- Aplikasi Nyari Gawe Semakin Diandalkan, Total Pelamar Kerja Capai Setengah Juta Orang
- Presiden Prabowo Sampaikan Pengarahan pada Ketua DPRD Seluruh Indonesia
- Dinas TPHP Cianjur Hadirkan Sekolah Lapang Alsintan dan Traktor untuk Produktivitas Para Petani
- BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Jabar Alami Musim Kemarau Lebih Kering
- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
- Sinergi Kampus dan Desa: KKN UIN Bandung Wujudkan Pembangunan Partisipatif di Cianjur
- Metty Triantika: Gentengisasi Peluang Emas Ekonomi Lokal di Tengah Peningkatan Kualitas Hidup
- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani

Keterangan Gambar : Kantor Cabang Bulog Cianjur.
Pinusnews.id - Bulog Kantor Cabang (Kancab) Cianjur menunjukkan kinerja luar biasa dalam menyerap gabah petani selama empat bulan pertama 2026. Dari target ambisius 49.247 ton, mereka telah berhasil menyerap 38.982 ton, mencapai 78 persen capaian. Prestasi ini tidak hanya mencerminkan efisiensi operasional Bulog Cianjur, tapi juga dampak positif bagi stabilitas pangan di wilayah Jawa Barat.
Kepala Perum Bulog Subdivre Cianjur, Yanto Nurdianto, dengan bangga menyampaikan pencapaian ini. "Selama periode Januari sampai April 2026 ini, untuk penyerapan gabah telah mencapai 38.982 ton atau sekitar 78 persen, dari target yang telah ditetapkan 49.247 ton," ujarnya di Cianjur belum lama ini. Pernyataan ini menegaskan dedikasi Bulog Cianjur dalam menjalankan tugas penyerapan gabah secara tepat waktu.
Penyerapan gabah sebanyak 38.982 ton ini tersebar merata di tiga wilayah utama, menunjukkan jangkauan luas Bulog Cianjur. Khususnya, 52 ribu ton berasal dari Kabupaten Cianjur sendiri, diikuti 20.500 ton dari Kabupaten Sukabumi, dan 17.500 ton dari Kota Sukabumi. Kontribusi dominan dari Cianjur membuktikan peran sentral kancab ini sebagai motor penggerak ekonomi petani lokal.
Baca Lainnya :
- Dipancing dengan Perempuan, Tertangkaplah Komplotan Pencuri Domba
- Sekolah Buka Pada Masa Pandemi Covid-19, Bisa Kena Sanksi Berat
- Ini Kata Kades Sukasari, Polemik Video Viral Pengakuan KPM Dana BLT DD
- Asep Irwan : BPKAD Cianjur Harus Transparan Mengelola Keuangan Daerah
- Aji Prasetio Korban Tenggelam di Kali Cilaku Ditemukan Sudah Meninggal
Dibandingkan tahun sebelumnya, kinerja Bulog Cianjur tetap konsisten dan adaptif. "Target tahun sebelumnya sebesar 59 ribu ton tercapai sekitar 103 persen. Dengan target tahun 2026 mencapai 49 ribu ton kita optimis bisa mencapainya. Mudah-mudahan dapat dilampaui," ungkap Yanto. Penurunan target justru menjadi peluang bagi Bulog untuk melampaui ekspektasi, memperkuat reputasi mereka sebagai penyangga harga gabah yang andal.
Harga pembelian gabah yang ditetapkan Bulog Cianjur sebesar Rp6.500 per kilogram untuk semua jenis menjamin keadilan bagi petani. Strategi ini mendorong produksi gabah berkualitas tinggi, karena petani merasa dihargai secara layak. Kinerja Bulog tidak hanya soal volume, tapi juga menciptakan ekosistem pertanian yang berkelanjutan.
Optimisme Yanto mencerminkan visi jangka panjang Bulog Cianjur. Dengan capaian 78 persen di paruh awal tahun, peluang mencapai atau melampaui target akhir tahun sangat terbuka lebar. Ini menunjukkan kemampuan adaptasi mereka terhadap fluktuasi musim tanam dan tantangan pasar.
Lebih dari sekadar angka, penyerapan gabah Bulog Cianjur berdampak langsung pada kesejahteraan petani. "Mudah-mudahan dari penugasan kepada Bulog tersebut bisa berdampak terhadap kesejahteraan para petani," pungkas Yanto. Dukungan ini membantu petani mengatasi ketidakpastian harga, mendorong peningkatan produktivitas, dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kinerja gemilang Bulog Kancab Cianjur menjadi teladan bagi kancab lain. Mereka tidak hanya memenuhi target, tapi juga membangun kepercayaan petani melalui komitmen harga stabil dan penyerapan masif. Keberhasilan ini patut diapresiasi sebagai kontribusi nyata bagi kemajuan sektor pertanian di Cianjur dan sekitarnya. (dens).











