6.565 Anggota PSI Cianjur: Modal Besar dan Bukan Sekadar Angka pada Sistem

07 Okt 2026, 10:07:50 WIB Cianjur
6.565 Anggota PSI Cianjur: Modal Besar dan Bukan Sekadar Angka pada Sistem

Keterangan Gambar : Ketua DPD PSI Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Anggarda Giri Rajati (tengah baju putih), dalam sebuah acara konsolidasi partai PSI di Cianjur.


Pinusnews.id - Sejak kepemimpinan baru Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dimulai pada Januari 2026, basis keanggotaan partai ini mengalami lonjakan yang mencolok. Data ekspor sistem per 4 Oktober 2026 mencatat 6.565 pendaftaran aktif yang telah memiliki nomor Kartu Tanda Anggota (KTA). Angka ini meningkat tajam dari 2.173 pendaftaran yang tercatat hingga akhir 2025.

Artinya, dalam waktu kurang dari satu tahun, PSI Cianjur menambahkan 4.392 pendaftaran baru. Jumlah itu mencakup sekitar 66,9 persen dari seluruh basis keanggotaan yang tercatat. Lonjakan ini terjadi bersamaan dengan kepemimpinan Anggarda Giri Rajati sebagai Ketua DPD PSI Kabupaten Cianjur.

Pertumbuhan tersebut tentu menjadi kabar menyenangkan bagi partai yang tengah membangun kekuatan politiknya di daerah. Namun, di balik angka yang tampak menggembirakan itu, ada pekerjaan besar yang belum selesai yakni mengubah pendaftar menjadi kader yang benar-benar aktif dan menjadi dukungan politik yang nyata.

Baca Lainnya :

Pertumbuhan keanggotaan PSI Cianjur tidak berlangsung merata sepanjang tahun. Pada Januari hanya tercatat tujuh pendaftaran, Februari 41, Maret 136, dan April 176. Angka itu masih tergolong kecil dan menunjukkan masa awal konsolidasi organisasi.

Lonjakan besar justru terjadi pada Mei 2026, ketika pendaftaran melonjak menjadi 1.498 orang. Juni menyusul dengan 883 pendaftaran, lalu Juli mencatat 1.089 pendaftaran. Dalam tiga bulan itu saja, PSI Cianjur memperoleh 3.470 anggota baru, atau sekitar 79 persen dari seluruh tambahan anggota sepanjang 2026 hingga 4 Oktober.

Setelah Juli, laju pertumbuhan mulai melambat. Agustus mencatat 267 pendaftaran, September 282, dan hanya 13 pendaftaran dalam empat hari pertama Oktober. Penurunan ini wajar, tetapi menjadi pengingat bahwa momentum pendaftaran tidak bisa terus bergantung pada gelombang sesaat.

Bagi PSI Cianjur, data tersebut merupakan modal penting ketika partai mulai membaca ulang peta politik menuju Pemilu 2029. Namun, kepengurusan daerah tampaknya menyadari bahwa jumlah anggota tidak bisa serta-merta disamakan dengan kekuatan elektoral.

Anggarda Giri Rajati sendiri menyebut pertumbuhan ini “menyenangkan sekaligus membebani”. Menurutnya, orang yang telah tercatat dalam sistem masih harus dikenali, diverifikasi, diberi pendidikan politik, diberi peran, dan dijaga hubungannya dengan organisasi.

Pernyataan itu penting karena, seperti ditulis Anggarda, “Anggota belum tentu aktif. Pengurus belum tentu bekerja. Struktur yang lengkap belum tentu memiliki hubungan dengan warga.” Kalimat ini menegaskan bahwa organisasi politik tidak cukup hanya memiliki banyak nama dalam basis data.

Fakta ini terlihat dari kondisi data keanggotaan PSI Cianjur. Meskipun seluruh 6.565 baris dalam ekspor berstatus aktif dan memiliki nomor KTA, kolom verifikasi organisasi serta validasi DPP masih tercatat belum selesai. Artinya, angka tersebut adalah basis keanggotaan tercatat, bukan otomatis jumlah kader aktif.

Perbedaan antara anggota tercatat dan kader aktif menjadi sangat penting bagi PSI Cianjur. Pasalnya, partai ini memulai persiapan Pemilu 2029 dari posisi tanpa satu pun kursi di DPRD Kabupaten Cianjur. Pada Pemilu 2024, PSI hanya memperoleh 7.967 suara sah dari total 1.269.105 suara, atau sekitar 0,63 persen.

Kini PSI Cianjur menyebut target enam kursi pada Pemilu 2029. Target tersebut bukan angka kecil. Untuk mencapainya, partai tidak cukup hanya menambah daftar anggota, tetapi harus membangun rantai organisasi yang menghubungkan pengurus kabupaten, struktur 32 kecamatan, jaringan desa, bakal calon legislatif, saksi, hingga warga.

Kepengurusan baru PSI Cianjur mengklaim telah memiliki jaringan di seluruh kecamatan. Namun, struktur administratif tersebut tetap harus diuji melalui kemampuannya menerima masalah warga, meneruskan informasi, mengambil keputusan, dan kembali membawa tindak lanjut kepada masyarakat.

“Struktur harus mampu mendengar masalah warga, meneruskannya, mengambil keputusan, menjalankan pekerjaan, dan kembali membawa jawaban,” tulis Anggarda. Kalimat itu menjadi ukuran sederhana namun berat karena struktur politik harus hidup dalam pelayanan, bukan hanya tampak rapi dalam bagan organisasi.

Gelombang pendaftaran terbesar pada Mei sampai Juli memberi sinyal bahwa PSI mulai menarik minat publik di Cianjur. Namun, keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari jumlah orang yang mendaftar, melainkan juga dari seberapa banyak mereka tetap aktif setelah beberapa bulan. Partai perlu melakukan validasi data, pendidikan politik, pembagian tugas, dan evaluasi berkala agar struktur benar-benar bergerak.

Pemetaan angka 6.565 baru menunjukkan bahwa pintu PSI Cianjur mulai lebih sering diketuk oleh masyarakat. Pertumbuhan ini memberi alasan untuk optimistis, tetapi sekaligus menetapkan standar baru bagi kepemimpinan Anggarda, dimana semakin banyak orang masuk, semakin besar kewajiban partai menyediakan rumah politik yang hidup, bukan sekadar nomor anggota di dalam sistem. (dens).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Cuaca Cianjur

Memuat data...


Kanan - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.