- Dr. Euis Latifah, M.Pd. Raih Penghargaan sebagai Dosen Inovatif dalam ToT Perma Pendis 2026
- Rektor IAI Al-Azhary Raih Perma Pendis Award 2026 sebagai Rektor Visioner di Tengah Kegiatan ToT
- BAZNAS Cianjur Apresiasi UPZ IGTKI-PGRI Sukses Tingkatkan ZIS
- Koperasi Merah Putih: Jembatan Kemandirian Ekonomi Cianjur Menuju Kesejahteraan Nyata
- Bupati Wahyu dalam Rembug Warga Cianjur: Langkah Nyata Menuju Kesejahteraan Inklusif
- Cari Solusi Agar Gaji Guru Honorer Dibayar, KDM Segera Temui Menteri PAN-RB
- Panggil Kapolri, Presiden Prabowo Bahas Keamanan Nasional dan Program Strategis Polri
- Kesuksesan Bidang SMP Disdikpora Cianjur dalam Menggelar Tes Kemampuan Akademik 2026
- Bupati Wahyu: Koperasi Pilar Utama Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Cianjur
- Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) Siap Dibangun di Jawa Barat Mulai Juni 2026
Dewan Jabar Harapkan Pemprov Jabar Lakukan Peningkatan Standart Desa

Keterangan Gambar : Foto istimewa.
Pinusnews.id - Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat menilai masih adanya desa-desa di Jabar yang kondisinya masih kurang baik serta infrastruktur lainnya yang masih di bawah standar.
Hal tersebut dikemukakan Anggota Komisi I DPRD Jabar A Yamin, menyusul adanya klasifikasi desa di Jabar menjadi 3 yakni Desa Mandiri, Desa Maju, dan Desa Berkembang, sesuai yang tercantum dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Jabar 2024.
Menurut Yamin, pengklasifikasian desa tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan, karena masih ada desa yang berada di bawah standar, seperti banyak bangunan Balai Desa, juga infrastruktur lainnya yang masih di bawah standar.
Baca Lainnya :
- Tingkatkan Nilai Profesional, PWI Cianjur Gelar UKW 2020,Â
- Kerugian Rp10 Juta, Warung di Sidangbarang Cianjur Diamuk Api
- Laka Tunggal, Mobil Pick Up Terjun Bebas ke Jurang di Naringgul
- Gegerkan Warga, Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Ditemukan di Sungai Cikondang Cibeber Cianjur
- BPBD Cianjur : Tebing Pasir atau Hutan Rawan Longsor di Cianjur, Sudah Terakomodir 2021
“Standar infrastrukturnya itu masih belum kuat, jangan sampai yang di sebut Desa Mandiri itu hanya ada di perkotaan karena jangkauannya kecil sedangkan di pedesaan kabupaten jangkauannya sangat luas. Masih ada desa juga dengan kategori tertinggal," kata Yamin.
“Saya lihat di lapangan desa tertinggal juga ada. Saat kunjungan kerja di salah satu desa di Kabupaten Sukabumi, ada bangunan kantor kepala desa, aula sudah tidak layak untuk menjalankan pelayanan kepada masyarakat," imbuhnya.
Karenanya Yamin berharap agar Pemprov Jabar memberikan perhatian lebih, terutama desa-desa yang berada di pelosok yang pemerataan fiskalnya diyakini tidak sama
"Jika hanya mengandalkan Alokasi Dana Desa (ADD) serta bantuan rutin, tidak akan cukup untuk membangun infrastruktur desa. Karena itu di perlukan bantuan-bantuan lainnya," pungkas Yamin. (tim-dens).











