BAZNAS Cianjur: Sinergi Zakat untuk Rutilahu, Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem di Cianjur

10 Apr 2026, 08:56:46 WIB Cianjur
BAZNAS Cianjur: Sinergi Zakat untuk Rutilahu, Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem di Cianjur

Keterangan Gambar : Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, H. Hilman Saukani M.Pd.I.


Pinusnews.id - BAZNAS Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pemerintah daerah mengentaskan kemiskinan ekstrem. Memasuki kuartal pertama 2026, lembaga ini menggelar program unggulan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) bagi warga di garis kerentanan ekonomi.

Kinerja gemilang BAZNAS Cianjur ini menjadi penyambung harapan bagi masyarakat yang belum terjangkau program pemerintah, khususnya di wilayah rawan seperti Karangtengah dan Tanggeung.

Wakil Ketua BAZNAS Cianjur, H. Hilman Saukani M.Pd.I, menekankan sinergi aktif dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim). Program ini melengkapi upaya pemerintah, memastikan tidak ada warga tertinggal. Hilman menjelaskan posisi BAZNAS sebagai pelengkap, bukan pengganti.

Baca Lainnya :

“Baznas itu posisinya membantu. Jadi tidak ada alokasi khusus per wilayah, tapi ketika ada warga yang belum ter-cover oleh dinas, baru kami bantu sesuai kemampuan keuangan,” ujar Hilman saat ditemui di ruang kerjanya, belum lama berselang. Ini juga sekaligus mencerminkan fleksibilitas BAZNAS dalam menjangkau yang terpinggirkan.

Hingga Maret 2026, program Rutilahu BAZNAS berhasil menyelesaikan perbaikan lima unit rumah. Capaian ini mencapai setengah dari target minimal 10 unit sepanjang tahun. Stimulan dana disalurkan Rp5 juta hingga Rp15 juta per unit, disesuaikan kerusakan bangunan, menonjolkan efisiensi pengelolaan zakat.

Fokus bantuan tertuju pada masyarakat berpenghasilan rendah, terutama lansia tanpa pendamping keluarga. Verifikasi ketat dilakukan melalui koordinasi dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), RT, dan desa. Langkah ini mencegah tumpang tindih dengan program pemerintah, memastikan transparansi dan akuntabilitas tinggi.

Semangat gotong royong menjadi ciri khas program ini. Dana BAZNAS Cianjur difokuskan pada material bangunan, sementara warga dan aparat desa bahu-membahu dalam pengerjaan. Pendekatan ini tidak hanya hemat biaya, tapi juga memperkuat ikatan sosial di Cianjur.

Meski progres positif, tantangan pengumpulan dana tetap ada. Potensi zakat Cianjur mencapai Rp100 miliar, tapi realisasi hanya 30 persen melalui lembaga resmi. Hilman menyoroti urgensi optimalisasi ini untuk memperluas dampak.

“Kami berharap masyarakat bisa lebih optimal menyalurkan zakat dan infaknya melalui Baznas, agar semakin banyak warga yang terbantu,” imbuh Hilman Saukani, yang mengajak partisipasi publik guna mengamplifikasi kinerja BAZNAS.

Dengan sinergi zakat dan gotong royong, program Rutilahu BAZNAS Cianjur membuktikan peran strategis amal dalam pembangunan. Capaian awal 2026 ini menjadi momentum mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem di kabupaten ini.

Ke depan, BAZNAS optimis cakupan bantuan akan masif jika realisasi zakat meningkat.

Kinerja luar biasa BAZNAS Cianjur ini tidak hanya memperbaiki rumah, tapi juga martabat warga Cianjur, menuju masyarakat sejahtera tanpa kemiskinan. (dens).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment