- Mengenali Sawah Tadah Hujan Agrabinta: DTPHP Cianjur Hadapi Halodo dengan Langkah Tepat
- Diskominfo Cianjur Perkuat Sinergi Komunikasi Publik melalui FGD di Bogor
- Santri Cianjur Tunjukkan Kepedulian: Dari Pesantren untuk Kemanusiaan
- Cianjur Kota Santri yang Kharismatik
- Wajah Baru SD Negeri Tugu Sari: Semangat Baru untuk Pendidikan Cianjur
- Sinergi untuk Cianjur Tangguh: BAZNAS Cianjur Beri 100 Paket Sembako untuk BALAKAR
- Jabatan Bukan Hak Istimewa: Cianjur Perkuat Integritas ASN Bersama KPK
- Pemkab Cianjur Perkuat Komitmen Anti-Korupsi Melalui Kode Etik dan TPP
- Kejari Cianjur Perkuat Integritas Pengelola Madrasah melalui Pencerahan Hukum
- DTPHP Cianjur Perkuat Kesiapan Koperasi Merah Putih Lewat Sinergi Pertanian
Kunjungi Warga Terdampak Banjir di Cilaku, Bupati Minta Tertibkan Bangunan di Sepanjang DAS

Keterangan Gambar : Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian pada waktu mengunjungi warga terdampak banjir di Kecamatan Cilaku.
Pinusnews.id - Bupati Cianjur Muhammad Wahyu mengunjungi warga terdampak bencana banjir di Kampung Ciharashas Desa Sirnagalih dan Kampung Cijati Desa Sukasari, Minggu 9 Maret 2025.
Di lokasi, Wahyu juga berbincang-bincang dengan masyarakat soal kondisi pasca banjir semalam dan penyebab banjir yang terjadi.
Camat Cilaku Deni Lesmana mengatakan, kunjungan Bupati Cianjur Muhammad Wahyu dalam rangka meninjau ke lokasi terdampak bencana banjir.
Baca Lainnya :
- Tempat Limbah Mebel di Sukaluyu Musnah Terbakar
- 171 Anggota KPPS Tanjungsari Lakukan Rapid Tes
- Pjs. Bupati Cianjur. Pastikan APD dan SOP untuk Pilkada 9 Desember
- Hasil Survei LSI, Pasangan Herman Suherman - TB Mulyana Berada di Posisi Teratas
- UMK 2021 di Cianjur tak Naik, Ini Penyebabnya
Selain itu, masyarakat juga mendapatkan bantuan logistik yang diterima dengan senang hati dan ucapan terima kasih kepada Bupati Cianjur.
"Bupati melaksanakan pemberian bantuan secara simbolis kepada korban banjir yang diterima oleh Ketua RT setempat," kata Deni.
Deni juga menambahkan, bupati Cianjur juga memberikan imbauan agar masyarakat tidak kembali membuat bangunan di kawasan daerah aliran sungai (DAS), sebab menjadi penyebab meluapnya sungai sekitar.
"Tadi juga disampaikan agar masyarakat menerima saat ada penertiban bangunan yang menjadi penyebab penyempitan aliran DAS," ujarnya.
Sebelumnya, 44 rumah terendam banjir, terdiri dari 20 rumah di Desa Sirnagalih dan 24 rumah di Desa Sukasari. Namun dilaporkan kembali bertambah.
"Totalnya bertambah, sebanyak 70 keluarga/rumah di Sirnagalih juga terdampak," pungkasnya. (Deden Sukmayadi).











