- Dr. Euis Latifah, M.Pd. Raih Penghargaan sebagai Dosen Inovatif dalam ToT Perma Pendis 2026
- Rektor IAI Al-Azhary Raih Perma Pendis Award 2026 sebagai Rektor Visioner di Tengah Kegiatan ToT
- BAZNAS Cianjur Apresiasi UPZ IGTKI-PGRI Sukses Tingkatkan ZIS
- Koperasi Merah Putih: Jembatan Kemandirian Ekonomi Cianjur Menuju Kesejahteraan Nyata
- Bupati Wahyu dalam Rembug Warga Cianjur: Langkah Nyata Menuju Kesejahteraan Inklusif
- Cari Solusi Agar Gaji Guru Honorer Dibayar, KDM Segera Temui Menteri PAN-RB
- Panggil Kapolri, Presiden Prabowo Bahas Keamanan Nasional dan Program Strategis Polri
- Kesuksesan Bidang SMP Disdikpora Cianjur dalam Menggelar Tes Kemampuan Akademik 2026
- Bupati Wahyu: Koperasi Pilar Utama Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Cianjur
- Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) Siap Dibangun di Jawa Barat Mulai Juni 2026
BPBD Cianjur: Jangan Pernah Remehkan Laut Selatan, Ombaknya Bertenaga Besar dan Sulit Diprediksi

Keterangan Gambar : Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Asep Kusmana Wijaya.
Pinusnews.id - Pesisir selatan Cianjur kini dalam status siaga penuh! Gelombang laut setinggi tiga meter lebih mengamuk, memporakporandakan perahu nelayan, merusak warung-warung di tepi pantai, hingga menghantam hutan cemara di Pantai Apra, Kecamatan Sindangbarang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur langsung bergerak cepat. Puluhan personel dan relawan diterjunkan untuk melakukan patroli pantai siang dan malam, menyisir setiap jengkal garis pesisir demi mencegah jatuhnya korban jiwa.
“Gelombang bisa datang tiba-tiba dan mematikan. Kami minta nelayan menunda melaut dan wisatawan menjauhi bibir pantai, dan antisipasi cuaca ekstrem,” tutur Kepala BPBD Cianjur, Asep Kusmana Wijaya, Rabu (13/8/2025).
Baca Lainnya :
- Peranan PT. Bukit Naga Mas Kembangkan UMKM di Cianjur
- Ini Hasil Penghitungan Suara Pilkada Cianjur 2020
- Geger, Mayat Pria Ditemukan Meninggal  dalam Rumah
- BNN RI Intip Program Desa Bersih Narkoba di Cianjur
- LPM Sindangraja Pertanyakan SK Ada Dua, Ini Penjelasan Pemdes
BPBD Cianjur mencatat ada puluhan perahu nelayan tenggelam, perahu hilang tanpa jejak, Warung dan area wisata di tepi pantai rusak parah.
Meskipun tempat wisata belum ditutup, pengelola diminta memperketat imbauan keselamatan.
“Jangan pernah meremehkan laut selatan. Ombaknya bertenaga besar dan sulit diprediksi,” imbuh Asep Kusmana Wijaya.
Disebutkan, patroli gabungan BPBD, aparat desa, dan relawan kini menjaga titik-titik rawan, memastikan warga dan pengunjung tetap aman. Namun, ancaman gelombang raksasa diperkirakan belum akan mereda dalam beberapa hari ke depan akibat cuaca ekstrem. (dens).











