelar pemeriksaan Triple E untuk Ibu Hamil
- Tukang Kebun Meninggal Tersengat Listrik
- Polres Cianjur Ringkus Pengedar Obat Terlarang
"Saya dapat kabar anak saya muntah-muntah setelah makan siang di sekolah. Katanya ada beberapa siswa lain juga yang mengalami hal serupa," ujar Cucu, Senin 21 April 2025.
Cucu menduga bahwa insiden ini disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi anaknya dan teman-temannya dalam program makan bergizi gratis tersebut. Namun, ia menekankan bahwa penyebab pasti keracunan ini masih harus menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari pihak berwenang.
Kepala MAN 1 Cianjur Erma mengaku tidak bisa memberikan secara spesifik. Namun ia hanya menyarankan untuk menanyakannya ke pihak Rumah sakit dan atau pihak penyedia makan bergizi gratis (MBG).
“Kalau masalah keracunan silakan konfirmasi ke dokter dan penyedia makanan,” kata Erma
Sementara itu, saat akan dikonfirmasi melalui sambungan telpon, Dinas Kesehatan dan juga pihak RSUD Sayang Cianjur tidak merespon sama sekali terkait mengenai insiden dugaan keracunan massal. (tim-dens).











