- DPPKBP3A Cianjur Dukung Gerakan Wakaf Buku untuk Perkuat Budaya Baca
- Harhubnas ke-55, Memperkuat Konektivitas Transportasi di Cianjur
- DPPKBP3A Cianjur Raih Penghargaan Kampung KB dan Rumah Data Kependudukan
- Jejak Hilman Saukani Membawa BAZNAS Cianjur Lebih Transparan dan Dipercaya
- Menabur Kepedulian, Menuai Kesiapsiagaan: Ribuan Pelajar Cianjur Ikuti Pelatihan dan Pelantikan PMR
- DPPKBP3A Cianjur Kukuhkan SD Ibu Jenab 2 sebagai Sekolah Ramah Anak
- Syukuran dan Komitmen Disbudpar Cianjur Menumbuhkan Kampung Budaya Padi Pandanwangi
- SIROJA, Ikhtiar Camat Mande Memperkuat Ketakwaan dan Kebersamaan
- DLH Cianjur Ajak Warga Bersihkan Sampah untuk Lingkungan yang Nyaman dan Sehat
- DPRD Cianjur Sepakati Perubahan APBD 2026: Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Rakyat
Penjabat Gubernur Jabar Hadiri Rakornas Pengelolaan Sampah 2024

Keterangan Gambar : Foto Istimewa.
Pinusnews.id - Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Sampah tahun 2024, yang digelar di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (12/12/2024).
Kehadiran Bey Machmudin dalam Rakornas ini merupakan bentuk dukungan dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.
Apalagi Jabar sudah berkomitmen menyelesaikan persoalan sampah di wilayahnya sehingga dapat berkontribusi secara nasional.
Baca Lainnya :
- Waduh, Warga Dua Desa di Naringgul Cianjur Keluhkan Proyek Jalan Mangkrak
- Masa Pandemi Corona, Ini Kepedulian Sosial Anggota Komisi XI DPR RI Ecky
- Tiga Pemotor Dikejar, Ditendang, Terjadilah Tabrakan
- Perketat Prokes, Polres Cianjur Tak Kendor Razia Masker
- Hidup 10 Tahun Berdempetan dengan Kandang Domba, Relawan Garda Manjur Kirim Bahan untuk Bangun Rumah
Mengusung tema "Aksi Kolaborasi Nasional Penuntasan Pengelolaan Sampah" Rakornas ini dipimpin langsung Menteri Lingkungan Hidup/ Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Anif Faisal Nurofiq.
Di hadapan para gubernur, bupati, dan wali kota se-Indonesia, Menteri Anif dalam arahannya menyampaikan, persoalan sampah kini menjadi tantangan besar dan memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah.
Anif menyebut, pengelolaan sampah sudah menjadi isu global dan lokal yang sampai saat ini masih menjadi permasalahan yang belum terselesaikan.
"Pemerintah pusat dan daerah wajib terus mendorong budaya pilah, pilih, dan guna ulang sampah agar terus hidup dan berkembang di masyarakat," ujar Anif Faisal.
Anif mengungkapkan, berdasarkan data dari Global Waste Management Outlook 2024, masih terdapat 38 persen sampah global yang tidak terkelola dengan baik dan berkontribusi pada Triple Planetary Crisis.
"Apabila hal ini tidak diantisipasi akan timbul permasalahan lingkungan yang diakibatkan dari sampah yang tidak terkelola," ucap Anif.
Sejumlah persoalan yang timbul akibat sampah tak terkelola antara lain, pencemaran udara, pencemaran air, pencemaran tanah, permasalahan kesehatan, hingga menyebabkan permasalahan global.
Untuk itu melalui Rakornas Pengelolaan Sampah 2024 ini diharapkan menghasilkan langkah konkret untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan berkelanjutan. (tim-dens).











