- Kesra Setda Cianjur Apresiasi Hadirnya MPP Kemenag, Tekankan Peningkatan Pelayanan
- Dinas Pangan Cianjur Perkuat Penyaluran Bantuan Pangan di Cikalongkulon
- Kabupaten Cianjur Menuju Peradaban Hak Asasi Manusia
- Cianjur Naik Kelas: Digitalisasi Keuangan dan Pengendalian Inflasi untuk Kesejahteraan
- Dinas Pangan Cianjur Perkuat Ketahanan Pangan Lokal lewat Bantuan untuk 125 KPM di Padamaju
- BAZNAS Cianjur Salurkan Kursi Roda untuk Ani Sumarni Perkuat Komitmen Penyaluran Zakat
- Dinas Pangan Cianjur Tegaskan Kualitas Beras Bantuan Lewat Pemeriksaan Ketat
- Bupati Wahyu: Tak Ada Ruang untuk Kekerasan Pelajar di Cianjur
- Dharma Wanita Persatuan DPUTR Cianjur: Tingkatkan Silaturahmi dan Kontribusi
- DPMPTSP Cianjur Pacu Investasi: Triwulan II 2026 Raih Rp1,33 Triliun, PMA Jadi Motor Utama
4 Pilar Kesepakatan BRICS: Indonesia Dorong Perdagangan, Perdamaian, Reformasi Tata Dunia

Keterangan Gambar : Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangannya di Rio de Janeiro, pada Minggu, 6 Juli 2025. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr
Pinusnews.id - Pertemuan dengan para pemimpin negara anggota BRICS tahun 2025 menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis yang tertuang dalam Leaders’ Declaration, dengan fokus pada penguatan multilateralisme, perdamaian global, kerja sama ekonomi, dan pembangunan berkelanjutan. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto turut hadir dan menegaskan dukungan penuh Indonesia terhadap arah baru kerja sama BRICS.
“Kemudian outcomes daripada pertemuan tadi, salah satunya adalah leader declaration dan dalam leader declaration itu ada beberapa poin yang terkait dengan penguatan multilateralisme dan reform daripada global governance,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangannya di Rio de Janeiro, pada Minggu, 6 Juli 2025.
Poin kedua berfokus pada penguatan perdamaian dan stabilitas internasional, serta pendalaman kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, dan keuangan. Bagi Indonesia, agenda ini sangat penting dalam memperluas akses pasar bagi produk nasional dan menciptakan ketahanan ekonomi di tengah gejolak global.
Baca Lainnya :
- Warga Lima Kecamatan di Cianjur Keluhkan Listrik Mati, Ini Disampaikan PLN
- 4968 TPS Disemprot Cairan Disinfektan
- Cegah Penyebaran Covid-19, Forkopimda Cianjur Penyemprotan Disinfektan Hingga Bagikan Masker
- Tingkatkan Nilai Profesional, PWI Cianjur Gelar UKW 2020,Â
- Kerugian Rp10 Juta, Warung di Sidangbarang Cianjur Diamuk Api
“Nah poin kedua ini menjadi penting bagi Indonesia di tengah ketidakpastian kita punya BRICS yang diharapkan bisa juga untuk menyerap pasar dari produk-produk Indonesia,” jelas Airlangga.
Menko Bidang Perekonomian juga menjelaskan bahwa poin ketiga dalam deklarasi menyangkut komitmen terhadap isu perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan yang adil dan inklusif. Negara-negara BRICS sepakat bahwa transisi energi dan pembangunan hijau harus tetap mempertimbangkan keadilan bagi negara berkembang.
“Kemudian yang ketiga tentu terkait dengan climate change dan promoting sustainable, yang fair and inclusive development,” kata Airlangga.
Poin keempat dari Leaders’ Declaration adalah penguatan kemitraan dalam bidang pembangunan manusia, sosial, dan kebudayaan. Indonesia menilai kerja sama ini penting untuk mendorong transformasi sosial yang merata dan saling memperkuat di antara negara-negara anggota.
“Yang keempat adalah partnership for promotion, human, social, and cultural development. Nah itu outcome dari leaders declaration,” ujarnya. (tim-dens).











