- Dinkes Cianjur Cegah Ledakan Kasus Campak: Dari Deteksi Dini hingga PHBS untuk Masyarakat Sehat
- Berkinerja Tinggi, Jabar Berhasil Turunkan Tingkat Kemiskinan dan Pengangguran
- Presiden Prabowo Saksikan Pertukaran 10 MoU RI–Republik Korea, Perkuat Kemitraan Strategis
- Opini Media
- DPRD Cianjur: Cepat Tanggap Melindungi Anak di Era Digital Melalui PP Tunas
- KDM Sampaikan Duka Meninggalnya Dokter Asal Cianjur, Imbau Waspadai Penularan Campak
- Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Cianjur 2027: Langkah Strategis Menuju RKPD yang Matang.
- Respon Cepat BAZNAS Cianjur: Harapan Baru bagi Korban Kebakaran Pasekon Cipanas
- KDM Sebut WFH di Pemprov Jabar Berjalan Efektif
- Menguak Dugaan Siswa Fiktif di PKBM Cianjur: Alarm bagi Penegakan Hukum dan Integritas Pendidikan
Penyebab Insentif Guru Ngaji Belum Cair, Kabag Kesra Cianjur: Ada Kekeliruan dalam Administrasi

Keterangan Gambar : Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selamet Riyadi.
Pinusnews.id - Sejumlah guru ngaji di Kabupaten Cianjur mengeluhkan sekaligus mempertanyakan dana insentif dari pemerintah daerah yang hingga kini belum cair.
Ustadz Abusafaat (45), salah satu guru ngaji di Kecamatan Bojongpicung, mengaku belum menerima insentif yang dijanjikan. Dia menyebutkan, tahun-tahun sebelumnya pencairan dilakukan menjelang lebaran, bersamaan dengan insentif bagi perangkat wilayah lainnya.
“Biasanya insentif kami cair bersamaan dengan Ketua RT dan RW. Namun tahun ini, hingga lewat Idulfitri, kami belum menerima apa pun,” katanya kepada wartawan, belum lama berselang.
Baca Lainnya :
- Tingkatkan Nilai Profesional, PWI Cianjur Gelar UKW 2020,Â
- Kerugian Rp10 Juta, Warung di Sidangbarang Cianjur Diamuk Api
- Laka Tunggal, Mobil Pick Up Terjun Bebas ke Jurang di Naringgul
- Gegerkan Warga, Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Ditemukan di Sungai Cikondang Cibeber Cianjur
- BPBD Cianjur : Tebing Pasir atau Hutan Rawan Longsor di Cianjur, Sudah Terakomodir 2021
Abusafaat menjelaskan, pada awal tahun 2024, seluruh guru ngaji diinstruksikan membuat rekening bank karena sistem pencairan akan dilakukan secara transfer oleh Pemkab melalui bank yang ditunjuk. Namun, hingga kini belum ada dana yang masuk ke rekening mereka.
“Dulu pencairan melalui desa. Tapi setelah dialihkan ke sistem transfer, kami malah tidak tahu kejelasannya. Semua guru ngaji sudah punya rekening, tapi dananya belum juga masuk,” jelasnya.
Aparatur Desa Neglasari, Kecamatan Bojongpicung, Rahmat (50), membenarkan bahwa banyak guru ngaji menanyakan soal pencairan insentif, namun pihak desa tidak memiliki kewenangan karena anggaran itu tidak lagi tercantum dalam Alokasi Dana Desa (ADD).
“Kami heran karena dalam ADD sekarang hanya tercantum dana untuk perangkat desa dan BPD. Tidak ada insentif untuk guru ngaji. Padahal mereka sudah diminta buat rekening,” kata Rahmat.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kabupaten Cianjur, Selamet Riyadi, membenarkan adanya keterlambatan pencairan insentif. Dia menyebut, keterlambatan disebabkan oleh kekeliruan dalam administrasi yang masih dalam proses perbaikan.
“Memang benar, dana insentif guru ngaji belum dibagikan. Hal ini karena ada beberapa kekeliruan dalam administrasi, yang harus kami benahi terlebih dahulu,” jelas Selamet Riyadi, di Cianjur kepada awak media, belum lama ini.
Namun demikian, pihaknya berkomitmen menyelesaikan masalah tersebut secepatnya. Sebagai langkah awal, Pemkab akan melakukan sosialisasi kepada para guru ngaji di seluruh kecamatan di Kabupaten Cianjur.
“Dalam waktu dekat, kami akan melaksanakan sosialisasi terlebih dahulu. Kami mohon maaf atas keterlambatan ini,” pungkas Selamet Riyadi. (dens).











