- Dr. Euis Latifah, M.Pd. Raih Penghargaan sebagai Dosen Inovatif dalam ToT Perma Pendis 2026
- Rektor IAI Al-Azhary Raih Perma Pendis Award 2026 sebagai Rektor Visioner di Tengah Kegiatan ToT
- BAZNAS Cianjur Apresiasi UPZ IGTKI-PGRI Sukses Tingkatkan ZIS
- Koperasi Merah Putih: Jembatan Kemandirian Ekonomi Cianjur Menuju Kesejahteraan Nyata
- Bupati Wahyu dalam Rembug Warga Cianjur: Langkah Nyata Menuju Kesejahteraan Inklusif
- Cari Solusi Agar Gaji Guru Honorer Dibayar, KDM Segera Temui Menteri PAN-RB
- Panggil Kapolri, Presiden Prabowo Bahas Keamanan Nasional dan Program Strategis Polri
- Kesuksesan Bidang SMP Disdikpora Cianjur dalam Menggelar Tes Kemampuan Akademik 2026
- Bupati Wahyu: Koperasi Pilar Utama Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Cianjur
- Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) Siap Dibangun di Jawa Barat Mulai Juni 2026
Di Sudut Gegap Gempita HJC ke 348, Ada Abu Samsah Janda Lansia Miskin Hidup Sebatang Kara
Oleh : tim dens

Keterangan Gambar : Abu Samsah janda lansia yang miskin hidup sebatang kara, ditemani anaknya bernama Herman.
Pinusnews.id - Di tengah gegap gempita Hari Jadi Kabupaten Cianjur ke-348, ketika panggung hiburan rakyat dan pesta budaya menyedot ribuan pasang mata, ada kisah pilu yang luput dari sorotan kemanusiaan.
Abu Samsah (80), seorang janda lansia di Kampung Tegallega, Desa Talagasari, Kecamatan Sindangbarang, hidup sebatang kara dalam gubuk reyot yang hampir rubuh tanpa penerangan layak, tanpa sanitasi, dan ironisnya, tanpa sentuhan bantuan sosial dari pemerintah.
Hidupnya jauh dari kata layak. Setiap hari, Abu Samsah hanya mengandalkan belas kasih tetangga dan warga yang peduli. Bahkan, untuk makan sehari-hari, ia kerap dibantu oleh ustaz setempat atau tetangga yang iba. Sementara program bantuan sosial seperti PKH, BPNT, atau BLT Dana Desa justru tak pernah mampir ke pintu rumahnya yang hanya berdinding bilik rapuh dan beratap bocor.
Baca Lainnya :
- Manajemen Qoha Ajak Patuhi Prokes 3M dan Konsumsi Air Minum Sehat
- Potensi Anak Didik SSB Yudhistira Cianjur Butuh Dilirik
- Paslon Toha-Ade (Hade) : Selamat, Hasil Quick Count Versi Cyrus Network BHS-M Unggul
- Hitungan Sementara Suara Pilkada 2020 di Cianjur
- Cyrus Network: Hasil Quick Count Sementara BHS-M Unggul Disusul Pilar
"Sudah hampir empat tahun ibu saya tidak pernah mendapat bantuan. Sementara yang lain, yang rumahnya bagus, malah dapat terus. Apa karena ibu saya sebatang kara dan tak bisa bicara banyak?" tutur Herman (43), anak Abu Samsah dengan nada getir saat ditemui, Minggu (20/7/2025).
Herman mengaku kecewa terhadap sikap pemerintah yang terkesan tutup mata. Ia berharap momentum hari jadi Cianjur bukan hanya dirayakan di pusat kota, tapi juga jadi refleksi untuk melihat kembali kehidupan rakyat di pelosok, yang masih hidup dalam kubangan kemiskinan.
Ketua RW setempat, Supar, membenarkan bahwa Abu Samsah memang pernah tercatat sebagai penerima bantuan. Namun anehnya, bantuan itu tak pernah diterima oleh yang bersangkutan.
“Kami catat ada bantuannya, tapi kenapa tidak diterima, saya juga tidak tahu pasti,” ucap Supar saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Kisah Abu Samsah bukan satu-satunya. Lihat di Kampung Kiaramenyan, Desa Sirnagalih, kondisi serupa juga dialami oleh keluarga Supiandi. Sang istri, Suhena, mengungkapkan bahwa keluarganya sudah tak lagi mendapat bantuan PKH maupun sembako dari BPNT sejak beberapa tahun terakhir.
“Padahal kami sangat butuh. Suami saya buruh tani. Penghasilan tak menentu. Saya berharap di hari jadi Cianjur ini, pemerintah lebih peduli kepada warga yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.
Perayaan Hari Jadi Cianjur ke-348 memang berlangsung meriah. Ribuan warga tumpah ruah mengikuti Pesta Raya di Taman Prawatasari, lengkap dengan artis papan atas, kembang api, dan panggung hiburan.
Namun di sudut-sudut pedesaan seperti Sindangbarang dan Sirnagalih, perayaan ini terasa asing. Tak ada pesta. Tak ada panggung, yang ada hanya harapan sia-sia tak kunjung disapa oleh kebijakan.
Hari Jadi seharusnya menjadi momentum evaluasi. Tentang siapa yang tertinggal, siapa yang tak terdengar, dan siapa yang masih menunggu kehadiran negara dalam hidup mereka. Sebab makna ulang tahun bukan hanya pesta, tapi juga janji perbaikan dan keadilan sosial.











