- Kabid SD Disdikpora Cianjur Pimpin Tim Verifikasi Perpanjangan Izin An Nashir Primary School
- DPPKBP3A Cianjur Perkuat Peran Keluarga: Pendampingan Menyeluruh untuk Korban TPPO
- BAZNAS Cianjur Salurkan Bantuan dalam Acara Rembug Warga di Sukanagara
- Revitalisasi SD Negeri Sukamanah 3, Wujudkan Lingkungan Belajar yang Lebih Nyaman
- Mendorong Sinergi Antar-Dinas: Cianjur Genjot PAD Lewat Evaluasi Retribusi dan Pajak
- KTA Jokowi dan Ujian Strategi Baru PSI Cianjur
- Gempur Tambang Ilegal, Tegakkan Aturan: Kinerja ESDM Cianjur di Bawah Pimpinan Iman Budiman
- Bimtek Pupuk di Cianjur Dorong Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani
- 6.565 Anggota PSI Cianjur: Modal Besar dan Bukan Sekadar Angka pada Sistem
- Dinas PUTR Cianjur Genjot Target Kemantapan Jalan hingga 87,5 Persen pada 2027
DPPKBP3A Cianjur Perkuat Peran Keluarga: Pendampingan Menyeluruh untuk Korban TPPO

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Euis Jamilah.
Pinusnews.id - Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cianjur terus menunjukkan kinerja nyata dalam melindungi perempuan dan anak dari risiko Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Pasca ditemukannya tiga anak korban TPPO, dinas tersebut segera menyiapkan pendampingan psikologis, kesehatan, hukum, hingga jaminan hak pendidikan.
Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cianjur, Euis Jamilah, menegaskan bahwa pendampingan tidak berhenti pada penanganan kasus semata. Pihaknya berupaya membantu korban pulih dari trauma, ketakutan, dan hilangnya rasa percaya diri, sekaligus mendampingi keluarga agar mampu memberi dukungan yang tepat.
“Kita akan memberikan bimbingan konseling untuk mengatasi trauma dan ketakutan, sekaligus memulihkan kepercayaan diri serta memberikan pendampingan kepada keluarga,” tutur Euis Jamilah di Cianjur, Rabu, 7 Oktober 2026.
Baca Lainnya :
- Waspadai, 7 Kecamatan di Cianjur Tren Covid-19 MeningkatÂ
- Penyusunan RKPD TAHUN 2022 Cianjur, Butuh Masukan dari Publik
- HWC Silaturakhmi, Dandim 0608 Cianjur Dukung Pelestarian Ngaos, Mamaos, MaenpoÂ
- Wagub Jabar dengan Assyafir Jinnat Anaem Bahas Pembangunan 1000 MasjidÂ
- AKB dan PPKM Diperpanjang, Cianjur Jangan Terlena
Langkah tersebut menunjukkan bahwa DPPKBP3A Cianjur memahami bahwa pemulihan korban TPPO membutuhkan pendekatan yang manusiawi dan menyeluruh. Korban tidak hanya membutuhkan perlindungan hukum, tetapi juga ruang aman untuk berbicara, pulih secara emosional, dan kembali menjalani kehidupan normal bersama keluarganya.
Pendampingan Kesehatan
DPPKBP3A Cianjur juga tidak bekerja sendiri. Dinas ini berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur untuk memastikan korban memperoleh pemeriksaan kesehatan fisik maupun reproduksi sesuai kondisi masing-masing.
“Kita akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, baik fisik maupun reproduksi yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing korban,” ujar Euis Jamilah.
Kolaborasi lintas dinas ini menjadi bukti kinerja DPPKBP3A Cianjur yang berorientasi pada layanan cepat dan tepat sasaran. Dengan melibatkan Dinkes, pemeriksaan kesehatan korban dapat dilakukan secara lebih profesional, aman, dan berkesinambungan.
Jaminan Pendidikan
Selain kesehatan dan pemulihan psikologis, DPPKBP3A Cianjur turut memastikan hak pendidikan korban tetap terjaga. Dinas ini berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur agar tiga korban tetap dapat melanjutkan sekolah.
“Kita juga memastikan pendampingan pada korban selama proses hukum berjalan hingga sidang. Kemudian berkoordinasi dengan Disdikpora agar hak pendidikannya dapat terjamin,” ungkap Euis Jamilah.
Langkah ini penting karena pendidikan merupakan bagian dari masa depan anak. Dengan memastikan korban tetap dapat bersekolah, DPPKBP3A Cianjur menunjukkan komitmennya bukan hanya menangani dampak kasus, tetapi juga menjaga kesinambungan kehidupan korban ke depan.
Kolaborasi Pencegahan
DPPKBP3A Cianjur juga memperkuat kerja sama dengan Polres Cianjur, berbagai dinas, dan instansi terkait untuk mencegah TPPO di wilayah Kabupaten Cianjur. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat penanganan kasus sekaligus memperluas upaya pencegahan di tingkat masyarakat.
“Kami akan terus bekerja sama dengan Polres Cianjur, dinas, serta instansi terkait untuk mencegah terjadinya TPPO di Kabupaten Cianjur,” tegas Euis.
Sinergi antarinstansi ini memperlihatkan bahwa DPPKBP3A Cianjur tidak bekerja secara sektoral. Pendekatan kolaboratif memungkinkan penanganan korban, penindakan pelaku, dan pencegahan kasus berjalan secara lebih terpadu.
Penguatan Keluarga
Selain menangani kasus, DPPKBP3A Cianjur aktif memberikan penguatan pemahaman ketahanan keluarga kepada masyarakat. Masyarakat diajak mengenali modus perekrutan yang sering digunakan pelaku TPPO, termasuk tawaran pekerjaan dengan janji upah yang tidak jelas.
“Tak hanya bekerja sama dengan pihak terkait, kami juga terus memberikan penguatan pemahaman ketahanan keluarga kepada masyarakat terkait TPPO dan mengenali modus perekrutan yang dilakukan pelaku,” jelas Euis Jamilah.
Euis juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap tanda-tanda anak menjadi korban TPPO. Ia menekankan agar masyarakat tidak mudah tergiur oleh tawaran pekerjaan yang menjanjikan keuntungan besar tanpa kejelasan tempat kerja, jenis pekerjaan, maupun besaran upah.
Kinerja DPPKBP3A Cianjur dalam kasus ini menunjukkan kehadiran pemerintah daerah yang responsif terhadap perlindungan perempuan dan anak. Dari pendampingan psikologis hingga jaminan pendidikan dan pencegahan berbasis keluarga, dinas ini berupaya memastikan korban tidak dibiarkan menghadapi masa sulitnya sendirian. (dens).










